Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia >> Penyuluh

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENYUSUNAN RENCANA USAHA BERSAMA (RUB)

Masalah kemiskinan dan penggangguran di perdesaan masih menjadi masalah pokok nasional dan fokus utama perhatian Pemerintah. Program-program pemberdayaan masyarakat seperti Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP), Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP/ FEATI) dan Program-program pemberdayaan masyarakat tani lainnya dirancang untuk penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan dalam rangka pengentasan kemiskinan.


Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan program PUAP atau P3TIP/ FEATI difokuskan pada pendampingan pemberdayaan petani, kelompoktani (poktan) dan Gabungan kelompoktani (Gapoktan) untuk pengembangan usaha agribisnisnya.


Pendampingan penyuluh ,
Dalam pendampingan pemberdayaan gapoktan/poktan tersebut difasilitasi oleh penyuluh pertanian yang ada di wilayah, yang bertindak sebagai penyuluh pendamping. Penyuluh pendamping dalam hal ini berfungsi meningkatkan kemampuan gapoktan/ poktan mengelola kegiatan usaha agribisnisnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.


Salah satu tugas penyuluh pendamping dalam memfasilitasi gapoktan/poktan adalah pendampingan dalam penyusunan Rencana Usaha Bersama (RUB/ Rencana Usaha Agribisnis Berkelompok) untuk pengembangan usaha agribisnis berkelompok di perdesaan berdasarkan kelayakan usaha produktif petani dan potensi desa serta peluang pasar.
Pendampingan penyusunan RUB bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku utama/ poktan/gapoktan dalam menyusun rencana usaha agribisnis secara bersama/ berkelompok untuk memenuhi kebutuhan pasar.


Apa itu RUB,
RUB merupakan rencana usaha gapoktan/ poktan mengenai kegiatan bersama antar anggota yang disusun secara sistimatis dan tertulis, yang penyusunannya harus berdasarkan kesepakatan seluruh anggota gapoktan/ poktan, sehingga dapat dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan secara bersama.


Maksud penyusunan RUB adalah agar poktan/ gapoktan mendapat informasi yang benar dan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan usaha agribisnisnya, sehingga usahanya dapat dilaksanakan sesuai rencana dan dapat mengetahui apabila terjadi hal-hal yang menyimpang dan menyebabkan tidak tercapainya sasaran.


Sedangkan tujuan penyusunan RUB, adalah diperolehnya satu rencana usaha berkelompok yang realistik yang disusun secara partisipatif sehingga para pelaku dapat memperkirakan berapa biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha berkelompok tersebut serta pendapatan yang mungkin diperoleh dalam satu siklus usaha.
Kegunaan RUB, sebagai pedoman dalam melaksanakan, mengendalikan dan mengawasi kegiatan usaha yang dilaksanakan, juga menjamin tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab diantara sesama anggota gapoktan/poktan dalam melaksanakan rencana usaha tersebut. Selain itu sebagai alat/ jaminan untuk mendapat tambahan modal usaha dari sumber modal ( seperti pada program PUAP, RUB merupakan salah satu persyaratan untuk pengajuan penyaluran dana BLM-PUAP).


Peran Penyuluh Pendamping dalam penyusunan RUB dalam Program PUAP,
RUB disusun oleh Gapoktan yang didampingi dan difasilitasi oleh penyuluh pendamping berdasarkan hasil identifikasi potensi usaha agribisnis di desa PUAP Penyuluh Pendamping menyediakan data dan informasi potensi usaha agribisnis di desa, membimbing dan memfasilitasi gapoktan dalam penyusunan serta terus mengikuti rapat anggota dalam penetapan RUB sampai kepada pengusulan kepada Penyelia Mitra Tani (PMT) untuk diverifikasi dan disetujui oleh Tim teknis Kabupaten/ Kota. Penyuluh Pendamping dalam mengidentifikasi potensi desa melakukan persiapan pengumpulan data primer dan sekunder (agroklimat, teknis, sosial dan ekonomis) serta melaksanakan identifikasi meliputi kegiatan produksi/ budidaya dan kegiatan non budidaya (industri rumah tangga, pemasaran/ bakulan) serta usaha lainnya yang berbasis pertanian. Selanjutnya penyuluh pendamping mengolah dan menganalisis data-data potensi usaha agribisnis perdesaan dan masalah-masalah yang ada. Hasil identifikasi inilah yang digunakan oleh gapoktan untuk menyusun RUB sesuai dengan formulir RUB-PUAP.


Peran Penyuluh dalam penyusunan RUB pada Program FEATI/ P3TIP,
Proses penyusunan pada dasarnya sama dengan program PUAP, RUB disusun oleh Gapoktan/poktan atau kelompok belajar FMA yang difasilitasi oleh Tim Penyuluh Lapangan/ Penyuluh Pendamping, yang diawali dengan kajian agribisnis perdesaan ( Identifikasi dan Analisis kebutuhan pasar, identifikasi dan analisis sumberdaya di desa secara partisipatif dan analisis skala ekonomi produk/ komoditi sesuai permintaan pasar) dan masalah-masalah yang dihadapi dalam mengembangkan usaha bersama. Selanjutnya poktan melakukan pengumpulan data dan informasi bahan RUB yaitu data-data Kelompok, jenis usaha yang akan dikembangkan termasuk pemasaran, Biaya (biaya tetap dan tidak tetap), Modal yang diperlukan, Perkiraan pendapatan yang diperoleh, Perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan harga jual produk (HJP), Perhitungan prakiraan Laba-Rugi. Setelah semua data dan informasi telah lengkap kemudian dituangkan dalam format RUB, yang akan digunakan untuk mengakses modal usaha ke sumber-sumber penyedia sarana produksi ataupun permodalan dan pemasaran dalam pengembangan usaha agribisnisnya.


Penulis : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)
Sumber informasi :
1. Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). Kementerian Pertanian. 2010.
2. Petunjuk Lapangan Perencanaan FMA secara Partisipatif. Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian. 2009.
3. Modul Pengembangan Usaha Kelompok. Badan Pengembangan SDM Pertanian 2006.


Tanggal Artikel : 04-02-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Membangun Cita-cita Atau Harapan Kelompok
  2. Farmer Managed Extension Activities (fma) Sebagai Wahana Pembelajaran Petani Dalam Pengembangan Agribisnis
  3. Penyuluhan Pertanian Sebagai Proses Pemberdayaan
  4. Penyuluhan Sebagai Proses Belajar Dan Perubahan Perilaku