Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

PAKAN SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE YANG BAIK

Sumber Gambar: Indonetwork.co.id
Pada umumnya, setiap sapi yang sedang dalam masa pertumbuhan, dan sedang menyusui, memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
 
Pemberian pakan untuk sapi potong Peranakan Ongole (PO) dapat dilakukan dengan 3 cara: yaitu (1) Penggembalaan (Pasture fattening). Penggembalaan dilakukan dengan melepas sapi-sapi di padang rumput, yang biasanya dilakukan di daerah yang mempunyai tempat penggembalaan cukup luas, dan memerlukan waktu sekitar 5-7 jam per hari. Dengan cara ini, maka tidak memerlukan ransum tambahan pakan penguat karena sapi telah memakan bermacam-macam jenis rumput; (2) Kereman (dry lot faatening).
 
Pakan dapat diberikan dengan cara dijatah/disuguhkan yang dikenal dengan istilah kereman. Setiap hari sapi potong memerlukan pakan hijauan kira-kira sebanyak 10% dari berat badannya dan juga konsentrat sebanyak 0,4 % dari berat badan. Konsentrat berupa dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek, ampas tahu. yang diberikan dengan cara dicampurkan dalam rumput ditempat pakan. Selain itu, dapat ditambah mineral sebagai penguat berupa garam dapur dan kapur. Pakan sapi dalam bentuk campuran dengan jumlah dan perbandingan tertentu ini dikenal dengan istilah ransom; (3) Kombinasi antara penggembalaan dan kereman ini adalah pemberian pakan sapi potong yang terbaik. Menurut keadaannya, jenis hijauan dibagi menjadi 3 katagori, yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Hijauan segar adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan (legu minosa) dan tanaman hijau lainnya. Rumput yang baik untuk pakan sapi adalah rumput gajah, rumput raja (king grass), daun turi, daun lamtoro.
 
Hijauan kering berasal dari hijauan segar yang sengaja dikeringkan dengan tujuan agar tahan disimpan lebih lama yang termasuk dalam hijauan kering antara lain jerami padi, jerami kacang tanah, jerami jagung. yang biasa digunakan pada musim kemarau. Hijauan ini tergolong jenis pakan yang banyak mengandung serat kasar. Hijauan segar dapat diawetkan menjadi silase, yang secara singkat pembuatannya dapat dijelaskan sebagai berikut: hijauan yang akan dibuat silase ditutup rapat, sehingga terjadi proses fermentasi dalam kondisi unaerob/kedap udara. Hasil dari proses inilah yang disebut silase. Contoh-contoh silase yang telah memasyarakat antara lain silase jagung, silase rumput, silase jerami padi.
Manfaat Pakan Ternak
Semua ternak tentu membutuhkan pakan untuk hidup mereka yaitu untuk memelihara dan menjaga beberapa fungsi penting di dalam tubuh seperti metabolisme, pengganti sel yang rusak, bernafas, sirkulasi udara. Selain itu juga untuk produksi dan reproduski memerlukan zat gizi yang dipakai untuk pertumbuhan, penggemukan, produksi air susu/laktasi, dan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin.
 
Jenis Bahan Pakan Ternak
Bahan pakan ternak sapi potong yang lazim diberikan berupa (1) hasil limbah pertanian antara lain jerami padi, sisa tanaman jagung, daun-daun pucuk tebu, daun singkong, batang dan daun ubi jalar, dan sisa tanaman kacang tanah, kacang kedele dan sebagainya; (2) hasil limbah industri antara lain dedak padi, jagung, tetes tebu, bungkil kelapa, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, biji kapuk, ampas bir, ampas tahu; (3) hasil tanaman khusus seperti rumput gajah, benggala, setaria, mexico, kacang-kacangan yaitu stylo, centrocema, dan peuraria; (4) hijauan lain yaitu daun nangka, pisang, turi, lamtoro, petai cina dan rumput lapangan, dan lain-lain; (5) bahan lainnya/tambahan yaitu garam dapur, tepung tulang, mineral, dan lain-lain.
Penggolonngan Bahan Pakan Ternak
Bahan pakan ternak sapi dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) katagori yaitu : hijauan pakan ternak, konsentrat, dan pakan tambahan. Berdasarkan penggolongan tersebut maka perlu diketahui bahwa hijauan pakan ternak ada dua macam yaitu hijauan kering dan hijauan segar. Yang dimaksud dengan hijauan kering adalah pakan yang berasal dari hijauan segar yang dikeringkan baik dengan cahaya matahari atau dengan alat pengering. Hijauan kering antara lain jerami padi, jerami jagung, jerami kacang-kacangan, jerami tanaman lainnya dan hay. Sedangkan hijauan segar adalah pakan yang berasal dari hijauan dan diberikan dalam bentuk segar. Hijauan segar antara lain rumput segar, batang dan daun kacang-kacangan segar dan silase; (2) bahan pakan konsentrat merupakan campuran bahan-bahan pakan yang diracik sedemikian rupa, sehingga menjadi suatu bahan pakan yang berfungsi untuk melengkapi kekurangan gizi dari bahan pakan lainnya; (3) bahan pakan tambahan biasanya terdiri dari vitamin-vitamin, mineral dan urea. Dalam hal ini mineral berfungsi sebagai sumber zat yang dibutuhkan dalam produksi seperti kalsium dan phosphor
Contoh Ransum Sapi Potong
Contoh ransum berdasarkan bahan utamanya, antara lain : (1) ransum dengan bahan utama jerami padi; (2) ransum dengan bahan utama tongkol jagung; dan (3) ransum dengan bahan utama tebu. Cara penyusunan masing-masing ransum secara rinci sebagai berikut :
1. Ransum dengan bahan utama jerami padi
Cara penyusunan ransum dengan perkiraan pertambahan berat badan per hari pada sapi dengan berat badan 250 kg, sebagai berikut, jerami padi dicacah (dipotong-potong), kemudian disiram merata dengan campuran air dan tetes dengan perbandingan 2 : 1. Campuran olahan jerami padi untuk kebutuhan 2 (dua) ekor sapi dalam sehari, adalah dengan mencampurkan jerami padi sebanyak 10,0 kg; tetes tebu sebanyak 1,5 kg; air 3 kg; dan super fosfat sebanyak 25 gram (1 sendok makan).
2. Ransum dengan bahan utama tongkol jagung
Menurut Muller, cara penyusunan ransum tongkol jagung dengan mencampurkan 14 kg tongkol jagung, 2,25 kg bungkil kedelai; 1 kg tetes tebu; 0,18 tepung tulang; 0,06 kg garam dan vitamin A dan D (konsentrat) 0,01 kg.
3. Ransum dengan bahan utama tebu
a. Penyusunan ransum bahan utama tebu untuk pertumbuhan berat badan 50 - 150 kg, dengan mencampurkan ampas tebu seberat 2 kg; tetes tebu 0,8 kg; pucuk tebu 3 kg; urea 40 gram; garam dapur 20 gr; tepung tulang 20 gram; cattle mic 5 gram (2 minggu sekali).
b. Ada 2 (dua) contoh penyusunan ransum untuk sapi dewasa dengan berat 150 - 300 kg. Perbedaan dari ke dua contoh pakan tersebut ada pada jumlah/berat bahan yang dibutuhkan. Contoh pertama adalah campurkan ampas tahu 2 kg; tetes tebu 0,4 kg; pucuk tebu 8 kg; urea 22 gr; garam dapur 30 gr; tepung tulang 20 gr; cattle mic (2 kali seminggu) 5 gr. Sedangkan contoh ke dua dengan mencampurkan ampas tahu 4 kg; tetes tebu 0,8 kg; pucuk tebu 2 kg; urea 22 gr; tepung tulang 20 gr; cattle mic (2 kali seminggu) 5 gr.

Jumlah Pemberian Pakan
Pemberian pakan pada ternak sapi potong perlu mendapat perhatian karena kalau diberikan dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan pemborosan, sehingga banyak sisa makanan yang terbuang. Sebaliknya, kalau pemberian pakannya kurang, maka ternak akan merasa lapar dan kebutuhan untuk pertumbuhannya tidak terpenuhi. Sebaiknya pemberian pakan pada ternak sapi potong terlebih dahulu perlu diketahui kemampuan konsumsi pakan berdasarkan berat badan. Untuk pemberian pakan hijauan segar, bisa digunakan patokan 10% dari berat badan ternak sapi potong.

Penulis : Wiwiek Hidajati (Penyuluh Pertanian Madya)
Sumber : 1.Budidaya Ternak Sapi Potong, Direktorat Bina Produksi, Direktorat Jenderal Peternakan 1994
2.Standar Nasional Indonesia (SNI), Badan Standardisasi Nasional (BSN); SNI7356:2008
3.Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong Yang Baik (Good Farming Practice), Direktorat Budidaya
Ternak Ruminansia, Direktorat Jenderal Peternakan, 2007


Tanggal Artikel : 28-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pakan Sapi Potong (sapi Sahiwal)
  2. Menyediakan Pakan Sapi Angus Yang Baik
  3. Penyediaan Dan Pengembangan Hijauan Pakan Sapi Potong
  4. Program Aplikasi Formulasi Ransum Untuk Menghitung Kebutuhan Pakan