Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Kesehatan

KESEHATAN SAPI MADURA

Sumber Gambar: Infoternak.com
Sapi Madura sebagai salah satu sapi lokal Indonesia, yang berasal dari pulau Madura, mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di pulau Madura maupun di seluruh wilayah Indonesia. Karena memiliki banyak keunggulan, seperti memiliki daya tahan tinggi terhadap stress lingkungan, tahan penyakit, tingkat kesuburan juga tinggi dan kemampuan adaptasi tinggi dan juga kebutuhan pakan sangat sedikit dibandingkan dengan sapi impor, disamping itu dapat mengolah pakan yang bernilai gizi rendah dapat mengasilkan daging yang berkualitas tinggi.
Kegunaan sapi madura bagi peternak di pulau Madura disamping penarik bajak, juga untuk mengolah tanah pertanian dan juga dijadikan sebagai alat transportasi yang dinamakan dengan sapi pajikaran, sapi Madura juga digunakan sebagai penarik pedati, sedangkan sapi betina dijadikan sebagai sapi bibit untuk diambil anaknya karena kualitasnya lebih bagus. Kualitas sapi dapat dilihat dari bentuk tubuh, warna kulit, dan kesehatannya. Sapi madura ini harus dijaga kemurniannya karena merupakan salah satu kekayaan plasma nutfah Indonesia. Plasma nutfah merupakan kekayaan alam yang sangat berharga bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional.
Peraturan tentang Pelestarian Sapi Madura telah dikeluarkan sejak zaman colonial Belanda, tertuang dalam staatsblad (lembaran Negara) No. 226/1923 No. 57/1934, serta No. 115/1937. Tahun 1934 pemerintah telah menetapkan bahwa sapi Madura seragam dalam bentuk dan warna. Bahkan pada pasal 13 a UU No. 6/1967 telah ditetapkan tentang pokok-pokok peternakan dan kesehatan hewan. Untuk menpertahankan populasi, menjaga bentuk, warna kulit, serta meningkatkan kualitas produksi sapi madura di pulau madura. Dengan kebijakan ini diharapkan dapat mencegah beberapa jenis penyakit terhadap sapi madura.
Masalah kesehatan sapi Madura merupakan permasyalahan yang harus diperhatikan oleh semua pihak, baik pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, pelaku utama maupun para akademis.
Untuk menjaga kesehatan sapi madura ini perlu diatur manajemen kesehatannya, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1) Situasi penyakit., lokasi untuk pemeliaraan sapi Madura harus terletak di wilayah yang tidak terdapat gejala klinis atau rentan penyakit radang limpa (Antrax), kluron menular (Brucellosis), TBC (tuberculosis), anaplasmosis, leptospirosis, piroplasmosis, IBR (infectious Bovine Rhinotracheitis) dan BVD (Bovine Viral Diarrhea),Leptospirosis, SE (Septichaemia Epizootica), Jones Disease (Para Tubercolosis), Parasit cacing dan Parasit darah.
2) Pencegahan/vaksinasi, untuk mencegah ternak sapi madura dari serangan penyakit, maka harus dilakukan vaksinasi dan juga harus dilakukan pengujian/test laboratorium terhadap penyakit hewan menular tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a) Mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksin yang digunakan dalam kartu kesehatan ternak; b) Melaporkan pada dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewansetempat (instansi yang berwenang) setiap timbulnya kasus penyakit terutama yang diduga/dianggap penyakit menular; c) Melaporkan pada dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewansetempat (instansi yang berwenang) setiap timbulnya kasus penyakit terutama yang diduga/dianggap penyakit menular; d) pemotongan kuku dilakukan minimal 3 bulan sekali;
3) Dilakukan Biosekuriti dalam rangka pengamanan kesehatan ternak dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) lokasi usaha tidak mudah dimasuki binatang liar serta bebas dari hewan piaraan lainnya yang menularkan penyakit; b) melakukan desinfeksi kandang dan peralatan dengan menyemprotan insektisida pembasmi serangga, lalat dan hama lainnya; c) untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari satu kelompokternak ke kelompok lainnya, pekerja yang menangani ternak yang sakit tidak diperkenankan melayani ternak yang sehat; d) menjaga agar tidak setiap orang dapat bebas keluar masuk kandang ternak yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit; e) membakar atau mengubur bangkai yang mati karena penyakit menular; f) Menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu dipintu masuk perusahaan; g) menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu dipintu masuk perusahaan;h) menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu dipintu masuk perusahaan; i) menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu dipintu masuk perusahaan; j) segera mengeluarkan ternak yang mati dari kandang untuk dikubur atau dimusnahkan oleh petugas berwenang; k) mengeluarkan ternak yang sakit dari kandang untuk segera diobati atau dipotong oleh petugas yang berwenang.
4) Dalam melakukan pengobatan penyakit pada ternak sapi madura: a) bila menggunakan obat hewan harus meliputi, sediaan biologik, farmasetik, premik dan obat alami; b) bila menggunakan bahan kimia dan bahan biologik harus memiliki nomor pendaftaran; c) bila menggunakan obat keras harus dibawah pengawasan dokter hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang obat hewan; d) untuk sediaan obat alami/tradisional tidak dipersyaratkan memiliki nomor pendaftaran, diantaranya: seperti: Obat penambah nafsu makan, dengan bahan sebagai berikut: 1) campuran dari, 5 biji kunyit, temu ireng 5 biji, lempuyeng 2 biji, di tumbuk bersama sampai halus, kemudian disuapkan pada sapi; 2) campuran bahan yang terdiri dari temu ireng 5 biji, asam jawa 1 gemgam, dan garam secukupnya lalu ditumbuk sampai halus, kemudian disuapkan pada sapi ; 3) buah mengkudu/pace sebanyak 2 buah di suapkan sampai nafsu makan pulih kembali; 4) campuran bahan yang terdiri dari tempe bosok 1 bungkus, gula merah 1 biji dan garam dapur 1 sendok makan, ditumbuk sampai halus, kemudian disuapkan pada sapi.

Disarikan oleh: Maiyunir Jamal, Penyuluh Pertanian Madya.
Sumber:
1. http://duniasapi.com/silsilah-sapi-madura.
2. http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1803945-penggunaan-bahan-obat-tradisional-un.
3. PROSEDUR BAKU
PELAKSANAAN PRODUKSI BIBIT PADA USAHA PEMBIBITAN SAPI PERAH, DEPARTEMEN PERTANIAN, DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN, DIREKTORAT PERBIBITAN, 2008.


Tanggal Artikel : 27-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Manfaat Daging Sapi Bagi Tubuh Manusia
  2. Upaya Penanganan Kesehatan Sapi Bali
  3. Kesehatan Ternak Dan Penyakit Yang Menyerang Sapi Peranakan 0nggole / Po.
  4. Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Pemeliharaan Sapi Charolais