Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

PAKAN SAPI PERANAKAN SIMMENTAL

Sumber Gambar: http://kuranji.kampungdigital.com/
Pemberian Pakan yang mencukupi kebutuhan nutrisi bagi ternak sapi Simmental dapat menambah bobot badan mencapai 1,33 kg / ekor / hari.

Pakan ternak merupakan faktor yang sangat penting untuk memproduksi hasil peternakan dan meningkatkan produktivitas ternak. Demikian juga untuk memproduksi daging yang berasal dari sapi Potong dibutuhkan zat gizi utama atau nutrisi berupa protein dan energi atau total nutrisi tercerna (total digestible nutrients = TDN). Kebutuhan nutrisi tersebut digunakan untuk pokok hidup, pertumbuhan, reproduksi dan produksi daging. Apabila nutrisi pakan baik berupa protein dan energi yang dihasilkan melebihi kebutuhan pokok hidup, maka kelebihan nutrisi pakan tersebut akan digunakan untuk pertumbuhan dan produksi.

Pemberian pakan untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi yang seimbang pada sapi Simmental yang digemukkan harus bersumber dari pakan hijauan dan pakan konsentrat. Pakan hijauan sebagai sumber pakan berserat, sementara pakan konsentrat sebagai pakan sumber protein dan energi. Oleh karena itu dalam menyusun ransum untuk penggemukan sapi sebaiknya terdiri dari pakan kasar atau hijauan dan pakan konsentrat.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pemberian konsentrat yang tinggi merupakan salah satu upaya untuk mempercepat proses pertumbuhan, produksi karkas dan daging dengan kualitas tinggi serta meningkatkan nilai ekonomisnya (Sumadi et.al., 1994; Soeparno,1998 dalam Anonim, 2006). Perbandingan pemberian pakan hijauan dan konsentrat untuk penggemukan sapi secara komersial adalah antara 30 % : 70 % atau maksimal 20 % : 80%. Namun secara finansial pemberian konssentrat dianggap ekonomis apabila penambahan pendapatan lebih tinggi atau menguntungkan.

Beberapa pengertian Pakan :
• Pakan hijauan atau pakan kasar merupakan bahan pakan sumber serat yang mengandung serat kasar lebih dari 20 % , dan atau mengandung energi yang rendah, mempunyai kecernaan yang rendah. Contoh pakan yang berasal dari hijauan antara lain adalah : rumput, jerami padi, jerami jagung, pucuk tebu.
• Pakan konsentrat dibedakan menjadi pakan konsentrat sumber energi dan pakan konsentrat sumber protein.
Pakan konsentrat sumber energi adalah bahan pakan yang mengandung serat kasar kurang dari 20 %, kandungan TDN (total digestible nutrients atau total nutrisi tercerna), lebih dari 65% atau kandungan energi lebih dari 2.250 Kkal/kg, mempunyai kecernan yang tinggi. Contohnya : ketela pohon, ubi jalar, pati, dedak (dari padi, jagung,pollard), onggok, bekatul, tetes dan biji-bijian lain.
Sedangkan pakan konsentrat sumber protein adalah bahan pakan yang mengandung protein kasar lebih dari 20%. Contohnya ampas tahu, bungkil kapok, bungkil kedelai, bungkil kapas, ampas bir dan daun kacang-kacangan.

Secara alamiah pakan ternak ruminansia (sapi) adalah hijauan atau rumput, namun kualitas rumput didaerah tropis seperti di wilayah Indonesia kurang baik sehingga untuk memenuhi kebutuhan gizi ternak perlu ditambah dengan pemberian pakan konsentrat. Untuk itu dalam hal penggemukan sapi, agar diperoleh pertambahan bobot badan sapi yang optimal / maksimal maka dalam pemberian ransum makanan hendaknya terdiri dari campuran hijauan rumput, leguminosa dan ditambah konsentrat.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan :
1. Sebelum digemukkan ternak harus diberi obat cacing dengan memperhatikan petunjuk yang ada pada label.
2. Waktu pemberian pakan diatur bergantian antara pakan hijauan dan pakan konsentrat. Pemberian pakan konsentrat sebaiknya ± 3 jam sebelum pemberian pakan hijauan. Hal ini dimaksudkan agar proses pencernaan berjalan secara optimal dan ternak akan mendapatkan gizi pakan sesuai dengan kebutuhan.
3. Jumlah pemberian hijauan ± 10 % dari bobot badan sapi dan sebaiknya dicacah atau dipotong-potong kurang lebih 2 - 5 cm agar lebih mudah dicerna.
4. Jumlah pemberian konsentrat untuk sapi peranakan Simmental ini sebanyak 2 % dari bobot badan sapi.
5. Pemberian pakan dilakukan 2 (dua) kali sehari.
6. Air minum harus tersedia cukup dalam kandang dan ternak akan mengatur sendiri kebutuhan air minumnya, sehingga proses pencernaan dalam tubuh sapi berjalan dengan lancar. Khusus untuk daerah dataran rendah dengan suhu panas, maka kebutuhan air minum harus lebih banyak dan diberikan secara adlitbitum atau terus menerus.

Penulis : Siti Nurjanah, Penyuluh Pertanian Madya Pusbangluhtan.
Sumber :
1) Anonim, 1991.Pedoman Standart bibit ternak di Indonesia. Direktorat Bina Produksi Peternakan. Direktorat Jenderal Peternakan.
2) Anonim, 2007.Pedoman Budidaya Ternak sapi potong yang baik (Good Farming Practice). Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. Direktorat Jenderal Peternakan.


Tanggal Artikel : 27-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pakan Sapi Potong Peranakan Ongole Yang Baik
  2. Pakan Sapi Potong (sapi Sahiwal)
  3. Menyediakan Pakan Sapi Angus Yang Baik
  4. Penyediaan Dan Pengembangan Hijauan Pakan Sapi Potong