Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Kesehatan

MENJAGA KESEHATAN SAPI SIMMENTAL

Sumber Gambar: : http://centralunggas.blogspot.co
Kesehatan faktor penentu dalam memproduksi hasil peternakan.

Simmental adalah salah satu jenis sapi yang tertua, yang saat ini telah tersebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Nama Simmental berasal dari tempat asalnya yaitu di lembah Simme di Swiss, sedangkan Thal atau tal dalam bahasa Jerman (Swiss juga berbahasa Jerman) artinya adalah lembah, sehingga sapi dari lembah simme ini lebih dikenal dengan sebutan SIMMENTAL. Dalam hal ini bahwa sapi Simmental bukanlah jenis sapi unggul local dari Negara kita.

Sapi peranakan Simmental telah banyak dikenal oleh peternak kita dan yang perlu diperhatikan dalam usaha penggemukan sapi potong Simmental, selain bibit atau bakalan dan pakan, yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kesehatan dari sapi tersebut.

Munculnya suatu penyakit ternak biasanya kalau ada 3 (tiga) hal yang saling menunjang yaitu jika ada bibit atau sumber penyakit, kondisi lingkungan yang mendukung untuk berkembangnya penyakit tersebut dan kondisi fisik dari hewan itu sendiri. Untuk itu agar kondisi fisik hewan yang kita budidayakan selalu sehat dan tidak mencemari lingkungan, maka perlu memperhatikan dan memahami beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan kesehatan veteriner.

Kesehatan hewan
1. Situasi penyakit
Usaha penggemukan sapi potong terutama usaha penggemukan harus terletak di daerah dimana tidak ditemukan gejala klinis atau bukti lain tentang penyakit mulut dan kuku (Foot and Mouth Disesae), ingus jahat (Malignat Catarhal Fever), Bovine Ephemeral Fever, lidah biru (Blue tongue), Anthrax (radang limpa), dan Brucellosis (kluron menular).

2. Vaksinasi/pencegahan
a. Usaha budidaya sapi potong harus melakukan vaksinasi dan pengujian/tes laboratorium terhadap penyakit tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang.
b. Mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis vaksin yang dipakai dalam kartu kesehatan ternak.
c. Melaporkan kepada Dinas Peternakan/Dinas yang membidangi peternakan setempat (instansi yang berwenang) setiap timbulnya kasus penyakit terutama yang diduga/dianggap penyakit menular.

Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet)
Dalam rangka pengamanan kesehatan hewan serta kesehatan masyarakat veteriner, maka setiap perusahaan penggemukan sapi potong harus memperhatikan hal-hal berikut :
1. Lokasi usaha sapi potong tidak mudah dimasuki binatang liar serta bebas dari hewan piaraan lainnya yang dapat menularkan penyakit.
2. Melakukan desinfeksi kandang dan peralatan penyemprotan insektisida terhadap serangga, lalat dan pembasmian terhadap hama lainnya.
3. Untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari satu kelompok ternak ke kelompok ternak lainnya, sebaiknya pekerja yang melayani ternak yang sakit, tidak diperkenankan melayani ternak yang sehat.
4. Menjaga agar tidak setiap orang dapat bebas keluar masuk kandang-kandang ternak yang memungkinkan penularan penyakit.
5. Membakar atau mengubur bangkai sapi yang maati karena penyakit menular.
6. Setiap usaha penggemukan sapi potong harus menyediakan fasilitas desinfeksi untuk staf/karyawan dan kendaraan tamu di pintu masuk perusahaan.
7. Setiap peternakan sapi potong mengusahakan agar lokasi peternakan tidak mudah dimasuki binatang liar, bebas dari hewan piaraan lainnya yang dapat menularkan penyakit.
8. Setiap peternakan sapi potong melakukan desinfektan peralatan, penyemprotan insektisida terhadap serangga, lalat dan pembasmian terhadap hama-hama lainnya
9. Setiap peternakan sapi potong melakukan pembersihan dan pencucian kandang serta menyediakan pencuci hama.
10. Peternakan sapi potong memiliki program vaksinasi terhadap penyakit.
11. Pemilik segera melaporkan kepada yang berwenang apabila ditemukan gejala penyakit menular yang diatur dalam undang-undang.
12. Mengeluarkan ternak yang mati dari kandang untuk segera dikubur/dimusnahkan oleh petugas yang berwenang.
13. Mengeluarkan ternak yang sakit dari kandang untuk segera diobati atau dipotong oleh petugas yang berwenang.
14. Ternak sapi potong, pemeliharaan maupun pengantar susu harus bebas dari penyakit Tuberkulosis (TBC).

Demikian beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk usaha sapi potong atau penggemukan sapi terutama untuk menjaga kesehatan hewan sapi potong Simmental agar dapat berproduksi optimal / maksimal.

Penulis : Siti Nurjanah, Penyuluh Pertanian Madya Pusbangluhtan.
Sumber :
1) Anonim, 2007.Pedoman Budidaya Ternak sapi potong yang baik (Good Farming Practice). Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. Direktorat Jenderal Peternakan.
2) Ernawati, Nuschati,2006. Teknologi Penggemukan Sapi Potong. Badan Litbang Pertanian. BPTP Jawaa tengah.


Tanggal Artikel : 27-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kesehatan Sapi Madura
  2. Manfaat Daging Sapi Bagi Tubuh Manusia
  3. Upaya Penanganan Kesehatan Sapi Bali
  4. Kesehatan Ternak Dan Penyakit Yang Menyerang Sapi Peranakan 0nggole / Po.