Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Kesehatan

Penyakit Radang Limpa atau Antraks

Sumber Gambar:
Pengendalian hama dan penyakit merupakan faktor yang penting dalam menunjang keberhasilan budidaya sapi Brahman. Salah satu penyakit yang sering menyerang sapi Brahman yaitu anthraks.
Penyakit Anthrax atau radang limpa adalah salah satu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus antracis. Bakteri tersebut sangat ganas dan sulit diberantas karena merupakan penyakit dari tanah. Bentuknya persegi panjang dan berderet seperti kereta api. Bakteri tersebut bisa hidup berpuluh-puluh tahun di dalam tanah. Namun kalau berada di tubuh penderita, biasanya berada di dalam darah dan di Limpa. Oleh karena itu penyakit ini dikenal dengan sebutan "penyakit radang limpa".
Cara Penularan
Manusia bisa tertular penyakit antrax bisa melalui mulut terutama lewat bahan makanan (daging) yang terkena/tercemar antrax atau lewat luka bekas gigitan serangga. Kalau penularan pada ternak biasanya masuk ke tubuh ternak melalui makanan atau perkakas kandang atau rumput. Spora bisa hinggap dalam rumput yang kemudian bila dimakan akan masuk ke tubuh hewan. Pada manusia spora bisa juga masuk melalui pernafasan, sehingga bisa menyebabkan radang paru-paru. Disamping itu bisa juga melalui usus/pencernaan, bila bahan makanan (daging) yang terinfeksi dimasak kurang sempurna , sehingga spora bakteri masih hidup. Antrax, biasanya menyerang kuku hewan menyusui,kemudian menjalar ke daging
Gejala Serangan:
Penyakit antrax ini biasanya timbul 7 hari setelah terkontaminasi, dan sekitar 80-90% yang terkena serangan penyakit ini akan mengalami kematian. Kalau terlihat bercak merah pada kulit biasanya akan cepat berubah menjadi bentuk benjolan berwarna ungu,kemudian membengkak, dan pecah. Penderita mengalami sakit kepala, mual, muntah. Kalau melalui paru-paru, biasanya akan menyulitkan pernafasan, kemudian disusul shock dan perdarahan internal,yang selanjutnya akan mengakibatkan kematian. Kalau melalui usus, nafsu makan akan hilang, bahkan akan muntah-muntah, demam dan sakit perut, selanjutnya muntah darah serta diare.Pada kasus tertentu, penderita mengalami radang selaput otak. Selain itu terkadang terjadi pembengkakan pada kelenjar dada, leher, alat kelamin dan badan penuh bisul; kadang-kadang darah berwarna merah hitam yang keluar melalui hidung, telinga, mulut, anus dan vagina; kotoran ternak cair dan sering bercampur darah; limpa bengkak dan berwarna kehitaman.
Pengendalian: untuk pengendaliannya, perlu vaksinasi, pengobatan antibiotika, mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur/membakar sapi yang mati. Demikian juga daging sapi yang terinfeksi, jangan dikonsumsi.
Pengobatan:Untuk mencegah infeksi, digunakan antibiotik seperti penicilin, doxycycline, dan fluoroquinolones. Demam diturunkan dengan kompres dingin atau pemberian antipiretik.Jika gejala di atas dialami keluarga atau anggota masyarakat, segera bawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat.
Cara Penanggulangan Penyakit : Ternak yang sehat, tapi tinggal sekelompok dengan yang sakit diberi suntikan serum atau antibiotik, dan setelah kurang lebih 5 hari baru divaksin.Ternak yang sehat, 5-10 km dari daerah yang tercemar (pusat wabah) penyakit diadakan vaksinansi. Sedangkan ternak yang sakit pisahkan segera dari ternak yang sehat kemudian pengobatannya dengan serum dan atau kombinasi antibiotik (penicillium, Streptomycin, Oxitetracyclin, Chloramphenicol) atau terapi (Sulametazine, Sulafanilamide, Sulafapyridin dan lain-lain). Setelah penderita sembuh dapat dilakukan pencegahan dengan divaksinasi.
Bagi ternak yang sudah mati akibat anthrax, dibakar, diberi desinfektan kemudian dikubur. Sedangkan bangkai yang sudah terlanjur dikubur, tanahnya dibuka kembaIi, tanah galian diberi desinfektan dan kapur, serta bangkai dibakar, kemudian kuburan kembali ditutup. Susu yang berasal dari ternak sakit harus dimusnahkan, dibuang dengan dicam-pur larutan formalin.Yulia Tri S -PP Madya
Sumber:
1. H:\Bahan-bahan peternakan\Dinas Peternakan dan Keshatan Hewan Kalimantan Barat ANTHRAX Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat.mht
2. Situs Web: http://www.ristek.go.id
3. adicandrapolinelablog...

Tanggal Artikel : 27-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Menjaga Kesehatan Sapi Simmental
  2. Kesehatan Sapi Madura
  3. Manfaat Daging Sapi Bagi Tubuh Manusia
  4. Upaya Penanganan Kesehatan Sapi Bali