Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

PAKAN SAPI FRISIAN HOLSTEIN (FH) JANTAN

Sapi Grisian Holstein (FH) merupakan sapi introduksi dari negeri Belanda. Warna belang hitan dan putih dengan segitiga putih di bagian dahi dan tidak berpunuk, merupakan ciri khusus dari sapi ini. Sapi FH biasa dipelihara sebagai sapi perah, namun demikian sapi ini memiiliki pertambahan berat badan yang cukup tinggi, yaitu mencapai 1.1 kgper hari, sehingga sapi FH jantannya sering dipelihara untuk digemukkan sebagai sapi potong. Agar sapi FH jantan yang dipelihara sebagai sapi potong dapat berkembang dengan baik, maka perlu diberi pakan sebagaimana sapi potong.
Kebutuhan Gizi
Pemberian pakan pada sapi perlu disesuaikan dengan kebutuhan zat gizi sapi dan pertambahan bobot yang diinginkan. Sedapat mungkin digunakan bahan pakan yang ada di sekitar peternakan, kecuali bila terdapat pakan yang harganya murah seperti bungkil kedelai, tepung ikan maupun tepung tulang.
Jenis Pakan
Pakan Hijauan: Pakan hijauan yang berkualitas tinggi diantaranya leguminosa dan daun umbi-umbian. Kelompok hijauan berkualitas sedang diantaranya rumput lapangan dan rumput gajah sedangkan yang berkualitas rendah diantaranya jerami padi, jerami jagung dan pucuk tebu. Pakan hijauan dibagi menjadi hijauan segar, hijauan kering dan silase. Hijauan kering dibuat degan mengurangi kadar air sehingga tahan lama dan dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau. Sedangkan silase dibuat dengan cara menutup rapat hijauan (kedap udara) selama 2-3 minggu sehingga terjadi proses fermentasi. Pembuatan silase dapat dengan kantong plastik tebal, gentong plastik atau dalam lubang tanah yang telah dialasi plastik. Contoh silase yang telah umum yaitu silase jagung, silase rumput dan silase jarami padi. Apabila hijauanyang berkualitas baik banyak tersedia, sebaiknya digunakan hijauan hingga 85-100 %.
Pakan Konsentrat: Pakan konsentrat adalah campuran bahan pakan (ransum) dengan kandungan protein lebih besar dari 18 % Contoh bahan penyusunan pakan konsentrat diantaranya dedak padi, onggok (ampas singkong), ampas tahu, ampas bir, bungkil kedelai dan bungkil kacang tanah. Contoh pakan konsentrat dapat berupa campuran ampas tahu, bungkil kedelai dan urea, atau campuran singkong (gaplek) , ampas tahu dan dedak.
Pakan Tambahan: Pakan tambahan seperti vitamin, mineral, urea, CaCO3, Ca3 (PO3)2 dan garam dapur perlu ditambahkan untuk melengkapi kebutuhan pakan sapi sebesar 1% dari total ransum yang diberikan.
Kadar dan Tata Cara Pemberian Pakan.
Pemberian jumlah pakan sapi disesuaikan dengan berat badan sapi. Setiap hari sapi memerlukan 10 % (berat basah) atau 3 % (berat kering) dari berat badannya. Komposisi pakan hijauan, konsentrat dan pakan tambahan sebagai berikut: Hijauan 5 % (berat basah) atau 1.5 % (berat kering) dari bobot sapi, konsentrat 5 % (berat basah) atau 1.5 % (berat kering) dari bobot sapi dan pakan tambahan 1 % dari total ransum. Cara pemberiannya yaitu pakan konsentrat (ransum) diberikan sebelum pemberian pakan hijauan, agar nafsu makan sapi meningkat. Selain itu diberikan juga mineral sebagai penguat berupa garam dapur dan kapur.
Formulasi Pakan
Pakan Konsentrat dari Ampas Tahu: Ampas tahu merupakan sumber protein tinggi dan mampu meningkatkan nafsu makan sapi sehingga untuk daerah penghasil tahu, ampas tahu ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan konsentrat.
Komposisi pakan konsentrat ampas tahu yang diberikan pada sapi yaitu jerami padi 29 kg per hari, ampas tahu 5 kg per hari, dedak 0.5 kg per hari dan vitamin diberikan seminggu 2 kali pada pagi, siang dan sore sebanyak satu sendok makan.
Pakan Konsentrat dari Limbah Perkebunan: Libah perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa sawit, dan mete dapat diolah menjadi pakan ternak. Pakan dari limbah perkebuinan akan berfungsi sebagai bahan penyusun pakan konsentrat.
Proses pengolahan limbah perkebunan menjadi pakan ternak sebagai berikut: siapkan limbah kakao yang telah dicacah di wadah fermentasi, kemudian tebarkan limbah setebal 5-10 cm , siram dengan larutan starer secara merata, demikian seterusnya hingga seluruh bahan basah. Tutup limbah dengan karung goni atau plastik dan dilakukan fermentasi selama 5-6 hari. Fermentasi yang berhasil ditandai dengan ciri warna permukaan limbah menjadi kecoklatan atau kehitaman dan jika dicium tidak berbau atau sedikit berbau manis seperti tape. Buka tutup wadah fermentasi, dan keringkan di bawah sinar matahari selama 2-3 hari. Jika menggunakan alat pengering (dryer), oven dengan suhu 80 ® C. Libah ini dapat segera diberikan kepada ternak. Limbah dapat juga digiling hingga menjadi tepung agar tahan disimpan dalam waktu yang lama.
Air Minum: Air minum yang diberikan harus bersih dan tersedia setiap saat. Tempat air minum dibuat permanen berupa bak semen yang letaknya sedikit lebih tinggi dari permukaan lantai. Kebutuhan air minum pada sapi mencapai 70 l/ekor/hari.
Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya.
Sumber: Petunjuk praktis menggemukkan domba, kambing, dan sapi potong. Oleh Tim Penggemjot peningkatan berat badan harian ternak dan tim meramu sendiri pakan konsentrat. Redaksi Agromedia 2009.

Tanggal Artikel : 27-01-2011

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pakan Sapi Peranakan Simmental
  2. Pakan Sapi Potong Peranakan Ongole Yang Baik
  3. Pakan Sapi Potong (sapi Sahiwal)
  4. Menyediakan Pakan Sapi Angus Yang Baik