Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

Pakan Ternak Berbahan Dasar Limbah Tebu

Sumber Gambar: data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/

Limbah perkebunan tebu dan industri olahannya terdiri dari pucuk tebu, daun kletekan dan sogolan, ampas tebu, blotong, dan tetes. Berdasarkan hasil penelitian, limbah tebu mempunyai kandungan gizi dan senyawa yang dibutuhkan oleh hewan ternak. Pakan ternak yang dapat dibuat dari limbah tebu diantaranya adalah pucuk tebu, wafer pucuk tebu, pellet pucuk tebu, daun kletekan dan sogolan, ampas tebu, empulur ampas tebu dan blotong.
Pucuk Tebu
Pucuk tebu bisa digunakan sebagai pakan hewan ternak secara langsung, terutama untuk sapi. Bila dilihat kandungan gizinya, pucuk tebu ini memang kurang memadai untuk dijadikan sebagai pakan ternak, namun untuk mencukupi kebutuhan gizinya dapat ditambah dengan pakan suplemen. Pucuk tebu yang bisa kita manfaatkan untuk pakan ternak adalah bagian ujung atas batang tebu serta 5-7 helai daun yang sudah dipotong dari tebu yang memang dipanen untuk tebu bibit atau tebu giling
Wafer Pucuk Tebu
Wafer pucuk tebu adalah pucuk tebu yang diawetkan dengan proses pengeringan secara cepat sampai kadar air mencapai 9-12%, dan selanjutnya ditekan dengan tekanan yang tinggi menjadi berbentuk balok. Wafer pucuk tebu ini bisa dikonsumsi sebanyak 2% dari berat badan sapi, sedangkan kalau pada ternak domba dan kambing bisa kita berikan masing-masing 2.4% dan 2.9% dari berat badannya.
Pellet Pucuk Tebu
Dalam usaha peternakan sapi, pemberian pakan pellet ini cukup menguntungkan, karena bisa mempercepat kenaikan berat badan sapi. Pada sapi perah, pemberian pellet ini bisa menurunkan kadar lemak susu, sehingga susu sapi yang dihasilkan akan rendah lemak (low-fat).
Pellet pucuk tebu ini bisa dibuat dengan cara memotong-motong pucuk tebunya, terus kita keringkan. Potongan pucuk tebu yang kering ini kemudian kita giling dengan menggunakan mesin pellet untuk pakan ternak. Kalau dalam skala industri biasanya untuk bisa menghasilkan 1 ton pellet dengan kadar air sekitar 9-11% dibutuhkan 4 ton pucuk tebu segar.
Daun Kletekan dan Sogolan
Daun kletekan bisa kita peroleh dengan cara melepaskan 3-4 daun tebu pada saat tebunya berumur 4 bulan, 6 bulan, dan 8 bulan, yang biasanya disebut dengan kletekan 1, 2, dan 3. Daun kletekan ini bisa kita manfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia (sapi, kambing, domba) yang bisa sangat potensial untuk didayagunakan, baik secara langsung maupun diolah terlebih dahulu.
Sogolan adalah tunas-tunas tebu yang banyak diperoleh pada areal tanam yang mendapat irigasi yang baik. Sogolan ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber pakan ternak yang potensial untuk bisa didayagunakan, baik secara langsung atau diolah dulu.
Ampas Tebu
Ampas tebu masih bisa kita manfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Ampas tebu bisa digunakan untuk menggantikan sebagian hijauan pakan ternak, karena mikroorganisme dalam pencernaan ternak ruminansia itu mempunyai kemampuan untuk memfermentasikan serat kasar sebagai sumber energi. Kalau kita lihat dari segi kandungan gizinya, ampas tebu ini masih belum memenuhi persyaratan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok apalagi produksi, sehingga harus ditambah dengan suplemen.
Empulur Ampas Tebu
Empulur ampas tebu berasal dari ampas tebu yang sudah diambil seratnya untuk keperluan bahan serat pabrik kertas. Empulur ampas tebu tersebut mengandung bahan berserat tinggi, lebih cocok sebagai sumber serat bagi ternak daripada sebagai konsentrat. Empulur ampas tebu ini juga bisa dimanfaatkan sebagai penyerap tetes dalam pakan ternak.
Empulur ampas tebu tidak mungkin digunakan sebagai pakan ternak secara tunggal karena kapatabilitasnya rendah. Amoniasi empulur ampas tebu dengan urea merupakan upaya delignisasi karena lignin dalam empulur ampas tebu cukup tinggi sehingga membatasi palatabilitasnya sebagai pakan. Amonisasi empulur ampas tebu dengan urea merupakan upaya delignisasi, karena lignin dalam empulur ampas tebu cukup tinggi sehingga membatasi kapabilitasnya sebagai pakan. Amonisasi empulur ampas tebu juga dapat meningkatkan kendungan protein non nitrogen. Amonisasi dilakukan selama 3 minggu, dengan kadar urea 6 % dari batang kering. Empulur ampas tebu amoniasi ini dapat digunakan sebagai pengganti sebagian hijauan tetapi dalam pemberiannya kepada ternak harus di campurkan ke dalam pakan konsentrat. Untuk sapi potong, empulur ampas tebu dapat menggantikan setengah bagian hijauan, sedang untuk sapi perah dapat menggantikan 15 % dari hijauan.
Empulur ampas tebu ini dapat dimanfaatkan sebagai penyerap tetes dalam pakan ternak. Empulur ampas tebu tidak mungkin digunakan sebagai pakan ternak secara tunggal karena kapatabilitasnya rendah. Amoniasi ampulur ampas tebu dengan urea merupakan upaya delignisasi karena lignin dalam empulur ampas tebu cukup tinggi sehingga membatasi palatabilitasnya sebagai pakan. Amonisasi empulur ampas tebu juga dapat meningkatkan kandungan kandungan protein non nitrogen.
Blotong
Blotong adalah serat tebu yang bercampur kotoran yang bisa kita pisahkan dengan proses penapisan dalam proses klarifikasi nira, atau singkatnya blotong adalah hasil samping dari proses pemurnian gula yang berbentuk endapan nira. Komposisi Blotong terdiri dari sabut, wax dan fat kasar, protein kasar, gula, total abu, SiO2, CaO, P2O5 dan Mg O. Selain bisa digunakan sebagai pupuk organik, blotong juga bisa digunakan untuk pakan ternak. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).
Sumber:
1. https://jualmesinpencacahrumput.wordpress.com/2016/08/22/cara-membuat-pakan-ternak-ruminansia-berbahan-dasar-tebu
2. https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/PROSIDING_SNST_FT/article/view/1087
3. ww.pgpoerwodadie.com/2015/08/empulur-ampas-tebu-sebagai-penyerap.html

Tanggal Artikel : 06-12-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pakan Sapi Frisian Holstein (fh) Jantan
  2. Pakan Sapi Peranakan Simmental
  3. Pakan Sapi Potong Peranakan Ongole Yang Baik
  4. Pakan Sapi Potong (sapi Sahiwal)