Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

Memanfaatkan Limbah Sawit sebagai Pakan Ternak

Sumber Gambar: 3. http://www.ternakonline.com/bungkil-sawit-dari-limbah-sawit-untuk-pakan-sapi/

Saat ini pembangunan bidang peternakan diarahkan pada peningkatan produksi ternak untuk pemenuhan kebutuhan daging yang dari tahun ke tahun, permintaannya terus meningkat. Untuk itu perlu diupayakan agar pengembangan usaha di bidang peternakan terus meningkat. Keberhasilan pengembangan peternakan tersebut sangat ditentukan oleh penyediaan pakan ternak. Upaya peningkatan produksi ternak tidak cukup hanya dengan memberikan rumput alam saja, tetapi perlu adanya pakan tambahan. Permasalahan yang selama ini dialami oleh peternak adalah mahalnya harga pakan yang dikarenakan tingginya komponen bahan pakan dari luar Indonesia, misalnya bungkil kedelai dan tepung ikan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya lokal sebagai sumber bahan pakan alternatif, terutama bahan baku sumber protein dan energi. Bahan baku dimaksud, diharapkan tersedia secara kontinyu, melimpah, murah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, secara ekonomi menguntungkan, dan secara sosial dapat diterima masyarakat. Salah satu bahan pakan yang saat ini cukup potensial adalah produk samping perkebunan kelapa sawit. Industri kelapa sawit menghasilkan limbah yang berpotensi sebagai pakan ternak, seperti pelepah daun sawit, bungkil inti sawit, serat perasan buah, tandan buah kosong, dan solid. Sawit..
Potensi limbah sawit untuk pakan ternak.
Pelepah daun sawit: Rata-rata dalam satu hektar lahan kelapa sawit ditanami 130 pohon, dan setiap pohon menghasilkan 22 pelepah/ tahun. Setiap pelepah yang rata-rata bobotnya 5 kg. Dalam satu hektar lahan kelapa sawit produktif dapat menghasilkan 9 ton pelepah segar setiap tahun atau setara dengan 0,66 ton atau 660 kg bahan kering per tahun. Sementara Satu ekor sapi Bali dewasa dengan bobot hidup 250 kg membutuhkan bahan kering 8,75 kg/hari.
Lumpur sawit (solid decanter): merupakan limbah sawit yang paling disukai oleh ternak sapi diantara limbah sawit lainnya. Solid dapat diberikan pada sapi dalam bentuk segar maupun difermantasi bersama bahan lain.
Bungkil inti sawit: Bungkil inti sawit merupakan bahan baku pakan yang cukup potensial sebagai sumber protein berkisar 18-22%. Salah satu kelemahan dari bungkil inti sawit untuk digunakan sebagai bahan baku pakan ternak adalah nilai palatabilitasnya yang relatif rendah disebabkan kandungan serat lebih tinggi dibandingkan bahan pakan sumber protein lainnya. Pemberian bungkil inti sawit tidak direkomendasikan dalam bentuk tunggal karena dapat mengganggu organ pencernaan sapi, tetapi dianjurkan bersamaan dengan bahan pakan lain.
Teknologi pakan sapi berbasis limbah kelapa sawit
Ada empat macam perlakuan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas limbah sawit yaitu perlakuan fisik, kimia, fisik dan kimia, serta biologi.

Perlakuan fisik berupa pemotongan, penggilingan, perendaman, perebusan, dibuat pelet atau penjemuran/pengeringan ; perlakuan kimia yaitu menggunakan bahan kimia misalnya NaOH, Ca (OH)2, amonium hidroksida, urea, sodium karbonat, sodium klorida dan lain-lain; perlakuan fisik dan kimia adalah menggabungkan kedua cara di atas ; perlakuan biologi dilakukan dengan menambah enzim, jamur, bakteri atau lainnya.
Pakan sapi dari pelepah sawit dibuat dengan cara merajang pelepah dan daun kelapa sawit, kemudian dicampur dengan bungkil inti sawit, dan dedak padi.
Pakan sapi dari bungkil inti sawit dibuat dengan cara melakukan proses fermentasi. Proses Fermentasi bungkil inti sawit untuk pakan ternak dengan Jamur dan Bakteri seperti Rhizopus oligosparus, Aspergilus niger, atau Eupenicilium javanicum bisa menurunkan nilai serat kasar, dan dapat meningkatkan nilai protein dari bungkil inti sawit, serta meningkatkan kecernaannya. Jika peternak sulit mendapatkannya, peternak dapat mengunakan probiotik yang beredar di pasaran seperti: SOC (Suplemen Organic Cair) dari PT HCS, Probitik Tangguh, EM4, Starbio, dll.
Nilai Nutrisi Limbah Sawit
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak, diantaranya adalah kandungan nutrisi. Bungkil inti sawit ini adalah salah satu bagian hasill ikutan pemrosesan inti sawit. Hasil ikutan ini dapat mencapai 45% dari inti sawit. Bungkil sawit memiliki banyak keunggulan nilai nutrisi dibandingkan onggok, jagung, kulit kopi, ampas sagu, kulit kacang, gaplek, rerumputan, bungkil rumput laut dan banyak lagi, Jika kita lihat dari nilai unsur kimianya, bungkil inti sawit mengandung 14-17% protein, Serat kasar 12-18% dan lemak 10,5%. Oleh karena itu, bungkil inti sawit sangat baik untuk dimanfaatkan untuk pakan ternak. Pada sapi perah bungkil inti sawit ini bisa digunakan 65% dari bahan ransum, jagung 25%, dan bungkil kedelai 10%. Sedangkan pada sapi potong dapat dipakai hingga 70% pada ransum pakan ternak. Jika peternak memberikan pada domba sebanyak 30%, dengan hanya memberikan rumput bisa meningkatkan bobot pertumbuhan dari 30g dalam satu hari, sedangkan dengan memberikan bungkil inti sawit, bobot domba bisa meningkat menjadi 70g/ekor/hr.
Dalam ternak unggas, pemanfaatan Bungkil Inti Sawit hanya sekitar 5-15%, dikarenakan serat kasarnya yang sangat tinggi dan system kecernaannya yang rendah. Untuk ayam petelur bisa digunakan 10-15%, hal ini dikarenakan system pencernaan ayam petelur yang lebih baik dari ayam pedaging. Kegunaan lain penggunaan bungkil insti sawit pada ayam juga bermanfaat sebagai pengendali baktari jahat yaitu: Salmonella ke-dougou. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).
Sumber:
1. https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/690-teknologi-pakan-sapi-berbasis-limbah-kelapa-sawit
2. https://www.peternakankita.com/bungkil-inti-sawit-untuk-pakan-ternak/
3. http://www.ternakonline.com/bungkil-sawit-dari-limbah-sawit-untuk-pakan-sapi/
4. http://boosterfish.com/bungkil-sawit-untuk-pakan-sapi/

Tanggal Artikel : 04-12-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Fermentasi Ampas Tebu Untuk Pakan Ternak
  2. Pakan Ternak Berbahan Dasar Limbah Tebu
  3. Pakan Sapi Frisian Holstein (fh) Jantan
  4. Pakan Sapi Peranakan Simmental