Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Sayuran >> Bawang Merah

VARIETAS UNGGUL BAWANG MERAH YANG COCOK DIBUDIDAYAKAN DI LAHAN GAMBUT

Sumber Gambar: Google.com

Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) adalah salah satu komoditas pertanian yang dapat tumbuh dengan baik didataran rendah, menengah hingga dataran tinggi. Sehingga pengembangan lahan budidaya bawang merah sangat terbatas. Padahal produksi bawang merah dalam negeri belum memenuhi permintaan pasar, sehingga sering terjadi lonjakan harga yang sangat tinggi. Untuk meningkatkan produksi bawang merah harus dilakukan pengembangan lebih luas lahan budidaya bawang merah. Seperti di Pulau Kalimantan misalnya, masih terdapat lahan yang sangat luas untuk pengembangan lahan pertanian. Tetapi lahan tersebut mayoritas adalah lahan gambut yang tidak dapat ditanami sebagian besar komoditas pertanian, termasuk tanaman bawang merah. Untuk mengatasi hal tersebut Badan Litbang Pertanian telah melakukan berbagai upaya pengembangan luas lahan budidaya bawang merah.
Upaya tersebut antara lain dengan melakukan terobosan mengembangkan bawang merah dispesifik lahan gambut pada kondisi diluar musim (curah hujan tinggi). Uji coba budidaya bawang merah di lahan gambut tersebut telah dilakukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Uji coba dilakukan di lahan gambut seluas 2000 m2 pada iklim ekstrim basah (musim hujan). Varietas yang diuji coba antara lain Sembrani, Maja Cipanas, Bima Brebes, katumi, mentes, Trisula dan Manjung. Dari hasil uji coba diketahui 4 varietas diantaranya yaitu Sembrani, Maja Cipanas, Bima Brebes dan Trisula memiliki adaptasi yang baik di lahan gambut dan tahan terhadap curah hujan tinggi.
1. Varietas Bawang Merah Sembrani
Varietas Sembrani ini sudah bisa di panen pada umur 54-56 hari setelah tanam. Jumlah produksinya tinggi, yakni mencapai 23-24,4 ton/ha umbi kering dengan susut bobot umbi 25,45 % dari bobot panen basah. Daunnya berwarna hijau muda, berbentuk silindris agak pipih ditengah. Umbinya berwarna merah pucat,umbi berbentuk bulat bagian leher agak besar. Toleran terhadap hama dan penyakit dan adaftif (cocok) dibudidayakan di lahan gambut pada iklim ekstrim basah (curah hujan tinggi).
Dari hasil uji coba yang dilakukan pada lahan gambut di musim hujan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, varietas sembrani mampu menghasilkan umbi basah 18,7 ton per hektar. Sembrani merupakan varietas yang paling tinggi produksinya dari beberapa varietas lainnya yang diuji cobakan.
2. Varietas Bawang Merah Maja Cipanas
Varietas Tanaman ini mulai berbunga pada umur 50 hari, sedang masa panen mencapai umur 60 hari. Tinggi tanaman berkisar antara 24,3-43,7 cm (34,1 cm). Secara alami tanaman agak mudah berbunga. Jumlah anakan 6-12 umbi per rumpun. Bentuk daun silindris berlubang. Warna daun, hijau agak tua. Banyak daun berkisar antara 16-49 helai. Bentuk bunga seperti payung, bunga berwarna putih. Banyak buah per tangkai 60-100 (81). Banyak bunga per tangkai 100-130 (128). Banyaknya tangkai bunga per rumpun 2-7. Bentuk biji bulat, gepeng, berkeriput. Warna biji hitam. Bentuk umbi bulat dengan warna merah tua. Produksi umbi kering 10.9 ton/ha. Susut bobot umbi (basah-kering) 24,9%. Cukup tahan terhadap busuk umbi (Botrytis alli). Peka terhadap penyakit busuk ujung daun (Phytophthora porri). Kultivar ini baik untuk dataran rendah dan dataran tinggi.

3. Varietas Bawang Merah Bima Brebes
Varietas lokal asal Brebes ini sudah sudah bisa di panen pada umur 60 hari setelah tanam. Jumlah produksinya tergolong tinggi, yakni mencapai 10 ton/ha umbi kering dengan susut bobot umbi 22 % dari bobot panen basah. Daunnya berwarna hijau, berbentuk silindris, dan berlubang. Umbinya berwarna merah muda, berbentuk lonjong, dan bercincin kecil pada leher cakramnya. Bima Brebes resisten terhadap penyakit busuk umbi (Botrytis allii), tetapi peka terhadap penyakit busuk daun (Phytophtora porii). Daerah penanamannya lebih cocok di dataran rendah.

4. Varietas Bawang Merah Trisula
Bawang Merah Trisula memiliki umur Panen berkisar 55 hari. Potensi Hasil dari bawang ini adalah sekitar antara 6,50 sampai dengan 23,21 ton/ha. Bawang ini mampu bertahan sampai 5 bulan dalam keadaan normal. Dengan adanya keunggulan bawang yang memiliki daya tahan yang lama, dapat meningkatkan produksi pangan khususnya sebagai salah satu Sembilan bahan pokok pangan dalam masyarakat.

 

Sumber : 1. Alwi, M, Y. Lestari, dan M. Noor, 2006. Teknologi budidaya sayuran di lahan gambut. Dalam M. Noor, I. Noor dan SS. Antarlina (eds). Budidaya Sayuran di Lahan Rawa : Teknologi Budidaya dan Peluang Agribisnis. Monograf Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa. Banjarbaru
2. http:// balitsa.litbang.pertanian.go.id/ Varietas Bawang Merah.html..
3 www.litbang.pertanian.co.id. Berbagai Varietas Bawang Merah.2012
4. https://mitalom.com/jenis-jenis-bawang-merah-yang-cocok-dibudidayakan-dilahan-
gambut/


Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id

 

Tanggal Artikel : 06-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Bawang Topo Cegah Erosi Lahan
  2. Hama Utama Bawang Merah Dan Pengendaliannya Secara Organik
  3. Meyiapkan Media Tanam Jamur Kuping Yang Baik Dan Benar
  4. Penyakit Utama Bawang Merah Dan Cara Pengendalian Organik