Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Pisang

PERBANYAKAN BENIH PISANG KONVENSIONAL

Sumber Gambar: Badan Litbang Pertanian


Salah satu ukuran keberhasilan usaha agribisnis buah-buahan berawal dari benih yang berkualitas dari varietas unggul. Varietas unggul merupakan salah satu komponen penting untuk mendukung keberhasilan usaha tani buah. Salah satu misi Balitbu Tropika yaitu menghasilkan varietas tanaman yang berkualitas yang dapat meningkatkan pendapat petani buah, Balit telah menghasilkan varietas unggul pisang yang dilepas ke masyarakat dengan nama varietas Ketan-01, Rajasiem, Kepok tanjung, Raja kinalun, dengan keunggulan dalam produksi , toleran hama penyakit utama, dan baik untuk pisang segar maupun pisang olahan. Dalam perbanyakan benih pisang perlu diperhatikan :

1. Pohon Induk
Perbanyakan benih pisang bebas penyakit diperlukan pohon induk yang produksi dan kualitasnya tinggi serta berasal dari areal pertanaman yang benar-benar bebas dari penyakit. Pohon induk telah terdaftar di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) sehingga terjamin kemurnian (jenis dan varietasnya) dan bebas dari penyakit menular.

2. Cara Perbanyakan
Teknologi perbanyakan benih pisang umumnya menggunakan metode konvensional untuk menghasilkan tanaman baru, metode itu adalah belahan bonggol (Bit), dan mematikan titik tumbuh.

Metode perbanyakan dengan Belahan bonggol (Bit)
• Pilih bonggol pisang yang telah dipanen dari pohon yang sehat, kemudian dibelah akan kelihatan warnanya putih dan tidak berbau busuk, tidak ada bekas penggerek bonggol, dan bersihkan dari kotoran dan akar yang masih menempel.
• Bonggol dipotong menurut mata tunas dengan ukuran 12 x 12 x 10 cm, kemudian direndan dalam campuran larutan fungisida dengan bahan aktif Benomyl dan insektisida bahan aktif monochrotophos dengan dosis 2gr/l, dan 2cc/l, direndam 10-15 menit, benih dapat langsung disemai dipolibag uk.35 x 45cm atau pada seedbag uk.100 x 200 cm, dengan media campuran tanah humus, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 ( v/v).
Setelah bibit semai di polibag, letakan pada tempat teduh/naungian setengah bayangan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua dipindahkan bibit tersebut ke tempat terbuka. Perawatan selama bibit, diperlukan perawatan seperti penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembababan tanah, dan setelah berumur 2,5 - 3 bulan benih siap ditanam ke lapang.
3. Legalisasi Mutu
menambah kepercayaan para konsumen (petani pemakai benih) mengenai mutu benih yang akan dipasarkan perlu adanya legalisasi tentang mutu dengan cara memberikan label/ sertifikat setiap benih yang akan disalurkan.

Tahapan pelaksanaan pelabelan benih:
? Pemeriksaan lapangan bertujuan untuk mengetahui kebenaran sumber benih atau pohon induk dan teknis pelaksanaan perbanyakan benih.
? Pemasangan label dilakukan setelah calon benih telah lulus pemeriksaan lapangan.

Waktu pemeriksaan lapangan sebagai berikut:
? Pemeriksaan pendahuluan: dilakukan sebelum pengambilan tunas;
? Pemeriksaan I: dilakukan saat pelaksanaan pengambilan tunas;
? Pemeriksaan II: dilkakukan saat proses pemeliharaan;
? Pemeriksaan III: dilakukan 7 hari sebelum salurkan.

Persyaratan untuk pengajuan pelabelan:
? Pengajuan permohonan pelabelan dilakukan 10 hari sebelum pengambilan tunas;
? Surat permohonan pelabelan dilampiri dengan : Bukti asal usul benih sumber;
Peta/denah lokasi penangkaran;

Sumber :
1. Buku Teknologi Budidaya Pisang – Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2008
2. Sukarsa, E. Dan Hidayat, Y. 2008. Modul Pembenihan Tanaman Pisang. Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembasng, Badan Pengembangan SDM Pertanian.
3. https://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/273-perbanyakan-benih-pisang-konvensional-mematikan-titik-tumbuh-dan-belahan-bonggol-bit#


Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id

 

Tanggal Artikel : 06-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pisang Kepok Tanjung, Varietas Unggul Tahan Penyakit Layu
  2. Teknologi Pengolahan Tepung Pisang
  3. Teknologi Pengolahan Tepung Pisang
  4. Teknologi Pengelolaan Lahan Alang-alang Untuk Kebun Pisang