Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Aneka Tanaman Tahunan

FAKTOR YANG MENENTUKAN PRODUKSI CENGKEH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

Sumber Gambar: 7. https://www.inspirasipertanian.com/2017/10/budidaya-cengkeh-hingga-proses.html

Indonesia penghasil cengkeh di dunia, kontribusi dengan produksi 79,25 ribu ton/tahun. Pusdatin Kementan (2014) mengemukakan bahwa penghasil cengkeh terbesar adalah perkebunan rakyat dan terjadi penurunan luas areal cengkeh yang cukup signifikan. Luas areal produksi cengkeh terbesar di Indonesia berasal dari Sulawesi dan Maluku. Supriadi dan Nurliani (2015) mengemukakan bahwa kedua daerah tersebut memberikan kontribusi 54%.
Budidaya tanaman cengkeh banyak diusahakan oleh petani perkebunan dalam berbagai jenis tanah. Pada beberapa daerah sentra cengkeh banyak diusahakan pada tanah podsolik merah kuning. Tanah jenis ini diketahui memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah. Usman Daras, dkk (2009) mengemukakan bahwa pada tanah podsolik merah kuning memiliki keterbatasan kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Selain itu tanah memiliki ph yang rendah. Untuk itu diperlukan upaya dalam meningkatkan kesuburan tanah agar produksi tanaman cengkeh dapat berjalan dengan baik. Dilakukan pengkajian daerah sentra tanaman Cengkeh Jasinga kabupaten Bogor yang melaksanakan budidayakan pada tanah podsolik merah kuning.
1. Penggunaan benih yang berkualitas tinggi
Dalam pengembangan cengkeh tentu membutuhkan benih yang bermutu dan berkualitas tinggi. Untuk memperoduksi benih dibutuhkan suatu inovasi teknologi agar benih yang dihasilkan berkualitas tinggi. Benih sebagai bagian pertumbuhan. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik. Benih yang baik relatif lebih berat. Hal ini disebabkan beih mengandung cadangan makanan yang cukup.
Produksi benih cengkeh dapat diperoleh melalui perbanyakan benih dengan biji atau dikenal dengan istilah generatif. Pertumbuhan benih melalui biji memerlukan perhatian khusus. Ketersediaan unsur hara dan perawatan menjadi faktor penting. Hal penting lainnya adalah benih perlu diberikan stimulus agar pertumbuhannya dapat optimum. Dalam memproduksi benih, penggunaan zat pengatur tumbuh diperlukan agar mendapatkan benih yang baik.

2. Pemberian pupuk tunggal pada tanaman cengkeh
Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemberian pupuk NPK. Pada jenis tanah ini, pemberian dosis NPK dengan penggunaan pupuk tunggal seperti 1,8 kg urea, SP 36 sejumlah 1,4 kg, dan KCL 2,7 kg/pohon/tahun dapat menghasilkan 5,55 kg/pohon atau 780 kg/ha bila diasumsikan dalam 1 hektar terdapat 140 pohon. Hasil ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan pada cara petani dalam melaksanakan budidaya cengkeh pada daerah tanah podsolik merha kuning. Pada umumnya petani hanya melaksanakan budidaya cengkeh dengan menggunakan pupuk majemuk NPK dengan jumlah 5 kg/pohon. Cara petani diketahui dapat menghasilkan cengkeh kering 4,36 kg/pohon bila diasumsikan 140 pohon/hektar maka cengkeh yang dihasilkan 600 kg.
Hasil ini sangat menggembirakan. Hal penting yang menjadi temuan yaitu adanya peningkatan disebabkan pemberian dosis Kalium (Kcl) yang lebih tinggi. Pada lokasi penelitian diketahui bahwa penambahan dosis pupuk kalium/pohon/tahun dapat memberikan kontribusi pada kenaikan produksi cengkeh.
3. Pengelolaan tanaman cengkeh
Tanaman cengkeh memiliki hasil yang baik atau berbunga lebat bila terdapat periode kering 2-4 bulan lalu terdapat curah hujan yang yang baik sehingga mendukung pembentukan primordial bunga. Iklim yang mendukung sangat mempengaruhi pembentukan bunga tanaman cengkeh selain pemupukan. Hasil ini sejalan dengan (Ruhnayat, 2014) yang mengemukakan bahwa peranan unsur iklim seperti intensitas penyinaran, curah hujan, suhu udara dan kelembapan nisbi mempengaruhi pembentukan bunga.
4. Hama dan Penyakit Tanaman Cengkeh
Berbagai hama dan penyakit tanaman cengkeh harus dicegah sehingga memiliki pertumbuhan yang baik. Beberapa hama penyakit utama yang harus dapat dikendalikan adalah seperti: (1) kutu daun; (2) penggerek ranting/batang; (3) penggerek cabang; (4) penyakit mati bujang; (5) dan penyakit busuk akar. Petani harus mengetahui dengan baik ciri-ciri tanaman yang terserang hama dan penyakit.
Beberapa hal yang dapat diupayakan adalah: (1) petugas pertanian harus proaktif dalam menyampaikan program Penanganan perkebunan pada sentra-sentra utama tanaman perkebunan; (2) petugas penyuluh pertanian diharapkan secara aktif melakukan diseminasi penanganan hama dan penyakit tanaman cengkeh; (3) Institusi pertanian di daerah menggalakkan pelatihan deteksi dini hama penyakit utama tanaman cengkeh dan cara pengendaliannya.
Demikianlah beberapa faktor yang menentukan dalam produksi cengkeh pada tanah podsolik merah kuning. Semoga bermanfaat.


Sumber:
Usman Daras, Rusli dan Juniaty Towaha, 2009. Pengaruh pemupukan NPK terhadap produksi cengkeh pada produksi cengkeh pada podsolik merah kuning Jasinga. Buletin Ristri Vol.1 (4) 2009
Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh Pertanian BBP2TP

Tanggal Artikel : 04-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Sagu ( Metroxylon Sp. )
  2. Syarat Pertumbuhan Tanaman Sagu
  3. Pembibitan Tanaman Sagu
  4. Pengolahan Media Tanam Sagu