Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Durian

PENANAMAN, PENGAIRAN, PEMUPUKAN, DAN PENYIANGAN TANAMAN DURIAN UNTUK BERPRODUKSI BAIK

Sumber Gambar: http://www.infotanaman buah.com/wp.cotent/uploads/2018/04/pupuk-npk-durian.jpg.

Di Indonesia durian menjadi salah satu buah unggulan, yang disukai banyak orang karena rasa daging buah yang enak dan aromanya yang khas. Disamping itu harganya masih dirasa tinggi oleh masyarakat, maka jika dikembangkan akan dapat menambah pendapatan. Tanaman durian dapat tumbuh baik dan berproduksi baik harus diperhatikan dalam budidaya yang baik, antara lain pada kegiatan penananam, pengairan, pemupukan, dan penyiangan.

Penanaman

Penanaman merupakan kegiatan menanam benih durian ke dalam lubang tanam yang telah dan tanaman siap tumbuh di lahan/kebun. Benih dan lubang tanam telah disiapkan sebelumnya. Penanaman benih durian sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan dan pada sore hari agar benih memperoleh udara sejuk pada malam hari dan tidak langsung terkena sinar matahari. Periksa lubang tanam yang telah dipersiapkan dalam keadaan bersih dan tidak tergenang air. Cara penanaman bibit durian yang baik sebagai berikut: 1) Lubang tanam yang telah dipersiapkan, di tengah-tengahnya dibuat lubang yang besarnya sesuai polybag; 2) Buka polybag dengan cara menggunting bagian samping yang dilanjutkan ke bagian bawah dengan hati-hati agar tanah tidak pecah; 2) Tanamlah benih durian yang telah dipersiapkan ke dalam lubang dengan posisi tegak lurus, lalu kembalikan tanah galian untuk menimbun benih sekitar 5 cm di atas pangkal batang dengan ditekan-tekan agar kuat; 3) Pasang ajir dari bambu atau batang kayu atau lainnya dan diikat tidak terlalu kencang dengan tali rapia; 4) Benih selesai ditanam, berikan naungan dari daun kelapa/alang-alang dan 5) Jika tanah dalam keadaan kering, lakukan penyiraman setelah penanaman.

Pengairan

Pengairan merupakan kegiatan untuk memberikan air sesuai kebutuhan tanaman durian. Kebutuhan air selama fase vegetatif/pertumbuhan sebanyak 4 – 5 liter per hari dan masa produktif/pembuahan sebanyak 10 – 20 liter per hari. Penyiraman dilakukan jika tidak ada hujan, yaitu 1 – 2 kali seminggu pada waktu pagi dan sore. Hindarkan pemberian air menjelang tanaman durian berbunga sampai pembentukan buah dan saat proses pematangan buah. Setelah buah durian dipanen, tanaman perlu banyak air untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal.

Pemupukan

Pemupukan merupakan pemberian tambahan unsur hara dalam tanah agar unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman durian sesuai dengan fase pertumbuhannya. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan untuk tanaman durian sebelum berbuah, yaitu: 1) Pada tahun ke-1 diberikan 2 kali, setiap kali pemupukan berupa 10 kg pupuk organik dan 20 – 40 gram NPK per pohon; 2) Tahun ke-2 diberikan 2 kali juga, setiap kali pemupukan berupa 10 kg pupuk organik dan 75 – 150 gram NPK per pohon; dan 3) Tahun ke-3-4 juga diberikan 2 kali, setiap kali pemupukan berupa 10 kg pupuk organik dan 200 – 300 gram NPK per pohon. Kemudian setelah tanaman durian berbuah, pupuk diberikan: 1) Setelah pemangkasan dengan 30 – 40 kg pupuk organik dan 1 kg NPK (16:16:16) per pohon atau dapat diganti dengan 335 gram Urea, 445 SP36, dan 265 gram KCl; 2) Saat pucuk mulai menua diberikan pupuk 1 kg NPK (16:16:16) per pohon atau dapat diganti dengan 335 gram Urea, 445 SP36, dan 265 gram KCl. Cara memberikan pupuk dilakukan dengan membuat alur/lubang melingkar sesuai tajuk tanaman terluar, setelah pupuk diberikan secara merata pada alur lalu ditutupdengan tanah kembali. Lalu lakukan penyiraman setelah pemupukan selesai.

Penyiangan

Penyiangan merupakan kegiatan pembersihan gulma di sekitar tanaman durian, sekaligus menggemburkan tanah sekitar pohon durian tetapi diupayakan tidak merusak akar. Penyiangan dilakukan jika telah tumbuh gulma di sekitar tanaman durian.

Demikian uraian tentang penanaman dan beberapa kegiatan pemeliharaan yang dapat sebagai acuan oleh petani dalam mengembangkan tanaman durian. Jangan lupa mencatat setiap kegiatan yang dilakukan dalam budidaya tanaman durian, sebagai dokumentasi untuk perbaikan pelaksanaan budidaya tanaman durian. Selamat mencoba, semoga sukses.

Penulis: Susilo Astuti H. – Pusluhtan.

 

Daftar Pustaka:
Anonim. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka. 2009.
Varietas Durian Nusantara. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2010.

 

 

Tanggal Artikel : 31-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pemangkasan, Penyerbukan Bantuan, Dan Penjarangan Buah Untuk Berproduksi Buah Durian Yang Baik
  2. Hama Tanaman Penyerang Durian Dan Pengendaliannya
  3. Tips Mengkombinasi Buah Durian
  4. Jenis Durian Unggul Dari Indonesia