Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia

Langkah-langkah membuat Skenario Film Pendek

Sumber Gambar: https://www.google.com

Dalam pembuatan sebuah film kita semua sering mendengar istiah skenario. Sebetulnya apa yang disebut skenario? Skenario itu adalah sebuah naskah cerita yang menguraikan urut-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog, yang disusun dalam konteks struktur dramatik.
Seorang penulis skenario dituntut untuk mampu menerjemahkan setiap kalimat dalam naskahnya menjadi sebuah gambaran imajinasi visual yang dibatasi oleh format pandang layar bioskop atau televisi. Adapun fungsi dari skenario adalah untuk digunakan sebagai petunjuk kerja dalam pembuatan film.
Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana membuat skenario video/ film pendek:
1. Ide Cerita
Video atau film merupakan cerita bergambar dan bersuara. Karena sebuah cerita, jadi kita harus punya cerita yang menarik untuk difilmkan.
Ide dalam menulis skenario film sangatlah penting. Sebuah film tidak akan diproduksi tanpa adanya skenario. Skenario tidak akan jadi tanpa adanya ide. Untuk itu ide harus digali atau dieksplorasi. Kita harus menggunakan inderan kita untuk al mendengar, merasa, melihat, mengecap, dan mencium ide apapun yang ada dari sekeliling kita. Sebaiknya ide yang ada di kepala langsung dituangkan ke dalam tulisan.

Ide bisa didapatkan dari banyak hal. Dari pengamatan, pengalaman dan lainnya. Nah, ide cerita sebaiknya ditulis dalam satu kalimat saja. Kemudian ide itu dikembangkan menjadi basic story.

Basic story atau cerita dasar biasanya berkisar setengah halaman saja atau tidak lebih dari satu halaman. Bisa juga dibuat menjadi sepuluh kalimat. Dalam basic story keterangan seperti tempat, waktu, tokoh-tokoh, problem-problem utama, serta penyelesaian dituliskan. Tentu sebelumnya kita harus tahu apa itu tempat, waktu, tokoh, problem dan solusi dari cerita.

2. Karakter
Karakter atau tokoh adalah merupakan salah satu unsur terpenting dalam skenario.Dalam skenario, karakter harus lebih dikembangkan secara lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. Perincian karakter dalam skenario biasanya meliputi nama peran, jenis kelamin, usia, ciri-ciri fisik, sifat/prilakunya, pendidikan, kebiasaan, hubungan dengan karakter yang lain.

3. Susun Sinopsisnya
Tahap selanjutnya adalah membuat sinopsis. Sinopsis adalah panduan untuk menulis cerita agar tidak ke mana-mana. Juga agar penulis tidak kehilangan arah. Sinopsis berisi cerita secara global yang sudah memuat tokoh-tokoh beserta gambaran karakternya, konflik dan penyebab konflik terjadi, juga penyelesaiannya. Berbeda dengan basic story, sinopsis lebih detail. Dialog juga bisa dimasukkan ke dalam sinopsis. Misalnya kalau dialog itu bisa memperkuat gambaran yang dimaksud. Namun, dialognya jangan terlalu panjang.
4. Menyusun Logline/Premis
Logline atau premis bertujuan untuk memperjelas film apa yang kita buat. Logline adalah sebuah kalimat yang berisi sinopsis dan sebuah "pancingan yang menarik" dari sebuah cerita. Log line bermula saat studio-studio Hollywood menyimpan banyak naskah yang dianggap menarik untuk sebuah film. Logline ditulis di cover, punggung atau dua-duanya.
5. Penyusunan Plot
Penyusunan plot yang merupakan alur cerita sangat diperlukan dalam menulis skenario. Struktur plot lazimnya terdiri dari 3 (tiga) babak yaitu set upatau awal konflik, confrontation atau komplikasi masalah, dan resolution atau penyelesaian masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario.
6. Membuat Outline Scene/ScenePlot
Outline adalah susunan urutan adegan per adegan secara lebih rinci. Jadi bisa dikatakan bahwa outline adalah penjabaran dari plot. Pembuatan outline scene/scene plot akan mempermudah pembuatan skenario. (Nurlaily).
Sumber :
- Gola Gong, Menulis Skenario Itu (Lebih) Gampang
- Richard Krevolin, Rahasia Sukses Skenario Film Box Office
- Sony Set, Jangan Cuma Nonton, Jadilah Penulis Skenario Profesional

Tanggal Artikel : 11-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mengenal Lebih Dalam Sistem Pertanian Terpadu (integrated Farming System)
  2. Model – Model Pertanian Terpadu
  3. Outline, Penjaga Alur Pikiran
  4. Tingkatkan Nilai Tambah Dan Daya Saing Petani Melalui Transformasi Kelembagaan Petani