Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Bibit

MENGOPTIMALKAN UMUR SAPIH PADA SAPI POTONG

Sumber Gambar: Sapi.co.id

Dalam industri sapi potong, manajemen pemeliharaan pedet merupakan salahsatu bagian dari proses penciptaan bibit sapi yang bermutu. Diperlukan penanganan yang tepat mulai dari pedet lahir sampai mencapai dewasa, salahsatunya adalah penyapihan pedet. Melalui penyapihan, induk lebih cepat birahi dan dapat kawin lagi sehingga lebih menguntungkan peternak karena lebih cepat mendapatkan pedet lagi. Kondisi di lapangan seringkali pedet terlambat disapih sehingga induk tidak segera birahi/ kawin, dampaknya adalah kerugian bagi peternak karena biaya pakan yang harus terus dikeluarkan untuk induk sampai menghasilkan pedet kembali. Adapun pertimbangan lain untuk menentukan umur penyapihan pedet adalah kondisi induk. Apabila induk dalam kondisi tubuh yang buruk, maka penyapihan pedet dapat dilakukan lebih awal. Manajemen penyapihan yang optimal menentukan produktivitas ternak (induk dan anak) selanjutnya.
Penyapihan Pedet
Penyapihan merupakan proses pemisahan antara induk dan pedet dengan tujuan untuk membatasi hingga menghentikan proses menyusu. Waktu penyapihan sangat menentukan status reproduksi induk selanjutnya. Namun demikian kesiapan pedet untuk disapih merupakan faktor penting yang juga harus diperhatikan, ini terkait dengan kemampuan pedet hidup tanpa menyusu dan mengkonsumsi pakan sumber serat. Diperlukan managemen optimal selama masa penyapihan, di antaranya penyediaan pakan berkualitas baik dalam jumlah yang cukup sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan pasca sapih. Masa penyapihan merupakan masa peralihan bentuk pakan, yaitu dari bentuk halus (susu induk) menjadi bentuk kasar (hijauan, sumber serat). Pakan utama untuk pedet umur 2-4 minggu adalah susu segar. Konsumsi pakan tambahan dan hijauan masih rendah karena belum berkembangnya volume dan mikroba rumen. Standar kebutuhan nutrisi untuk pakan pemula adalah kandungan protein kasar (PK) >10%, TDN (Total Digestible Nutrient) >60% dan serat kasar (SK) < 15%. Seiring dengan pertambahan umur, konsumsi hijauan dan ransum pemula semakin meningkat. Penyapihan pedet akan berhasil dengan baik apabila pedet tersebut telah mampu mengkonsumsi ransum pemula minimal 0,5- 0,6 kg/ekor/hari. Selama periode tersebut akan terjadi perubahan fungsi rumen dari kondisi pre-ruminant menjadi ruminansia sejati yang ditandai oleh meningkatnya volume dan pertumbuhan papilla rumen. Manajemen penyapihan yang tidak tepat dapat menghambat pertumbuhan pedet yang ditandai dengan bulu kasar, kusam dan berperut buncit (pot belley), bahkan dapat berakibat pada kematian pedet.
Waktu Penyapihan Pedet
Waktu penyapihan pedet pada peternakan rakyat sangat beragam. Pada umumnya penyapihan pada pedet sapi potong di peternakan rakyat dilakukan antara umur 3-6 bulan. Penyapihan dini dapat dilakukan pada umur satu bulan namun resiko kematian pedet tinggi dan pertumbuhan pedet terhambat. Penyapihan pedet pada umur tiga bulan dapat memperpendek periode estrus setelah beranak (anoestrus post partus/ APP) dan memperpendek jarak beranak (calving interval/ CI) menjadi 384 hari. Sebagian besar ternak (sapi PO, silangan limousin PO dan silangan simental PO) di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan DIY tidak dilakukan penyapihan, dalam pengertian pedet dan induk bercampur terus. Hanya sebagian kecil saja yang melakukan penyapihan yaitu pada umur antara 5 s/d. 7 bulan. Pada kondisi peternak yang melakukan sapih dini, mereka jarang memperhatikan pertumbuhan pedet pasca-sapih karena sebagian besar peternak akan segera menjual pedetnya setelah disapih. Bila ditelusuri lebih lanjut, sebagian besar peternak pembeli pedet sapih dini ternyata belum mampu memelihara pedet tersebut dengan baik sehingga dampak negatif sapih dini akan lebih dominan.
Susu induk merupakan pakan termurah dan terbaik untuk pedet sapi potong pra-sapih. Pada kondisi pakan yang cukup, induk sapi potong dapat beraktivitas reproduksi normal yaitu dapat beranak setiap tahun meskipun penyapihan pedet dilakukan pada umur 7 bulan. Sapi induk masih dimungkinkan untuk menyusui anak hingga umur kebuntingan 7 bulan tanpa pengaruh negatif terhadap kebuntingan berikutnya. Yang perlu dirubah adalah keyakinan peternak, bahwa sapi tetap dapat birahi meskipun dalam kondisi menyusui. Pedet yang disapih pada umur 7 bulan (205 hari) diharapkan mampu mengkonsumsi dan memanfaatkan pakan kasar dengan baik.
Secara fisiologis, penyusuan merangsang pengeluaran hormon oleh kelenjar susu. Kondisi prolaktin yang tinggi menyebabkan suasana progesteron meningkat sehingga estrogen menjadi rendah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap aktualisasi estrus (keterlambatan estrus). Artinya bahwa pada masa menyusui, induk sudah dapat kawin kembali dan bunting, sehingga saat pedet disapih usia 7 bulan induk sudah bunting 4 bulan. Penyapihan usia 7 bulan tidak akan merugikan petani karena induk tetap bisa bunting dan dengan kebuntingan tersebut (masa kebuntingan sapi 280 hari) maka induk dapat beranak setiap tahun (menaun).
Penyapihan pedet merupakan faktor penting yang menentukan produktivitas ternak selanjutnya. Penyapihan pedet dapat dilakukan pada usia dini jika kondisi pedet memungkinkan yaitu mampu mengkonsumsi pakan tambahan berkualitas baik dan peternak mampu membiayainya. Penyapihan pedet sebaiknya dilakukan pada umur 7 bulan, pertimbangannya adalah efisiensi pakan pedet dan efisiensi reproduksi induk karena tidak menghambat induk untuk bunting kembali sehingga peternak tidak akan rugi. (Suwarna- Pusluhtan)
Sumber:
1. http://www.litbang.pertanian.go.id/
2. Dian Ratnawati dan Tri Agus Sulistya BPTP Lampung, Sinar Tani Edisi 1 - 7 Mei 2013 No.3505 Tahun XLIII.

Tanggal Artikel : 08-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Bakalan Sapi Frisian Holstein (fh) Jantan Yang Digemukkan Sebagai Sapi Potong
  2. Bibit Sapi Simmental
  3. Pembibitan Sapi Aceh
  4. Mengenal Persyaratan Mutu Bibit Sapi Bali