Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kedelai >> Budidaya

Teknologi Budidaya BULE

Sumber Gambar:

Kementerian Pertanian menargetkan bahwa pada tahun 2018 Indonesia akan swasembada kedelai. Awalnya target tersebut akan diwujudkan tahun 2020, namun karena semangat dan melihat potensi yang ada maka sangat dimungkinkan untuk berswasembada kedelai pada tahun 2018.

Untuk mencapai swasembada kedelai tahun 2018 telah dimulai dengan penambahan areal tanam yang luasnya 2 juta hektar dan telah ditanam seluas 500 ribu hektar pada pertanaman bulan Oktober sampai Desember 2017 melalui APBN-P 2017, yang bisa di panen pada bulan Januari 2018 dan sisanya diselesaikan pada periode ke dua yaitu sekitar 1.5 juta hektar yang tersebar di 20 provinsi ditambah lahan swadaya milik petani sekitar 500 ribu hektar maka kita akan memiliki 2.5 juta hektar arael tanam kedelai. Apabila rata-rata produksinya 1.5 ton per hektar saja maka kebutuhan kedelai nasional akan dapat kita penuhi karena kebutuhan konsumsi saat ini berkisar 2.6 - 2.8 juta ton kedelai.

Tanaman tebu dapat ditanam bersama dengan tanaman kedelai. Adapun teknologi penanaman tebu dengan kedelai atau dikenal dengan BULE dapat disampaikan sebagai berikut :
1. Persiapan lahan.
Persiapan lahan mengikuti cara untuk tanaman tebu dengan sistem tanam juring ganda. Penanaman tebu sistem juring ganda dengan jarak tanam tebu dalam juring ganda 50 cm x 50 cm dan antar juring ganda 150 cm atau populasi tebu 18.000 rumpun per hektar.
Kedelai ditanam diantara barisan juring ganda tebu ( 150 cm) dengan jarak tanam 30 cm antar baris dan 20 cm dalam baris (terdapat 4 baris kedelai), 2 tanaman per rumpun. Jarak barisan kedelai ke tanaman tebu adalah 30 cm. Pada sistem tanam ini, populasi kedelai adalah 200.000 tanaman per hektar atau sekitar 60 persen dari populasi normal (335 tanaman per hektar, jarak tanam 40 x 15 cm, 2 tanaman per rumpun).
Penyiapan lahan untuk tanaman kedelai, seperti cara penyiapan lahan untuk tanam kedelai secara monokultur yaitu lahan dibersihkan dari gulma, pengolahan tanah dilakukan minimal yaitu pada barisan yang akan ditanami kedelai. Pada tanah yang gembur tidak perlu dilakukan pengolahan tanah.
2. Cara dan waktu tanam
Cara tanam kedelai yang dilakukan dengan tebu yang dikenal dengan Bule adalah dengan cara ditugal.
Waktu tanam kedelai dilakukan bersamaan dengan penanaman tebu atau paling lambat saat tanaman tebu berumur 3 bulan.
3. Penyiangan
Kegiatan penyiangan dilakukan setidaknya dua kali yaitu pada saat tanaman kedelai berumur 15 – 20 hari dan 45 hari.
4. Pemupukan.
Pupuk yang digunakan adalah Phonska dan SP 36. Adapun dosis pemupukan yang digunakan untuk pupuk Phoska adalah 150 kg per hektar dan 50 kg SP 36 per hektar. Waktu pemberian pupuk dilakukan bersamaan dengan saat tanam.
5. Pengendalian hama dan penyakit.
Pengendalian hama dan penyakit disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.
6. Panen dan pascapanen.
Tanaman kedelai dapat dipanen apabila menunjukan ciri-ciri berikut; 1) Daun 90-95% sudah menguning kecoklatan lalu gugur; 2) Batang-batangnya sudah mongering dan 3) Warna buah berubah dari hijau menjadi kuning kecoklatan. Hasil panen dijemur beberapa hari kemudian dibijikan. Butir biji dipisahkan dari kotoran/sisa kulit polong dan dijemur kembali hingga kadar air mencapai 11 -12 persen. Untuk keperluan benih, biji kedelai perlu dikeringkan lagi hingga kadar air mencapai 9–10 persen kemudian disimpan dalam kantong plastik atau kaleng.
Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.
Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com
Sumber :
1) Lembar Informasi 2018, BPTP Kalimantan Barat
2) https://www.google.com
3) www.litbang.pertanian.go.id

Tanggal Artikel : 04-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Tingkatkan Produksi Kedelai Dengan Varietas Unggul Devon 1 Dan Devon 2
  2. Kiat Budidaya Kedelai Lahan Kering
  3. Manfaatkan Pematang Sawah Untuk Tanam Kedelai
  4. Bertanam Kedelai