Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi

PEMUPUKAN P-ALAM UNTUK TANAH MASAM

Sumber Gambar: www.google.com

Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting. Belakangan harga pupuk meningkat cukup tajam dan terjadi kelangkaan dimana – mana. Hal ini berpengaruh terhadap waktu pemberian, jenis dan dosis pupuk yang kurang tepat serta tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan kebutuhan hara tanaman, sehingga dapat menurunkan kesuburan tanah serta menyebabkan produksi dan produktivitas tanaman tidak optimal.

 

Sesuai dengan kebijakan, pengembangan tanaman pangan diarahkan pada lahan di luar Pulau Jawa dengan ordo tanah Ultisol, Oxisol dan Inceptisol. Tanah tersebut telah mengalami pencucian hara terutama kation basa yang tinggi sehingga bersifat masam. Tanah masam umumnya dicirikan oleh pH rendah dengan kadar Al tinggi, fiksasi fosfat (P) tinggi, kandungan basa-basa daya tukar rendah, kandungan besi dan mangan yang mendekati batas meracuni, peka erosi, miskin elemen biotik. Di antara kendala kesuburan tanah masam, kekurangan hara P merupakan pembatas utama.

 

Fosfat merupakan unsur hara makro esensial yang dibutuhkan tanaman. Peran Fosfat bagi tanaman antara lain : 1) untuk pembentukan bunga dan buah; 2) bahan pembentuk inti dan dinding sel; 3) mendorong pertumbuhan akar muda dan pemasakan biji serta pembentukan klorofil; 4) untuk enzim-enzim pernapasan; dan 5) sebagai cadangan dan transfer energi.

 

Pada umumnya kekurangan hara P pada lahan tersebut diatasi dengan pemberian unsur P dari pupuk kimia yang larut air. Kelemahan utama cara ini unsur P dari pupuk kimia yang larut air akan sangat cepat menurun efektivitasnya, terutama apabila sebelumnya tidak dikapur. Penggunaan P-alam sebagai sumber P khususnya pada tanah mineral masam menggantikan pupuk kimia mempunyai prospek yang cukup baik, karena mudah larut dalam kondisi masam, dapat melepas fosfor secara lambat, harga lebih murah serta pengadaan lebih mudah. Di samping itu, P-alam juga dapat meningkatkan pH tanah, sehingga tanah menjadi netral. Dengan kondisi tanah netral maka keseimbangan hara baik hara makro maupun mikro dalam tanah sangat baik sehingga ketersediaannya optimal untuk pertumbuhan tanaman serta akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga proses dekomposisi berlangsung cepat dan hara yang tadinya terikat menjadi tersedia bagi tanaman. Akan tetapi penggunaan P-alam ini kurang efektif untuk digunakan di tanah netral dan tanah alkalin.

 

Pupuk sumber P dapat berupa TSP, SP-36, SP-18, pupuk majemuk NPK, DAP dan pupuk organik. Pupuk P-alam sebagai sumber P memiliki keunggulan dibandingkan dengan TSP, SP-36 atau Superphos. P-alam merupakan pupuk P yang berasal dari mineral anorganik apatit dengan kadar P2O5 bervariasi sekitar 10 – 40%. Pupuk P-alam selain mengandung hara P juga mengandung hara Ca dan Mg. Itulah sebabnya pupuk P-alam cocok digunakan untuk tanah yang bereaksi masam, karena umumnya tanah masam kahat hara P, Ca dan Mg.

 

Untuk memenuhi kebutuhan hara P pada tanaman pangan, pupuk P-alam dapat diberikan pada larikan setiap baris tanaman atau di tugal di samping lubang tanam sedalam 5 – 7 cm dengan dosis 40 kg P2O5/ha/musim tanam. Selain itu dapat juga dilakukan dengan teknologi rekapitulasi P, yaitu memberikan pupuk P-alam yang reaktif dengan dosis tinggi untuk 4 – 6 musim tanam sebanyak 1 ton/ha atau setara dengan 300 kg P2O5/ha dengan cara disebar dan diaduk rata dengan tanah. Aplikasi teknologi rekapitulasi P-alam mempunyai keunggulan yaitu residunya bersifat jangka panjang (4 – 6 musim) sehingga residu dapat dimanfaatkan untuk musim tanam berikutnya; menghemat tenaga kerja aplikasi pupuk dan meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman.

 

Sebagai salah satu sumber P pada tanaman, pengaplikasian pupuk P-alam harus tetap memperhatikan prinsip 5 (lima) Tepat Pemupukan, yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, tepat cara dan tepat ekonomi, sehingga produksi yang optimal dapat tercapai. Disamping itu untuk mengurangi tingkat kemasaman tanah, selain menambah unsur P dengan pupuk P-alam juga perlu dilakukan pengapuran dan pengelolaan bahan organik.

Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)
Sumber :
1) Wiwik Hartatik. 2011. Fosfor Alam Sumber Pupuk P yang Murah. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 33 (1), 2011.
2) E. Turerkih dan Ai Dariah. 2009. Pemupukan P-Alam Terhadap Tanaman Jagung Pada Inceptisols. Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian
3) Jalan Menuju Ekspor Jagung Nasional. Agroinovasi Sinar Tani Edisi 13 – 19 Juni 2018.

Tanggal Artikel : 14-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Persemaian Sistem Basah Padi Hibrida
  2. Wereng Hijau Pembawa Virus Penyebab Penyakit Tungro
  3. Mengenal Dan Teknik Produksi Benih Padi
  4. Menghitung Rendemen Beras Pada Padi Atau Gabah