Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kacang Hijau >> Varietas

MENGENAL VIMA 4 DAN VIMA 5

Sumber Gambar: www.google.com

Masyarakat Indonesia menggunakan kacang hijau sebagai bahan baku kue, bubur dan juga banyak digunakan dalam bentuk kecambah yang dinamakan tauge. Kandungan protein kacang hijau yang cukup tinggi dan kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor serta kandungan lemak tidak jenuh yang ada didalamnya menjadikan kacang hijau banyak digemari oleh masyarakat sebagai bahan makanan pendukung. Tingginya animo masyarakat akan komoditas yang satu ini menghadirkan peluang tersendiri bagi para pelaku usaha pertanian di Indonesia.



Budidaya kacang hijau saat ini selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri antara lain untuk pakan atau industri pakan dan untuk pangan serta kebutuhan industri lainnya, juga diarahkan untuk memasok pasar kacang hijau dunia. Hal ini ditunjang dengan mutu kacang hijau Indonesia secara umum lebih bagus dibandingkan dengan negara lain, sehingga dapat menambah devisa negara.

 

Untuk memenuhi kebutuhan kacang hijau tersebut Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Balitbangtan kembali melepas VUB kacang hijau dengan nama VIMA 4 dan VIMA 5 yang dilepas oleh Menteri Pertanian 7 Mei 2018.

 

Penanaman kacang hijau dapat dilakukan di lahan sawah maupun di lahan kering. Pada lahan sawah biasanya kacang hijau ditanam pada musim kemarau setelah panen padi, sedangkan pada lahan kering bisa dilakukan pada saat setelah turun hujan atau setelah Padi Gogo dengan memanfaatkan sisa lengas tanah yang ada. Proses penanaman kacang hijau varietas VIMA 4 dan VIMA 5 sama dengan budidaya kacang hijau pada umumnya yaitu perlunya diperhatikan kelembaban dan tersedianya unsur hara yang cukup. Untuk itu lahan yang akan dipergunakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Budidaya kacang hijau di lahan bekas pertanaman padi dilakukan paling lambat seminggu setelah padi dipanen. Jerami padi dibabat hingga pangkal batang, kemudian segera ditugal dan ditanami dengan jarak 40 x 10 cm, dengan harapan masih ada sisa air tanah yang cukup untuk perkecambahan tanaman, tetapi apabila lahan terlalu kering, maka benih kacang hijau direndam 2-3 jam pada malam hari kemudian ditiriskan dan ditanam pada keesokan paginya. Setelah tanam, jerami yang dihamparkan di lahan digunakan sebagai mulsa untuk menghambat penguapan dan pertumbuhan gulma, serta mengurangi resiko serangan lalat bibit.

 

Untuk mengenal lebih jauh berikut disampaikan karakteristik kedua Varietas tersebut, sebagai berikut :

Karakteristik Varietas Unggul Baru VIMA 4
VIMA 4 mempunyai potensi hasil 2,32 ton/ha dengan rata-rata hasil 1,91 ton/ha. Mempunyai umur panen 56 hari, masak serentak (80-85%), polong tidak mudah pecah. Warna polong serta biji hijau mengkilap dengan ukuran biji besar (6,62 gr/100 butir). Mampu beradaptasi sangat baik pada daerah optimal.


Karakteristik Varietas Unggul Baru VIMA 5
VIMA 5 mempunyai potensi hasil 2,34 ton/ha dengan rata-rata hasil 1,84 ton/ha. Mempunyai umur panen 56 hari, masak serentak (80-85%), polong tidak mudah pecah. Warna biji hijau kusam dengan ukuran biji besar (6,57 gr/100 butir). Mempunyai warna hipokotil ungu dengan warna polong coklat. Sangat cocok untuk di buat kecambah (tauge) dengan hasil 1 kg biji mampu menghasilkan kecambah 5,16 kg. Mampu beradaptasi sangat baik pada daerah sub optimal.

Keunggulan VIMA 4 DAN VIMA 5
Keunggulan dari kedua VUB ini adalah agak tahan terhadap hama thrips dan penyakit embun tepung. Selain itu kandungan protein dan lemak untuk masing-masing varietas cukup tinggi yaitu untuk VUB VIMA 4 kandungan protein sebesar 22,11% dan lemak 0,72%, sedangkan untuk VUB VIMA 5 mempunyai kandungan protein sebesar 23,36% dan lemak 0,72%. Adapun yang membedakan dari varietas sebelumnya adalah VUB VIMA 4 dan 5 polong tumbuh diatas daun sedangkan varietas kacang hijau sebelumnya polong tumbuh di bawah daun serta dapat dipanen secara serentak, tidak lagi bertahap.

 

Dengan hadirnya VUB VIMA 4 dan VIMA 5 yang memiliki karakteristik masak serempak, berumur genjah serta mempunyai hasil tinggi menjadi peluang bagi petani untuk lebih bergairah dalam budidaya kacang hijau serta dunia bisnis untuk membudidayakannya, sehingga diharapkan kebutuhan kacang hijau di dalam negeri dapat terpenuhi.

Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)
Sumber :
1) Vima 4 dan Vima 5: VUB Kacang Hijau Umur Genjah, Hasil Tinggi, Toleran Hama Thrips dan Penyakit Tular Tanah http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id
2) Kacang hijau varietas unggul Balitbangtan http://www.antaranews.com

Tanggal Artikel : 13-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Peranan Varietas Unggul
  2. Kacang Hiaju Varietas Siwalik
  3. Kacang Hijau Varietas Arta Ijo
  4. Kacang Hijau Varietas Bhakti (no. 116)