Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Kambing >> Bibit

PENGEMBANGAN BUDIDAYA KAMBING PE PENGHASIL SUSU

Sumber Gambar: www.google .com

Kambing PE merupakan salah satu kambing lokal Indonesia sangat penting untuk dilestarikan dan dikembangkan yang akan menambah pendapatan keluarga petani. Kambing PE selain menghasilkan daging juga potensial untuk dikembangkan sebagai penghasil susu. Kambing PE potensial dikembangkan sebagai kambing penghasil susu karena merupakan hasil persilangan antara kambing lokal kacang dan kambing Etawah type perah. Sosialisasi minum susu kambing perlu dibudayakan di masyarakat sebagai salah satu sumber protein hewani yang berguna untuk perbaikan gizi masyarakat. Hasil dari penjualan susu kambing PE dapat menambah pendapatan petani kambing PE selain penjualan kambing sebagai ternak potong .

Keunggulan Kambing PE
Kambing PE termasuk jenis kambing dwi guna yang menghasilkan daging dan susu kambing. Susu kambing masih terpandang eksklusif sebagai obat untuk penyembuhan asma, bronchitis dan TBC. Dengan nilai kandungan gizi pangan yang seimbang dan butir butir lemak susu yang lebih kecil dibandingkan susu sapi, susu kambing mudah untuk dicerna. Karena itu susu kambing sangat cocok untuk diberikan pada bayi, pasien penderita sakit maag dan perawatan yang menambah kecantikan

Asal Usul Kambing PE
Kambing Etawah masuk Indonesia dibawa oleh orang Belanda pada tahun 1920 an pertama kali ke pulau Jawa tepatnya didaerah Jogyakarta yang dikenal dengan nama kambing benggala atau kambing Jamnapari sesuai namanya dari negara asalnya India. Kambing jamnapari dibudidayakan sebagai kambing perah.
Perjalanan waktu kambing Etawah berkembang biak di daerah Kaligesing Purworejo JawaTengah dan terjadi perkawinan silang antara kambing lokal Jawarandu atau kambing Kacang dengan kambing Etawah yang keturunannya mampu menghasilkan produksi susu lebih bagus. Keturunan hasil persilangan kambing Etawah dengan kambing Jawarandu atau kambing Kacang dikenal bernama kambing Peranakan Etawah yang akrab dikenal sebagai kambing PE dengan ciri khasnya.berwarna hitam putih. Dukungan lokasi daerah berhawa dingin dan potensi hijauan pakan ternak yang berlimpah mampu menghantarkan Kaligesing Purworejo sebagai daerah sentra penghasil kambing PE. Kambing PE selain di Kaligesing Purworejo Jawa Tengah juga ditemukan didaerah Senduro Lumajang Jawa Timur yang dikenal dengan nama kambing PE ras Senduro. Kambing PE Senduro berasal dari hasil persilangan Jamnapari ras Etawah dengan kambing lokal Lumajang jenis Menggolo yang mempunyai postur tubuh lebih besar dari kambing Kacang. Ciri khas dari kambing PE Senduro berwarna putih. Kedua jenis ras kambing PE tersebut merupakan galur dari kambing .PE Indonesia.

Mendapatkan kambing PE
Kambing PE merupakan jenis kambing dwi guna yaitu kambing yang yang bisa menghasilkan daging dan susu. Produksi susu kambing PE lebih baik dibandingkan kambing lokal dengan produksi susu yang dihasilkan 1- 1,5 liter/ekor/hari. Alasan mampu menghasilkan produksi susu yang bagus dianjurkan untuk mengembangkan kambing PE sebagai penghasil susu.
Untuk bisa mendapatkan kambing PE berkwaltas dapat dilakukan dengan cara menghubungi 1) petani yang berhasil mengelola kambing PE.,2) BPTU –HPT Baturaden dan BPTU-HPT Pleihari

1. Petani yang berhasil mengelola kambing PE
Kambing PE berkwalitas biasanya dikelola oleh petani yang mampu menerapkan teknologi anjuran mulai dari pemilihan bibit berkwalitas dan pemeliharaan bibit induk yang diberi pakan dan pakan ternak yang bermutu. Pemilihan bibit ternak dilakukan dengan cara penelusuran catatan asal usul kambing PE. Selain pembelian kambing PE pada petani melalui penelusuran asal usul kambing juga dapat dilakukan dari hasil kontes ternak kambing PE yang umumnya di dominasi oleh petani kambing PE yang berasal dari Kaligesing Purworejo dan PE Senduro dari Lumajang
.
2. BPTU-HPT Baturaden dan BPTU-HPT Pleihari
BPTU–HPT Baturaden dan BPTU-HPT Pleihari keduanya merupakan Unit Pelaksana Teknis milik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengemban mandat memperbanyak dan menyebarkan bibit unggul kambing PE diseluruh wilayah Indonesia.
Standrad acuan kambing PE produksi BPTU-HPT Baturaden dan BPTU-HPT Pleihari dengan ciri spesifik sebagai berikut :1) daun telinga kambing PE panjang menggelambir, 2) hasil produksi susu yang dihasilkan sesuai standrad yang diberlakukan,

Nani Priwanti - PP BPPSDMP - Kementan

Sumber : Kambing Peranakan Etawah ( PE ) , Indonesian Agency For Agricultural Research And Development ( IAARD ) PRESS , 2016

Tanggal Artikel : 12-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Memilih Kambing Calon Bibit
  2. Pemilihanan Bibit Unggul Kambing Potong
  3. Pemilihan Bibit Unggul Kambing Perah Pe
  4. Perawatan Anak Kambing