Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Pisang

MENGENAL JENIS PISANG UNTUK OLAHAN

Sumber Gambar: pesara1957.blogspot.com

Pisang termasuk salah satu buah prioritas di Indonesia. Pada tahun 2018 Direktorat Jenderal Hortikultura akan mengembangkan tanaman pisang pada lahan seluas 1.000 hektar di 13 provinsi yang menyebar di 22 kabupaten/kota. Hal ini dilakukan karena pisang laku di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Terdapat dua kelompok jenis pisang di dalam negeri, yaitu pertama kelompok jenis pisang untuk bahan olahan dan kedua kelompok jenis pisang untuk konsumsi buah segar.

 

Jenis-jenis pisang untuk bahan olahan yang ada di Indonesia, antara lain pisang kepok, pisang tanduk, pisang nangka, dan pisang raja uli, sebagai berikut:

1. Pisang Kepok
Pisang kepok ternyata bukan asli pisang Indonesia melainkan pisang asli negara Philipina, namun termasuk salah satu jenis pisang unggulan di Indonesia. Pisang kepok berbentuk pipih serta persegi, panjangnya sekitar 10 - 12 cm, dan beratnya sekitar 80 - 120 gram per buah. Pisang kepok mempunyai kulit agak tebal dan berwarna hijau saat mentah dan agak kekuningan jika sudah matang. Daging buah semula berwarna putih setelah matang berwarna kekuningan (krem). Pisang ini dibedakan menjadi pisang kepok kuning (juga disebut merah) dan pisang kepok putih. Pisang kepok kuning ukuranya lebih kecil, kulitnya lebih tebal, isinya lebih padat, dan rasanya lebih enak (manis) yang biasanya sebagai pisang olahan. Sedangkan pisang kepok putih ukurannya lebih besar dibanding pisang kopok kuning, kulitnya lebih tipis, isinya empuk tapi kurang enak (sedikit asam) dan pada umumnya dijadikan sebagai pakan burung kicau. Pisang ini setelah matang baru bisa diolah, antara lain direbus, digoreng, dan dibakar/pisang epek (untuk yang masih mengkal). Selain itu, pisang kepok juga bisa diolah menjadi bahan utama dalam pembuatan bolu dan aneka kue dan makanan (kolak, nagasari, barongko, getuk). Kecuali untuk dibuat kripik digunakan pisang kepok mentah yang sudah tua.

2. Pisang Tanduk
Pisang tanduk mempunyai sebutan berbeda-beda, yaitu pisang tanduk di Indonesia, Kluai Nga Chang di Thailand, dan Tindok di Philiphina. Pisang tanduk mempunyai ukuran besar dengan panjang lebih dari 20 cm dan diameter/garis tengah 6 - 7 cm. Pada tiap sisir terdiri dari 10 - 15 buah dan berat per tandan hingga 7 - 10 kg. Kulit buah tebal, berwarna kuning kemerahan, dan berbintik-bintik hitam. Daging buahnya yang sudah matang berwarna putih kemerahan. Jenis pisang tanduk ini kurang nikmat jika dinikmati langsung, lebih enak jika dimakan setelah diolah, antara lain direbus, digoreng, diolah menjadi aneka kue dan makanan (kolak, nagasari). Kecuali untuk dibuat kripik pisang digunakan bahannya dari pisang tanduk yang benar-benar sudah tua tetapi masih mentah.

3. Pisang Nangka
Pisang nangka banyak diminati di Malaysia dan Indonesia. Pisang nangka umurnya panjang dan dapat dipanen setelah berumur 138 hari. Dalam satu tandan terdiri dari 14 - 24 buah. Pisang nangka mentah maupun matang mempunyai kulit berwarna hijau dan ketebalannya sedang. Pisang ini mempunyai keunggulan, yaitu jika disimpan secara terus-menerus di sebuah ruangan tanpa cahaya, kulit pisang nangka akan berubah menjadi warna kuning dan jika disentuh buahnya lembek. Pisang ini dagingnya tebal dan rasa manis agak asam dengan aroma cukup wangi. Pisang nangka ini dikonsumsi setelah diolah, antara lain: direbus, digoreng, diolah menjadi aneka kue dan makanan (kolak, nagasari). Seperti pisang kepok dan tanduk, jika untuk dibuat kripik pisang digunakan nangka mentah tetapi benar-benar sudah tua.

4. Pisang Raja Uli
Pisang raja uli berukuran sedang lebih kecil dari pisang kepok tetapi bentuknya agak bulat. Setiap tandan terdiri dari 5 - 8 sisir dan setiap buahnya mempunyai berat 120 gr. Pisang ini mempunyai rasa manis dan juga memancarkan aroma harum serta sedap ketika buah sudah mulai matang. Pada umumnya pisang ini dikonsumsi setelah diolah menjadi makanan camilan, antara lain: pisang goreng, pisang rebus, nagasari, kolak, dan lainnya.

Demikian pengenalan jenis pisang olahan yang dapat digunakan untuk memilih jenis pisang yang akan dikembangkan sesuai permintaann pasar di wilayah kerja penyuluh pertanian masing-masing. Semoga tulisan ini mudah dipahami dan dapat menambah pengetahuan siapapun yang memerlukan. Terimakasih – Susilo Astuti H. dari Pusluhtan).


Sumber informasi:
1. Heri Harti, dkk. Acuan Standar Operasional Produksi Pisang. Bogor: Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. 2007.
2. Nina Mulyati, dkk. Teknologi Budidaya Pisang. Bogor: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008.
3. Agro Media. Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. PT Agromedia Pustaka. Cetakan Pertama. 2009.
4. Dari berbagai sumber.

 

Tanggal Artikel : 02-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pisang Kepok Dan Manfaatnya
  2. Teknologi Pengolahan Tepung Pisang
  3. Teknologi Pengolahan Tepung Pisang
  4. Teknologi Pengelolaan Lahan Alang-alang Untuk Kebun Pisang