Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Pasang Surut

Pengelolaan Lahan Gambut untuk Tanaman Pangan

Sumber Gambar: kalbar.litbang.pertanian.go.id

Lahan gambut pada umumnya dimanfaatkan untuk tanaman pangan, terutama untuk padi pada lahan gambut dangkal < 1 m. Permasalahan pada lahan gambut terutama dalam pengelolaan air. Untuk itu dapat kami uraikan beberapa komponen untuk pengelolaan lahan gambut pada tanaman pangan antara lain:
1. Pengelolaan Air
a. Pengelolaan air lahan gambut mempunyai dua tujuan utama yaitu:
1). Menyediakan air yang cukup bagi pertumbuhan tanaman;
2). Menjaga kelestarian gambut agar terhindar dari kerusakan akibat drainase atau pengeringan.
b. Teknologi pengelolaan air di lahan gambut pasang surut tipe luapan B dapat menggunakan sistem tata air satu arah dan tabat konservasi (SISTAK). Pencegahan kekeringan sangat penting dengan pemasangan tabat (dam overflow) pada muara saluran sebagai pintu air sehingga dapat meningkatkan tinggi permukaan air dan mempertahankan cadangan air pada lahan di sekitarnya. Adapun tabat yaitu bangunan penahan air/pintu air, umumnya dibuat dari pohon di lahan lokal setempat, berupa kayu/papan sebatas untuk dapat menahan air.
c. Teknologi pengelolaan air di lahan gambut pasang surut tipe luapan C dapat mempergunakan sistem tabat untuk mencegh drainase berlebihan sehingga terhindar dari kekeringan. Tabat dapat dibuat sederhana atau permanen, sesuai dengan ketinggian muka air yang diinginkan. Yang dimaksud tipe luapan air yaitu klasifikasi genangan air pada lahan berdasarkan pengaruh air pasang.
2. Penataan Lahan
a. Sistem Sawah. Sistem Sawah dan Surjan dianjurkan penerapannya hanya pada lahan bergambut atau lahan gambut dangkal (< 1 m) yang terluapi air pasang.
b. Sistem Surjan. Pembuatan surjan dimaksudkan untuk diversifikasi tanaman, melalui pembuatan tembokan atau guludan untuk ditanami tanaman palawija atau sayuran. Yang dimaksud dengan Surjan yaitu sistem penataan lahan yang terdiri dari guludan (bagian yang ditinggikan) dan tabukan (bagian lahan yang digali).
c. Sistem Tegalan. Sistem tegalan diterapkan pada lahan gambut yang tidak terluapi air pasang (Tipe luapan C dan D) untuk budidaya padi gogo, palawija, sayuran dan tanaman tahunan.
3. Penyiapan Lahan
a. Penyiapan lahan pertama, kegiatan ini dikaitkan dengan pembukaan lahan atau pencetakan lahan sawah atau ladang (padi);
b. Penyiapan lahan kedua, kegiatan ini dilakukan pada lahan budidaya untuk mempersiapkan lahan sebelum ditanami, dan ini yang disebut sebagai penyiapan lahan.
Penyiapan atau pembukaan lahan gambut untuk tanaman pangan perlu mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 150/2000 tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa dan Undang-Undang No. 18/2004 tentang Perkebunan Pangan, antara lain mengatur tentang pembukaan atau penyiapan lahan tanpa bakar (PLTB).
4. Pengolahan Tanah
a. Sistem tanpa bakar (PLTB) dan penyiapan lahan dengan sistem olah tanah konservasi, termasuk zero tillage atau minimum tillage (tanpa olah tanah) dan olah tanah sempurna bersyarat, yang penerapannya tergantung pada jenis tanaman, kedalam lapisan pirit, dan musim.
b. Lahan gambut kedalaman (tebal > 1 m), pengolahan tanah dapat menimbulkan kekeringan sehingga rawan terbakar.
c. Lahan gambut yang bersubstratum pirit, pengolahan tanah dapat menimbulkan pemasaman dan keracunan besi.
d. Pengolahan tanah lahan gambut hanya dianjurkan pada musim hujan karena pada musim kemarau, pengolahan tanah dapat mempercepat kekeringan.
e. Pengolahan tanah dengan cangkul dan traktor tangan (hand tractor) hanya dapat dilakukan pada tanah bergambut atau gambut dangkal dan tidak dilakukan setiap musim tanam. Namun penggunaan traktor tidak dianjurkan untuk tanah gambut sedang (tebal 1-2 m).
5. Ameliorasi dan Pemupukan
a. Ameliorasi atau 'pembenahann tanah' yang sering digunakan pada lahan gambut berupa limbah tanama (kompos), ternak (pupuk kandang), kapur (dolomit, kalsit, abu vulkanik, lumpur, biochar, dan sebagainya. Pemberian kapur untuk memperbaiki sifat kimia kesuburan lahan gambut. Biochar juga dapat dijadikan salah satu alternatif bahan amelioran di lahan gambut. Biochar merupakan arang dari bahan organik yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna (pyrolisis).
b. Pemupukan merupakan salah satu aspek yang berperan yang berperan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan gambut. Penanaman padi di lahan gambut memerlukan pupuk anorganik, seperti Urea, SP-36, dan KCl dengan takaran 90-60-60 kg/ha, dan pupuk mikro (5 Cu kg/ha dan 5 Zn kg/ha). Pupuk Urea dan KCl diberikan dua kali, yaitu ½ bagian pada saat tanam dan sisannya pada 3-4 minggu atau bersamaan dengan penyiangan. Pupuk SP36 diberikan sekaligus pada saat tanam. Pemberian Cu langsung ke tanah akan diserap kuat oleh gambut sehingga lebih efektif diberikan diberikan melalui daun.
6. Pengendalian OPT
a. Gulma
Gulma dapat dikendalikan dengan menggunakan herbisida kontak dan/atau sistemiks, yang efektivitasnya tergantung pada jenis gulma sasaran, dosis herbisida, cara dan waktu aplikasi.
b. Hama dan Penyakit Tanaman
Hama utama padi dilahan gambut antara lain: orong-orong, tikus, kepinding tanah, walang sangit, wererng coklat dan hama putih, dan penyakit utama blas dan bakanai. Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara terpadu (PHT) melalui cara sebagai berikut: 1) menanam varietas toleren atau tahan terhadap serangan hama/penyakit; 2) mengendalikan gulma yang menjadi inang hama dan penyakit; 3) melakukan pergiliran tanaman untuk memutuskan siklus hama; 4) melakukan tanam serempak; 5) memperbaiki drainase; 6) mempertahankan musuh alami; 7) menjaga sanitasi lingkungan; 8) menggunakan pestisida dalam batas ambang ekonomi sebagai alternatif terakhir
7. Pola Tanam
Pertanaman pangan di lahan gambut dapat dilakukan dengan sistem tumpang gilir dan/atau tumpang sari serta sistem lorong. Keuntungan menggunakan sistem tersebut dapat mengurangi risiko kegagalan panen, menghambat perkembangan hama dan penyakit, jenis komoditas yang dipasarkan lebih beragam dan sebaran penggunaan tenaga kerja lebih merata.

(Wellyana Sitanggang)
Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan

Tanggal Artikel : 16-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Keragaan Varietas Padi Rawa Pasang Surut Meningkatkan Produksi Padi
  2. Pembuat Sistem Lahan Surjan Untuk Usahatani Padi Di Lahan Pasang Surut
  3. Varietas Unggul Baru Padi Lahan Rawa
  4. Mengoptimalkan Lahan Rawa Lebak Untuk Usahatani Padi