Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Budidaya

Efisiensi Pupuk Pada Pertanaman Padi Sawah

Sumber Gambar: BPTP RIAU

Efisiensi penggunaan pupuk adalah tambahan hasil yang diperoleh dari suatu pertanaman untuk tiap unit hara yang berasal dari pupuk yang digunakan dalam suatu kondisi tanah dan iklim tertentu. Pemupukan yang efisien akan menghemat penggunaan pupuk, karena dengan jumlah pupuk yang lebih sedikit akan diperoleh hasil yang sama atau lebih tinggi. Usaha peningkatan efisiensi pupuk ini akan menguntungkan banyak petani kecil.
Pupuk yang diaplikasikan menjadi tidak efisien untuk pertanaman padi apabila:
1. Hara dari pupuk yang digunakan tersebut tidak diserap tanaman. Hal ini terjadi dikarenakan pupuk, cara, waktu, dan dosis yang diberikan kurang tepat, atau karena suatu hal tanaman sendiri tidak menyerap hara tersebut; dan
2. Hara dari pupuk yang diserap tanaman tidak digunakan untuk pembentukan gabah, yang mungkin terjadi akibat beberapa faktor lingkungan tidak menunjang, misalnya kekurangan air/ kekeringan atau cuaca sering mendung atau hal-hal lainnya tidak seimbang.
Efisiensi penggunaan pupuk untuk pertanaman padi sawah ditentukan oleh beberapa faktor:
1. Macam tanah.
2. Pengelolaan hama dan penyakit.
3. Varietas padi.
4. Waktu pemberian pupuk.
5. Musim dan waktu tanam.
6. Sumber/macam pupuk.
7. Tataguna air.
8. Rotasi tanaman.
9. Pengendalian gulma.
Efisiensi pemupukan untuk pertanaman padi dipraktekkan dengan cara-cara sebagai berikut:
1. Pupuk setelah disebar rata dicampur atau diaduk dengan lumpur, misalnya pemupuka bersamaan dengan menggaru atau melandak rumput, sehingga kehilangan pupuk tidak terjadi atau menjadi kurang.
2. Pemupukan dilakukan pada saat air tidak mengalir, tetapi tanah dalam keadaan macak-macak, sehingga pupuk yang larut segera diikat oleh partikel-partikel halus dari tanah.
3. Penetapan kebutuhan dan waktu aplikasi pupuk berdasarkan alat bantu seperti Bagan Warna Daun (BWD) untuk pupuk N, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau dengan pendekatan Petak Omisi untuk pupuk P dan K, maupun berdasarkan Sistem Pakar Pemupukan Padi (SIPAPUKDI) untuk penetapan dosis N, P, dan K.

Wellyana Sitanggang
Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan

Tanggal Artikel : 16-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Bertanam Padi Di Lahan Rawa Lebak
  2. Genjot Produktivitas Inpago 9 Di Lahan Kering
  3. Bertanam Padi Di Lahan Rawa Lebak
  4. Turiman Gole Super