Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Panen dan Pasca Panen

Penyimpanan Benih Tanaman Padi

Sumber Gambar: Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak

Penyimpanan benih merupakan tempat yang dapat memberikan perlindungan terhadap mutu, sampai benih tersebut terjual ataupun ditanam. Penyimpanan benih padi bertujuan untuk memperlambat laju deteriorasi benih, namun penyimpanan tidak dapat meningkatkan mutu benih.
Jangka Waktu Simpan Benih
Hakekat penyimpanan benih terjadi sejak benih matang sampai benih ditanam, karena setelah matang benih berhenti berkembang. Segmen-segmen dalam penyimpanan benih adalah:
1. Penyimpanan di lapangan dari mulai matang fisiologis sampai benih rontok;
2. Penyimpanan sebelum pengolahan, dari mulai selesai perontokan sampai benih siap diolah;
3. Penyimpanan setelah benih dikemas, dari mulai selesai pengolahan sampai siap disalurkan;
4. Penyimpanan selama transportasi dan penyaluran, dari mulai transportasi sampai benih dibeli oleh konsumen;
5. Penyimpanan benih oleh konsumen sebelum ditanam.
Kaidah-Kaidah Dalam Penyimpanan Benih
Untuk menekan laju deteriorasi (penurunan mutu) selama penyimpanan ada beberapa kaidah yaitu:
1. Daya simpan benih merupakan karakteristik spesies atau varietas; keragaman daya simpan benih juga terjadi antar-varietas padi.
2. Vigor awal sangat menentukan daya simpan benih; benih yang memiliki vigor tinggi akan dapat disimpan lebih lama.
3. Mutu benih tidak dapat ditingkatkan melalui penyimpanan.
4. Teknik budidaya, lokasi produksi, waktu tanam, saat panen, dan pengolahan benih sangat menentukan vigor awal benih; oleh karena itu perencanaan penyimpanan harus dimulai sejak perencanaan produksi benih.
5. Penyimpanan benih hanya dilakukan untuk lot-lot benih yang berkualitas (vigor) tinggi.
6. Penyimpanan benih terjadi segera setelah selesai pengemasan atau pengolahan.
7. Kadar air benih dan temperatur ruang simpan merupakan dua faktor yang sangat mempengaruhi daya simpan benih.
8. Kadar air benih dipengaruhi oleh kelembaban udra di sekitarnya, karena benih bersifat hiroskopik.
9. Pengaruh kadar air terhadap daya simpan benih lebih besar daripada pengaruh temperatur ruangan.
10. Penurunan kadar air benih 1% atau penurunan suhu 5,5 oC (10 oF) akan melipatduakan daya simpan benih. Kaidah ini hanya berlaku untuk benih ortodoks pada kisaran kadar 5-14% dan suhu 0-50 oC.
11. Penyimpanan kedap udara memerlukan kadar air 2-3% lebih rendah daripada penyimpanan biasa.
12. Sanitasi dalam penyimpanan perlu diperhatikan.
Permasalahan dalam Penyimpanan Benih
Kehilangan viabilitas benih selama penyimpangan disebabkan antara lain sebagai berikut:
1. Benih yang disimpan memiliki vigor awal rendah.
2. Kadar air benih selama penyimpanan melampaui batas aman, yaitu > 12% untuk benih padi.
3. Benih disimpan terlalu lama melampaui daya simpannya.
4. Jenih benih yang disimpan secara genetis memiliki daya simpan rendah.
5. Kondisi pengemasan dan gudang penyimpanan tidak sesuai, yaitu tidak mampu mempertahankan kadar air benih dan suhu tetap dalam batas yang aman selama penyimpanan.
6. Terjadinya infestasi serangga hama dan patogen penyakit terhadap benih.
Penanggulangan Masalah Penyimpanan Benih
Mempertahankan viabilitas benih selama penyimpangan,, beberapa langkah praktis yang dilakukan oleh produsen benih:
1. Untuk menghasilkan benih bermutu tinggi, dengan indikator daya berkecambah lebih dari 95%, ditempuh dengan:
a. Memproduksi benih pada musim yang baik.
b. Lokasi produksi benih di tanah yang subur, pengairan baik, terlindung dari kontaminan, dan bukan daerah endemik penyakit.
c. Waktu tanam yang tepat.
d. Teknik budidaya yang baik; dan
e. Penanganan panen dan pascapanen yang baik.
2. Segera mengeringkan benih yang baru dipanen sampai kadar air yang aman untuk penyimpanan. Kadar air yang aman untuk benih padi adalah kurang dari 12%.
3. Mempertahankan agar selama penyimpanan kadar air benih berada dalam batas yang aman. Untuk mempertahankan kadar air benih dapat menggunakan antara lain:
a. Dehumidifier pada cold storage, desiccant seperti silica gel;
b. Kapur tohor dan abu sekam;
c. Moisture barrier seperti plastik kedap udara (misalnya polyethylene 0,8 mm);
d. Alumunium foil atau hermetic bag seperti superbag.
Penggunaan alat dan bahan tersebut pada dasarnya untuk mencegah atau menekan peningkatan kadar air benih selama penyimpanan.
4. Bila memungkinkan, menyimpan benih pada suhu dingin, karena makin rendah suhu penyimpanan makin lama daya simpan benih.

Demikian kaidah-kaidah, permasalahan dan pemecahan masalah dalam penyimpanan benih, diharapkan dengan perlakukan demikian kebutuhan benih padi dapat terus tersedia dan bermutu.

Wellyana Sitanggang
Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan

Tanggal Artikel : 16-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Susut Hasil Dan Penurunan Mutu Hasil Akibat Penggilingan
  2. Cara Panen Padi Sawah Tadah Hujan (varietas Mekongga)
  3. Proses Penggilingan Padi Yang Baik (lanjutan)
  4. Panen Dan Pasca Panen Padi Varietas Ir-66