Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Jagung >> Budidaya

Peluang Bisnis Jagung

Sumber Gambar: http://www.duniaagro.com

Jagung sebagai sumber karbohidrat memegang peranan penting sebagai bahan pangan di Indonesia. Jagung merupakan sumber karbohidrat setelah beras.
Indonesia dikenal langganan impor jagung. pada tahun 2015, Indonesia impor 3,5 juta ton jagung, namun dengan adanya Program Upaya Khusus (UPSUS) jagung, maka impor jagung tahun 2016 turun 62 % dan pada 2017 tidak ada impor jagung lagi untuk pakan ternak bahkan tahun 2018 sudah ekspor jagung ratusan ribu ton ke negara tetangga ASEAN.
Komoditas jagung ini mempunyai prospek cukup besar karena kebutuhan jagung sebagai bahan pakan untuk peternakan ayam menunjukkan lonjakan permintaan setiap tahunnya. Kebutuhan jagung untuk kebutuhan dalam negeri saja berkisar 10 juta ton sampai 15 juta ton per tahun terlebih dengan adanya program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) maka tentunya kebutuhan jagung akan naik karena sebagian besar pakan ternak dibuat dari bahan baku utamanya jagung. Demikian juga dengan kebutuhan ekspor yang sudah dipesan oleh Negara tetangga seperti Malaysia, tentu kebutuhan jagung akan naik. Sekarang baru Gorontalo, dan Sulawesi Selatan yang sudah mengeksport, diharapkan daerah-daerah lainpun bisa menyusul seperti dari Sumbawa (NTB), Jawa Timur, Sulawesi Barat dan provinsi-provinsi lainnya.

Analisa bisnis pertanian jagung
Investasi
Peralatan Harga
sewa lahan Rp. 3.660.000
pompa air Rp. 2.712.000
bibit jagung Rp. 550.000
cangkul Rp. 210.000
golok Rp. 41.500
timba Rp. 76.000
gerobak dorong Rp. 82.500
sabit Rp. 71.500
wadah Rp. 78.000
Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 102.400
Jumlah Investasi Rp. 7.683.900

Biaya Operasional per Bulan
Biaya Tetap Nilai
Penyusutan sewa lahan 1/12 x Rp. 3.660.000 Rp. 305.000
Penyusutan pompa air 1/62 x Rp 2.712.000 Rp. 43.742
Penyusutan bibit jagung 1/44 x Rp 550.000 Rp. 12.500
Penyusutan cangkul 1/44 x Rp. 210.500 Rp. 5.034
Penyusutan golok 1/62 x Rp. 41.500 Rp. 669
Penyusutan timba 1/44 x Rp. 76.000 Rp. 1.727
Penyusutan gerobak dorong 1/62 x Rp 182.000 Rp. 2.935
Penyusutan sabit 1/62 x Rp 71.500 Rp. 1.153
Penyusutan wadah 1/44 x Rp. 78.000 Rp. 1.773
Penyusutan peralatan tambahan 1/44x Rp.102.400 Rp. 1.652
Upah pekerja Rp. 1.600.000
Total Biaya Tetap Rp. 1.976.186
Biaya Variabel
pupuk alami Rp. 15.000 x 30 = Rp. 450.000
pupuk Rp. 26.000 x 30 = Rp. 780.000
pestisida Rp. 21.000 x 30 = Rp. 630.000
pembasmi hama Rp. 8.000 x 30 = Rp. 240.000
biaya lainnya Rp. 20.000 x 30 = Rp. 600.000
perawatan Rp. 14.000 x 30 = Rp. 420.000
Biaya transportasi Rp. 27.000 x 30 = Rp. 810.000
pengemas Rp. 10.000 x 30 = Rp. 300.000
BBM Rp. 30.000 x 30 = Rp. 900.000
Total Biaya Variabel Rp. 5.130.000

Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 7.106.186

Pendapatan per panen
125 kg x Rp. 3.000 = Rp. 375.000
Rp. 375.000 x 30 hr = Rp. 11.250.000

Keuntungan per Bulan
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 11.250.000 – 7.106.186 = Rp. 4.143.814


Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan = Rp. 7.683.900 : 4.143.814 = 2 bln
Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis pertanian jagung sangat menguntungkan dimana modal Rp 7.683.900 dengan keuntungan per bulan Rp 4.143.814 dan balik modal dalam 2 bulan. Yulia TS
Sumber:
1. Mawardi, E., T. Sudaryono, M. Ali, dan Imran. 2007. Penelitian Pengembangan Agribisnis Jagung dan Kedelai di Pasaman Barat. Laporan Hasil Penelitian, Kerjasama BPTP Sumbar dan Bappeda Pasaman Barat.
2. Puslitbangtan. 1992. Jagung. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor
3. Berbagai sumber

Tanggal Artikel : 10-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mengupayakan Tetap Ekspor Jagung
  2. Budidaya Jagung
  3. Pengeringan Jagung Yang Baik Mendukung Swasembada Berlanjutan
  4. Teknologi Tot (tanpa Olah Tanah) Jagung