Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kacang Hijau >> Pengolahan Hasil

Pengolahan Gula Sorgum

Sorgum manis (sorghum bicolor (L). Moench adala tanaman C4, dapat mencapai tinggi 3-5 m. sebagai tanamam C4 maka sorgum adalah tanaman efesien karena dapat menghasilkan produk fotosintesis yang tinggi. Kegunaan tanaman sorgum anatara lain: 1) sebagai penghasil nira dari batangnya; 2) bijinya dapat dimanfaatkan untuk bahan pangan dan pakan; 3) limbah tanaman berupa daun dapat digunakan sebagai hijauan pakan; 4) ampas batang setelah diperah niranya dapat digunakan untuk pakan atau bahan bakar. Pada umumnya biji sorgum di pedesaan digunakan sebagai pengganti beras atau jagung, sedangkan daun dan batangnya untuk pakan ternak, terutama pada saat paceklik.
Biji dan batang sorgum dapat digunakan untuk gula, alcohol, sirup, bahan bakar, kertas dan permen karet. Sirup dari sorgum manis biasanya diginakan untuk roti, pancake, salad, pemanis pada bakery dan ice cream atau untuk bidang farmasi.
Karakteristiknya sirup mempunyai derajat brix 70-75º dan umur simpan 6 s/d 9 bulan. Sorgum manis mengandung sukrosa 85%, glukosa 9% dan fruktosa 6% dan hanya sukrosa yang dapat dikonvesi menjadi gula putih. Jika dibandingkan tanaman tebu , waktu panen batang sorgum manis lebih pendek , yaitu untuk panen batang sorgum manis 110 – 130 hari.
Selain nira dari batang sorgum manis, biji sorgum manis dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.
Sorgum mempunyai potensi cukup besar sebagai bahan pangan, namun pemanfaatannya belum berkembang karena pengupasan biji sorgum cukup sulit dilaksanakan. Di Indonesia, biji sorgum sebagai bahan makanan subtitusi beras, namun karena kandungan taninnya cukup tinggi (0,4-3,6%), sehingga hasil olahannya kurang enak, kandungan nutrisi sorgum juga cukup tinggi dibandingkan bahan pangan lainny, sehingga cukup potensial sebagai bahan pangan subtitusi beras.
Tahapan pembuatan gula sorgum
1) Pengepresan batang sorgum, menghasilkan nira batang sorgum
2) Pemasakan nira batang sorgum ( 70ºC, pH7) diberi kapur
3) Pemasakan (100ºC)
4) Pemasakan (60ºC) ditambah alfa amylase 0,8-1,2 ml/l dan glukoamilase 0,8-1,2ml/l
5) Menghasilkan Nila jernih dan blotong
6) Evaporasi Nira jernih (50ºC) hasilkan gula cair menggunakan alat evaporator
7) Kretalisasi gula cair dengan alat kristalitator
8) Pemisahan dengan alat sentrifuse dan menghasilkan gula kristal

Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian
Sumber: 1) Inovasi Teknologi pasca panen Pertanian bioindustri, Badan Litbangtan 2015; 2) Sumber pendukung lainnya

Tanggal Artikel : 19-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pengolahan Mi Sagu
  2. Pengolahan Gula Sagu
  3. Kacang Hijau Kaya Manfaat Untuk Kesehatan
  4. Pengolahan Tepung Sorgum