Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Sapi Potong >> Pakan

BUDIDAYA HIJAUAN PAKAN TERNAK DAN PEMANFAATNYA BAGI TERNAK

Sumber Gambar: Sumber :Arya-flower.com

Untuk mencukupi ketersediaan hijauan pakan ternak (HPT) perlu dilakukan budidaya sesuai anjuran. Adapun langkah- langkah yang harus diperhatikan agar budidaya rumput yang dikelola dapat menghasilkan produksi hijauan yang optimal adalah :
A. PEMILIHAN LOKASI. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi penanaman rumput unggul adalah :
1) Kesuburan tanah dan topografi. Tanah dengan kualifikasi bagus saat ini diprioritaskan untuk tanaman pangan guna mencukupi kebutuhan hidup pokok manusia, sedangkan lahan yang tersisa digunakan untuk menanam selain tanaman pangan antara lain untuk penanaman HPT dengan perbaikan perlakuan tanah dan pemupukan. Sedangkan topografi berpengaruh terhadap cara pengolahan tanah dan pola penanaman HPT.
2) Sumber air. Air diperlukan sebagai perantara tanaman mengambil unsur hara dari tanah dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tanaman sebagai bahan baku dalam proses fotosintesa untuk kelangsungan produksi HPT.
3) Sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi. Kelancaran sarana dan prasarana dari lokasi penanaman ke pemasaran dan tempat pembelian bahan dan alat penanaman akan menentukan efisiensi usaha budidaya HPT.
B. PEMILIHAN BENIH/BIBIT HPT DAN BAHAN PENANAMAN. Penggunaan benih/bibit HPT yang bermutu akan menghasilkan efisiensi waktu, tenaga, biaya dan kelangsungan pertumbuhan dari rumput. Hal yang perlu diperhatikan adalah:

1) Pemilihan benih/bibit yang akan ditanam harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan lingkungan setempat
2) Mudah dibudidayakan dan dikembangkan
3) Menghasilkan produksi yang tinggi.
Bahan penanaman yang biasa digunakan adalah stek, stolon dan/atau pols :
1) Stek adalah batang rumput yang cukup umur, dipotong-potong sepanjang 20-30 cm dan terdiri 2-3 buku, dapat lebih tahan lama bila disimpan di tempat sejuk;
2) Stolon adalah potongan batang rumput yang menjalar di permukaan tanah dan membentuk tunas/anakan;
3) Pols adalah sobekan rumput yang terdiri dari 2-3 anakan.
C. PENGOLAHAN TANAH DAN PENANAMAN. Awal pertumbuhan rumput yang baik sangat tergantung pada pengaruh dari luar, waktu penanaman dan pengolahan tanah. Pada tanah tanpa irigasi dilakukan maka pengolahan tanah dan penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Diperhitungkan juga jarak waktu antara pengolahan dan penanaman rumput. Pengolahan tanah bertujuan untuk mempersiapkan m media tumbuh yang optimum bagi suatu tanaman.
Tahapan pengolahan tanah dilakukan sebagai berikut :
1) Pembersihan lahan terhadap pohon, semak belukar atau tanaman lainnya.
2) Pencangkulan/pembajakan untuk memecah lapisan tanah menjadi bongkahan untuk mempermudah penggemburan selanjutnya. Dengan membalik lapisan tanah tersebut dan membiarkan beberapa saat, diharapkan mineralisasi bahan organik berlangsung lebih cepat karena aktifitas mikro organisme dipergiat, sehingga tanah menjadi masak. Diusahakan kedalaman pencangkulan ± 40 cm.
3) Penggemburan/penggaruan bertujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur yang lemah dan sekaligus membebaskan tanah dari sisa perakaran tumbuhtumbuhan liar. Pada tanah yang miring, penggemburan dilakukan menurut kontur tanahnya, hal ini untuk memperkecil kemungkinan erosi. Setelah itu dibiarkan dahulu tanah tersebut ± 7 hari.
4) Bersamaan dengan penggemburan perlu dilakukan pemupukan dasar (N, P dan K) dengan kebutuhan per hektar 80 kg TSP, 60 kg KCl dan 110 kg urea.
Metode penanaman dapat dilakukan dengan :
1) Stek, penanamannya dengan cara memasukkan ± % bagian dari panjang stek dengan kemiringan ± 30° atau dapat juga ditanam seperti tanaman tebu, yaitu stek dimasukkan kedalam tanah secara terlentang dengan jarak tanam :
a. Tanah subur : (50x50)cm, (60x60) cm
b. Tanah sedang : (75x75) cm
c. Tanah kurang subur : (1x1) m
2) Stolon, menanam dengan menimbuni bagian stolon yang berjarak 30-60 cm dari buku. Jarak tanam bervariasi yaitu (90x60) cm, (90x90) cm dan (60x120) cm.
3) Pols (anakan), cara menanam seperti menanam padi, dengan kebutuhan setiap lubang 2 anakan. Jarak tanam bervariasi : (30x30) cm, (40x40) cm dan (50x30) cm.
D. PEMELIHARAAN KEBUN
1) Perawatan rumput dapat dilakukan dengan pendangiran ± 3-4 kali per tahun atau setiap kali pemangkasan, tergantung dari kondisi daerah masing-masing.
2) Pendangiran dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu : dengan cara membersihkan tanamanan liar, baru kemudian penggemburan tanah disekitarnya atau langsung dilaksanakan penggemburan tanah dengan cara pencangkulan disekitar rumpun rumput dengan membalikkan tanah tersebut.
3) Pemupukan yang bertujuan untuk memberikan zat zat makanan pada tanaman, mempertahankan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah.
4) Pengairan dilakukan ± 7 hari setelah dilaksanakannya pemupukan. Dalam pelaksanaan ini harus diperhatikan jangan sampai terdapat air yang menggenang, karena dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan bahkan kematian tanaman.

E. PEMANENAN
1) Pada musim penghujan secara umum rumput sudah dapat dipanen pada usia 40 – 45 hari, sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 - 55 hari. Jika pemanenan dilakukan lebih dari waktu tersebut, dapat menyebabkan kandungan nutrisi yang semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak;
2) Panen pertama setelah tanam dapat dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. Apabila terlalu awal, tunas yang akan tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan;
3) Pada saat dilakukan pemotongan batang rumput, sebaiknya ditinggalkan ± 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tanaman yang terlalu pendek menyebabkan semakin lambatnya pertumbuhan kembali, namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang;
4) Pemanenan juga dapat dilakukan dengan cara renggutan langsung oleh ternak. Metode ini biasanya di lakukan pada jenis-jenis rumput yang tidak terlalu tinggi, tumbuhnya menjalar di tanah. Hal yang penting adalah populasi ternak yang harus disesuaikan dengan luasan lahan rumput agar tidak terjadi renggutan yang berat dan injakan yang parah.
CARA MEMANFAATKAN HPT
Beberapa cara sederhana dalam pemberian pakan yang dapat memperbaiki produksi ternak :
1) Pastikan bahwa ternak memiLiki akses terus menerus terhadap pakan
2) Sediakan pakan berkualitas baik
3) Pastikan bahwa ternak dapat memilih pakannya
4) Berikan suplemen protein
5) Berikan pakan yang Lebih berkuaLitas dimusim kemarau
6) Berikan pakan terbaik kepada ternak yang paling produktif
Hanya HPT berkualitas baik yang dapat mensuplai zat-zat gizi yang cukup bagi ternak berproduksi tinggi. Induk sapi yang menyusui anak, sapi jantan yang digemukkan, atau ternak kerja membutuhkan pakan yang kualitasnya lebih baik dibandingkan ternak-ternak non-produktif. (Suwarna/Penyuluh Pertanian Pusat ).

Sumber : Dari berbagai sumber

Tanggal Artikel : 18-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pakan Sapi Frisian Holstein (fh) Jantan
  2. Pakan Sapi Peranakan Simmental
  3. Pakan Sapi Potong Peranakan Ongole Yang Baik
  4. Pakan Sapi Potong (sapi Sahiwal)