Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Umbi-Umbian >> Ubi Kayu >> Budidaya

Kotoran Sapi Akan Lebih Bermanfaat Bagi Tanaman Ubi Kayu Jika Dilakukan Pengomposan

Sumber Gambar: BPP Kedungwaru Tulungagung Jawa Timur - blogger

Ubi kayu merupakan makanan pokok yang menempati urutan ketiga setelah padi dan jagung di Indonesia. Ubi kayu banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, tape, kripik, dan bahan makanan lainnya. Total produksi mencapai 21,8 juta ton dari luasan panen 950.000 ha (Biro Pusat Statistik, 2015). Diperkirakan kebutuhan ubi kayu akan meningkat setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya jumlah industri yang berbahan baku ubi kayu. Permasalahan umum pada pertanaman ubi kayu adalah produktivitas dan pendapatan yang rendah. Dari segi teknis produksi, penyebab penting atas rendahnya tingkat hasil ubi kayu di tingkat petani adalah terbatasnya penggunaan varietas unggul yang berdaya hasil tinggi dan kurangnya penggunaan pupuk. Jenis pupuk yang diperlukan adalah pupuk anorganik maupun pupuk organik. Unsur hara yang dibutuhkan dan harus tersedia bagi tanaman terdiri atas unsur hara essensial dan unsur hara non essensial. Unsur hara essensial merupakan suatu unsur hara yang ketersediaanya harus ada dan tercukupi bagi tanaman dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh unsur lain. Jika unsur hara essensial ini tidak tersedia dan tidak tercukupi bagi tanaman, maka akan berakibat tanaman tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya, dalam artian pertumbuhannya terhambat. Unsur hara essensial ini terbagi lagi atas unsur hara makro dan unsur hara mikro. Pupuk kandang dari kotoran sapi merupakan salah satu pupuk organik yang mudah diperoleh pada daerah yang memiliki peternakan sapi. Oleh karena itu pengelolaan hara harus diperhatikan penyediakan hara bagi tanaman dapat terlaksana secara tepat, baik jumlah, jenis, maupun waktu pemberiannya, dengan mempertimbangkan kebutuhan tanaman, dan kapasitas lahan dalam menyediakan hara bagi tanaman. Namun untuk memaksimalkan penggunaan pukan sapi harus dilakukan pengomposan agar menjadi kompos pukan sapi dengan rasio C/N di bawah 20. Pengomposan adalah suatu proses dekomposisi yang mengkonversikan bahan organik padat menjadi produk yang stabil dibawah kondisi lingkungan yang terkendali. Bokashi merupakan hasil fermentasi menggunakan teknologi EM4 agar supaya Nisbah C/N dalam pengomposan memegang peranan penting, karena mikroorganisme membutuhkan nitrogen untuk sintesa protein dan karbon untuk pertumbuhan. Nisbah C/N yang optimum untuk proses pengomposan yang cepat dan efisien adalah antara 26-35, nisbah C/N di bawah 26 menyebabkan peningkatan kehilangan nitrogen yang berubah menjadi gas ammonia dan bila lebih dari 35 menyebabkan proses pengomposan lebih lama. Pemupukan memberikan jumlah umbi paling tinggi. Unsur hara merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan oleh setiap tanaman dalam menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan dari suatu tanaman tersebut. Ketersediaan unsur hara di dalam tanah tergantung dari lahan tempat tumbuh tanaman. Dalam beberapa tempat, ada yang unsur haranya berkecukupan sehingga pertumbuhan berjalan dengan baik, namun ada juga yang mengalami kekurangan sehingga pertumbuhan dan perkembangan dari suatu tanaman menjadi terhambat, sehingga pemupukan merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hara pada tanaman. Tanah yang baik untuk budidaya ubikayu adalah memiliki struktur gembur atau remah yang dapat dipertahankan sejak fase awal pertumbuhan sampai panen. Kondisi tersebut dapat menjamin sirkulasi O2 dan CO2 di dalam tanah terutama pada lapisan olah, sehingga aktivitas jasad renik dan fungsi akar optimal dalam penyerapan hara. Pupuk kandang merupakan salah satu alternatif yang baik dalam mengatasi kekurangan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, mengingat pupuk kandang memiliki beberapa keunggulan. Fungsi pupuk kandang terhadap tanah pertanian adalah menambah kandungan bahan organik (humus), meningkatkan kesuburan tanah dengan menambah unsur hara tanaman, memperbaiki kehidupan mikroorganisme tanah, dan melindungi tanah terhadap kerusakan akibat erosi. Hasil penelitian Pemmy Tumewu , Carolus P. Paruntu , dan Tommy D. Sondakh, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Manado , Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado dapat disimpulkan mbahwa 1. Pemupukan berpengaruh terhadap hasil ubi kayu. 2. Nilai bobot umbi/tanaman dan produksi umbi/petak tertinggi pada pemupukan dosis 20 ton/ha bokashi kotoran sapi dan 250 kg/ha NPK + 150 kg urea/ha. 3. Perlu penambahan pupuk pada lahan penelitian yang ditanami ubi kayu.

Penyunting: Yulia Tri S
Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id
Sumber:
1. Atmojo, S.W. 2006. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
2. Hartatik, W. dan Widowati, L.R. 2006. Pupuk Kandang.
3. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi Volume 2 Nomor 2 Oktober 2015

Tanggal Artikel : 07-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Teknologi Produksi Ubi Kayu Sistem Monokultur
  2. Kerugian Penyakit Leles Ubi Kayu, Hasil Dan Cara Pengendalian
  3. Tehnologi Produksi Ubikayu Monokultur Dan Tumpangsari Double Row
  4. Empat Varietas Unggul Ubikayu Untuk Pangan