Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kedelai

Pengelolaan Produksi Kedelai melalui APBN-P Tahun 2017

Sumber Gambar: Sumber Foto: Tim APBNP Kedelai BPPSDMP 2017

Kebutuhan akan komoditi kedelai meningkat setiap tahunnya sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya industri pangan dan pakan. Produksi yang dihasilkan belum bisa memenuhi untuk kebutuhan tersebut. Untuk itu produksi kedelai perlu ditingkatkan setiap tahunnya melalui program pengelolaan produksi kedelai.
Dalam rangka percepatan pencapaian peningkatan produksi kedelai menuju swasembada yang semula ditargetkan pada tahun 2020 menjadi tahun 2018, maka diperlukan berbagai dukungan. Salah satu dukungannya adalah anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. APBN-P digunakan untuk pelaksanaan Kegiatan Pengelolaan Produksi Kedelai melalui APBN-P Tahun 2017 dengan memanfaatkan lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut, lahan perkebunan, lahan Perhutani, serta lahan yang telah dipakai untuk program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Jagung tahun 2017.
Kelompok tani/Gabungan Kelompok tani (Gapoktan), Lembaga Masyarakat di sekitar Hutan (LMDH)/lembaga pemerintah/non pemerintah pelaksana kegiatan pengelolaan produksi kedelai, mendapat Bantuan Pemerintah berupa sarana produksi antara lain benih, pupuk, rhizobium, bahan organik, dolomit dan pestisida. Agar Bantuan Pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu pengawalan dan pendampingan dari berbagai pihak, salah satunya oleh penyuluh pertanian.

A. Tahapan Pelaksanaan Pendampingan/pengawalan
1. Persiapan
a. Pendataan lahan untuk Calon Lokasi yang akan ditetapkan beserta kelengkapan persyaratannya dan calon penyuluh yang akan mendampingi.
b. Verifikasi kesiapan lahan dan penyuluh pendampingnya atau CPCL (calon Penyuluh dan Calon Lokasi ). CPCL tersebut ditetapkan terlebih dahulu dengan SK PPK Dinas Pertanian provinsi.
Penyuluh yang akan mendampingi/mengawal terlebih dahulu mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek).
Calon kelompok tani penerima manfaat harus membuka rekening bank yang yang telah untuk Kegiatan Pengelolaan Produksi Kedelai APBN-P Tahun 2017.
c. Memastikan Proses pemberkasan yang dipersyaratkan (RUK, Kontrak, Rekening Bank penerima manfaat dan lainnya).
d. Memastikan proses Transfer dan pencairan dana bantuan pemerintah untuk sarana produksi antara lain benih, pupuk, rhizobium, bahan organik, dolomit dan pestisida.
e. Memastikan pembelian sarana produksi antara lain benih, pupuk, rhizobium, bahan organik, dolomit dan pestisida.
f. Memastikan pemanfaatan dari sarana produksi antara lain benih, pupuk, rhizobium, bahan organik, dolomit dan pestisida.
2. Pelaksanaan pendampingan/pengawalan
a. Penyuluh pertanian dalam melakukan pengawalan dan pendampingan mulai dari pengolahan tanah, pemilihan varietas penanaman, pemeliharaan (pemupukan, penyiangan, pengendalian organisme penggangu tanaman, pengairan dsb), panen, pasca panen sampai pemasaran (harga kedelai di tingkat petani berdasarkan Permendag Nomor 27/M-DAG/PER/5/2017adalah Rp. 8.500,-)
b. Dalam melakukan pendampingan, penyuluh disediakan bantuan transport pendampingan/pengawalan, minimal 2 (dua) kali per minggu per lokasi kegiatan atau sesuai dengan kondisi di lapangan.
c. Temu Lapang/Farm Field Day (FFD). Temu Lapang pelaku utama/kelompoktani dilaksanakan 1 (satu) kali di setiap Kabupaten pada salah satu wilayah kerja BPP/WKPP pelaksana kegiatan yang terpilih. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan unsur dari pelaku utama/kelompoktani, penyuluh pertanian, dan peneliti berjumlah minimal 100 orang atau sesuai kondisi di lapangan, dengan tujuan agar dapat memperoleh umpan balik dan saling tukar menukar informasi antar pelaku utama dan pemangku kepentingan lainnya, tentang hasil kegiatan yang dilaksanakan.
3. Pelaporan pendampingan/pengawalan melalui online
Pelaporan dilaksanakan oleh penyuluh pertanian yang mendapat tugas mendampingi/mengawal kegiatan pengelolaan produksi kedelai melalui APBN-P Tahun 2017 mengikuti tabel pengawalan dan pendampingan yang ada pada www.siluhtan.net
4. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring dan evaluasi kegiatan pendampingan/pengawalan oleh penyuluh pertanian untuk kegiatan pengelolaan produksi kedelai melalui APBN-P Tahun 2017 pada setiap tingkatan administrasi wilayah penyelenggara dan pelaksana penyuluhan pertanian baik melalui kunjungan langsung ke lapangan maupun secara administratif terhadap aspek teknis dan keuangan secara berkala dan atau sesuai dengan kebutuhan.
Ruang lingkup monitoring dan evaluasi, sebagai berikut:
a. Keragaan dan kesiapan pelaksanaan kegiatan pendampingan/ pengawalan penyuluh pertanian kegiatan pengelolaan produksi kedelai melalui APBN-P Tahun 2017 penyuluh pendamping, pelaku utama dan pelaku usaha penerima manfaat) dan lain-lain;
b. Proses pelaksanaan kegiatan (bantuan transpor dan temu lapang );
Pelaporan
Pelaksanaan kegiatan pendampingan/pengawalan penyuluh pertanian di sentra komoditas pangan strategis nasional dilaporkan secara berjenjang mulai dari tingkat desa /WKPP, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga ke pusat.
Penyunting: Yulia Tri S
Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id
Sumber
Berbagai Sumber

Tanggal Artikel : 07-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Prosedur Tindakan Karantina Impor Benih (misalnya Kedelai)
  2. Teknologi Produksi Kedelai Di Lahan Sawah
  3. Jabal Kedelai Perlu Di Galakkan !!!!
  4. Mutiara 1, Kedelai Mutan Yang Super Besar Dan Aman Di Konsumsi