Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Umbi-Umbian >> Ubi Jalar >> Pengolahan Hasil

Pengolahan Keladi dan Ubi Jalar Menjadi Mi Kering Akan Memberikan Nilai Tambah

Sumber Gambar: http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-mie-pelangi-dan-analisa-usahanya.html

Ubijalar telah lama dikenal masyarakat Indonesia sejak dulu, rasanya cukup enak, dan dapat digunakan sebagai substitusi bahan lainnya seperti beras, terigu, dan lainnya. Ubijalar yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan sebagai sumber karbohidrat dapat dimanfaatkan sebagai pangan pokok dengan nilai kalori 123 kkal. Ubijalar mudah dibudidayakan di berbagai tipe lahan dengan produktivitas sekitar 20–40 t/ha. Ubi jalar dan keladi mempunyai kandungan protein dan lemak rendah, namun tinggi kadar karbohidratnya. Kandungan patinya sekitar 70?80%, serat, dan mineral. Untuk memperluas pemanfaatannya, ubijalar diolah menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan. Kedua komoditas ini dapat diproses menjadi tepung yang memberikan manfaat, antara lain: praktis, meningkatkan daya simpan, memudahkan pengangkutan, dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam produk makanan, seperti makanan ringan, biskuit, mi kering, camilan kripik, camilan stik, dan lain-lain, karena keladi memiliki viskositas tinggi.
Tepung ubijalar menghasilkan warna yang bervariasi, bergantung pada daging umbinya. Pengolahan yang tidak tepat dapat menurunkan mutu tepung, warna tepung menjadi kusam, gelap, dan kecokelatan. Di Indonesia, tanaman aneka umbi, seperti keladi dan ubijalar banyak tersedia namun belum optimal dalam pemanfaatannya. Aneka umbi, termasuk keladi dan ubijalar, termasuk komoditas yang cepat rusak setelah dipanen dan hanya dapat disimpan kurang dari dua minggu. Makanya perlu untuk dibuat tepung, sehingga akan dapat memperpanjang umur simpan, selain itu kalau dibuat berbagai produk dapat meningkatkan nilai tambah. Jemmy Rinaldi , Fawzan Sigma Aurum dan Dian Adi Anggraeni Elisabeth peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali telah melakukan penelitian terkait nilai tambah pengolahan keladi dan ubijalar menjadi mi kering. Pengolahan mi kering diharapkan dapat menciptakan peluang kerja baru dan mensubtitusi penggunaan tepung gandum dalam pembuatan mi. Penelitian pengolahan mi kering dari tepung komposit keladi dan ubijalar bertujuan untuk mengetahui: (1) harga jual minimum mi kering dari tepung komposit keladi dan ubijalar, dan (2) nilai tambah per hari dari proses pengolahan mi kering.
Penelitian dilaksanakan di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari. Metode pembuatan mi kering menggunakan formula dan teknik pengolahan dari Iptek.net dalam Kamus Ilmiah dengan beberapa modifikasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah pengukusan dan pengeringan oven. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Metode penelitian adalah studi kasus. Pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi lapangan dengan sumber informasi dari wanita tani. Data yang diambil meliputi input produksi, penggunaan bahan baku tepung keladi dan ubijalar, tenaga kerja, jumlah pemakaian bahan bakar, dan alat-alat. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif yang dilengkapi dengan analisis kuantitatif sederhana. Analisis kualitatif dipakai untuk mendapatkan gambaran tentang proses pembuatan tepung komposit keladi dan ubijalar. Analisis kuantitatif untuk melihat kelayakan usaha, harga jual minimum, dan nilai tambah produk mi kering dari tepung komposit keladi dan ubijalar digunakan analisis pendapatan. Nilai Tambah Pengolahan Keladi dan Ubijalar menjadi Mi Kering
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga layak jual minimum mi kering per kemasan dengan berat bersih 200 gram adalah Rp.8.124,81. Nilai tambah yang diperoleh dalam proses pengolahan mi kering per hari dari 10 kg menghasilkan Rp 207.392,90 yang berasal dari keuntungan hasil penjualan produk dan upah tenaga kerja. . Meskipun harganya lebih mahal, anggota KWT menganggap mi kering tepung komposit keladi ubijalar ini sehat karena tidak menggunakan pengawet dan bahan kimia lain dalam proses pembuatannya. Pengenalan manfaat kesehatan umbi keladi dan ubijalar, seperti kaya serat, mengandung berbagai vitamin dan mineral, antioksidan untuk anti kanker, serta memiliki indeks glikemik rendah sehingga cocok sebagai menu diet bagi penderita diabetes di awal dan selama kegiatan introduksi berlangsung nampaknya ikut memberikan kontribusi pada penerimaan anggota KWT terhadap produk mi kering tepung komposit. Nilai Tambah dari Pengolahan Mi Kering Pengolahan tepung komposit keladi dan ubijalar menjadi mi kering selain bertujuan untuk memanfaatkan produk pangan lokal, juga memberikan nilai tambah bagi petani. Nilai tambah yang diperoleh petani berasal dari keuntungan dari penjualan mi kering dan upah tenaga kerja yang diperhitungkan dalam proses pengolahan
Keberlanjutan usaha pengolahan mi kering dari tepung komposit tidak lepas dari peran pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan pendapatan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Badung disarankan mengembangkan teknologi pengolahan mi kering ini ke seluruh KWT yang memiliki potensi keladi dan ubijalar.
Penyunting: Yulia Tri S
Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id
Sumber:
Hasil Penelitian Jemmy Rinaldi , Fawzan Sigma Aurum dan Dian Adi Anggraeni Elisabeth peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali

Tanggal Artikel : 07-12-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mocaf
  2. Olahan Ubi Jalar Untuk Sajian Arisan
  3. Membuat Es Krim Ubi Jalar Tanpa Mesin
  4. Manfaat Ubi Jalar