Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Sayuran

BUDI DAYA TERUNG UNGU

Sumber Gambar: knowyourmeme.com

Terung adalah salah satu jenis tanaman sayur yang menghasilkan buah. Buah terung ini sering kita jumpai di warteg atau rumah makan Padang yang diolah menjadi sayur lodeh (sayur santan) dan balado terung. Penggemar sayur terung ini jumlahnya sangat banyak. Tak pelak dari waktu ke waktu kebutuhan suplai sayur terung ini semakin meningkat.
Terung (Solanum melongena) di Pulau Jawa lebih dikenal sebagai terong. Terung asalnya dari India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca. Terung adalah ternah yang sering ditanam secara tahunan. Pertumbuhan tanaman ini bisa mencapai 40-150 cm. Dan lebar tajuknya bisa mencapai 5-10 cm. Batang terung biasanya berduri. Warna bunganya antara putih dan ungu, dengan mahkota yang memiliki lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Buah terung berisi dengan diameter sekitar 3 cm. Di dalam buah terung terdapat biji-biji kecil dan lembut.
Tingginya tingkat konsumsi masyarakat pada terung ungu bisa dijadikan alternatif peluang usaha budi daya pertanian. Apalagi pertumbuhan terung ungu ini sangat baik jika dibudidayakan di daerah tropis seperti di Indonesia.
Jika Anda merasa tertarik dengan menjalankan peluang budi daya terung ungu, tidak ada salahnya jika Anda mencoba memanfaatkannya. Budi daya terung ungu ini termasuk tidak susah, walaupun Anda baru mencoba memulai sekalipun. Yang penting Anda mengerti tertang tata kelola dalam budi daya terung ungu. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan jika akan memulai budi daya terung ungu.
- Pemilihan Lahan
Untuk pemilihan lahan yang akan digunakan sebagai tempat bercocok tanam terong ungu, ada beberapa tips yang perlu dicermati. Yang pertama pilihlah lahan yang berada di daerah dengan suhu udara yang berkisar 20-30 derajat celcius. Pasalnya pada daerah dengan kisaran suhu tersebut, tanaman terong akan dapat tumbuh dengan baik.
Selanjutnya, pilih lahan yang subur dan tanahnya berjenis lempung berpasir. Jangan lupa juga dipikirkan sistem drainase dan aerasinya. Karena tanaman terong akan tumbuh dengan lebih baik jika lahan yang kita pilih memiliki sistem aerasi dan drainase yang bagus.
- Pengolahan Lahan dan Cara Menanam
Sebelum proses penanaman dilakukan, lahan sudah digarap paling tidak satu minggu sebelumnya. Kita bisa mulai dengan membuat bedengan yang rapih dengan lebar sekitar 120 cm dan tinggi sekitar 40 cm. Sebelum bedengan dibuat, tanah yang akan dipakai untuk bedengan sudah dicampur dengan pupuk kandang.
Mengatur jarak antar bedengan sekitar 50 cm. Jika kita ingin menghalau pertumbuhan tanaman liar dan gulma di sekitar areal tanaman, sebaiknya bedengan ditutupi dengan mulsa plastik.
- Membuat Lubang Tanam dan Penanaman
Membuat lubang tanam dilakukan satu hari sebelum perlakuan penanaman. Jarak antara lubang tanam sekitar 50 cm. Jika pembuatan lubang tanam sudah selesai, selanjutnya bisa melakukan penanaman. Cara menanam terung ungu cukup mudah. Pasalnya, menanam terung ungu tidak memerlukan teknik yang rumit. Bisa mengikuti cara menanam tanaman pada umumnya.
Masukkan bibit terong ungu ke dalam lubang-lubang tanam yang sudah disiapkan dan setelah itu tutup kembali lubang tanam dengan media tanam. Setelah proses penanaman selesai, kemudian melakukan proses perawatan dengan baik agar hasil panen optimal. Proses perawatan tanaman meliputi penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit, membersihkan tanaman-tanaman liar seperti gulma dan rumput, dan memangkas ranting-ranting yang mati.
Itulah paparan singkat tentang cara budi daya terung ungu yang bisa menjadi alternatif dalam pengembangan usaha pertanian. Dengan ketekunan dan teknik budi daya yang baik, tentu usaha tersebut akan mudah berkembang dengan baik. Selamat mencoba. (Ibrahim Saragih)
Sumber : www.1001budidaya.com

Tanggal Artikel : 13-11-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Budidaya Tomat Secara Organik Dan Tips Pemeliharaannya
  2. Bertanam Sayuran Secara Vertikultur
  3. Hama Dan Penyakit Tanaman Kailan (brassica Oleraceae)
  4. Pemeliharaan Tanaman Kailan Selama Pertanaman Di Lahan