Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Kakao

Upaya Pencapaian Standar Mutu Benih Kakao

Sumber Gambar: http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/?cat=105

Benih kakao untuk perbanyakan secara generatif harus diperoleh dari kebun induk. Penetapan kebun induk dilakukan oleh Direktur Jenderal Perkebunan a,n Menteri Pertanian. Biji Kakao yang sesuai mutu terlebih dahulu memenuhi kriteria-kriteria baik secara nutu genetis, mutu fisiologis, dan mutu fisik. Kriteria secara genetis adalah tingkat kemurniannya harus 100%, sedangkan secara fisiologis benih harus terbebas dari organisme penganggu tanaman dan memiliki daya kecambah 80%. Kriteria lain adalah tampilan fisik normal seperti bentuk biji bernas pada bagian tengah padat berisi dengan kadar air 30-40%.
Biji kakao yang siap tanam terlebih dahulu dilakukan pengukuran pertumbuhan pada umur 4-8 bulan. Pengukuran tidak boleh kurang 4 bulan maupun lebih dari 8 bulan. Ukuran yang digubakan untuk menyatakan bahwa bibit siap tanam adalah tinggi tanaman > 40 cm. Diameter batang tanaman kakao > 0,6 cm dengan jumlah daun > 8 helai. Teknik perbanyakan generatif adalah dengan menggunakan biji yang dikenal dengan istilah seedling.
Benih Kakao tidak memiliki masa dorman sehingga harus secapat mungkin dikecambahkan. Adapun kebutuhan benih untuk tanaman Kakao seluas 1 ha pada dataran sejumlah 1900 butir. Adapun untuk lahan dengan kemiringan membutuhkan benih 1800 butir. Setelah itu, hal yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan benih untuk ditanam. Berikut beberapa tahapan dalam mempersiapkan benih untuk ditanam, yaitu:
(1) persiapan persemaian. Siapkan persemaian dengan membuat bedengan tanah gembur dan diberi atap daun tebu/kelapa/paranet agar tidak terpapar sinar matahari langsung. Pada saat Kakao akan disemai, lakukan penyiraman air pada media tanam. Syarat persemaian yang baik adalah lahan yang datar, dekat sumber air, memiliki drainase yang baik. Adapun persemaian dapat dilaksanakan dengan beberapa cara, seperti: (a) persemaian langsung dapat dilakukan pada polibag, namun sebelumnya benih terlebih dahulu direndam dalam air selama 24 jam. Penanaman pada polibag berukuran 12 x 20 pupuk kandang (1); (b) persemaian dengan bedengan bak pasir dillakukan dengan jarak tanam 2,5 x 4 cm. kebutuhan benih 1900. Persemaian dengan bak pasir membutuhkan luas lahan 1000 m2.(c) persemaian dengan karung goni dapat dilakukan dengan jarak tanam 2 x 3 cm dengan jumlah benih 1900 butir pada pertanaman dengan jarak tanam 3 x3 m. Ukuran karung goni yang digunakan 75 x 110 cm untuk 1200 butir benih ; (b) persemaian di bedengan; dan (c) persemaian dengan karung goni.
(2) Pelaksanaan persemaian. Sesaat sebelum melakukan persemaian terlebih dahulu bedengan maupun karung goni disiram dengan air. lalu berikan larutan fungisida. Adapun bila persemaian dilakukan pada bak pasir, jangan membenamkan benih seluruhnya. Arah permukaan benih ke bawah. Setelah benih tersusun di persemaian lalu taburkan potongan jerami, atau sejenisnya sehingga terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
(3) Pemeliharaan persemaian. Saat tanaman di persemaian, lakukan penyiraman secara berkala hingga 4-5 hari. Benih yang sudah berkecambah dengan ukuran panjang radikula 1-2 cm dan umur kurang 12 hari dapat dipindahkan pada polibag.
(4) Penanaman dalam polibag. Polibag yang digunakan berukuran 17 x 25 cm dengan adanya lubang drainase. Lakukan pengisian polibag. Kecambah dengan radicula ± 2 cm, tanam pada bagian tengah polibag. Perhatikan bagian akar agar tidak terlipat atau bengkok saat ditanam.
(5) Pemeliharaan benih. Perhatikan pertumbuhan benih dan sesuaikan dengan pembukaan naungan agar intensitas cahaya terdapat penambahan. Saat penyiraman, perlu diperhatikan kelembapannya. Lakukan pemupukan saat benih umur 1 bulan secara berkala setiap 2 minggu dengan dosis pupuk urea 2 gram/polibag. Cara pemupukan dengan melarutkan pada air dengan konsentrasi 0,2 %. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pengendalian hama dan penyakit. Adapun hama yang sering terlihat pada persemaian, yaitu: pengisap daun, ulat kilan, dan belalang. Adapun penyakit yang menyerang, yaitu: jamur phytoptora dan VSD. Bila terdapat tanaman yang terserang maka segera lakukan sanitasi pada benih yang sakit dengan diambil dan daun yang terserang dipetik dan dibenam pada tanah. Bila menggunakan persemaian pada polibag, lakukan penataan agar tidak rapat sehingga diharapkan benih dapat tumbuh seragam. Seiring dengan pertumbuhan benih, lakukan penjarangan atap agar terjadi proses aklimatisasi dengan kondisi kebun. Bila benih telah memenuhi beberapa persyaratan seperti: (a) umur benih 4-5 bulan; (b) tinggi tanaman > 60 cm; (c) jumlah daun > 12 helai; (d) diameter batang > 1 cm dan bebas OPT. Maka benih siap di pindah pada kebun tanam.
Demikian upaya pencapaian standar mutu perbanyakan benih secara generatif. Semoga bermanfaat.

Sumber: Ditjenbun, 2017. Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Kakao.
Penyusun: Miskat Ramdhani (Penyuluh Pertanian BBP2TP)

Tanggal Artikel : 11-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kompos Limbah Kakao
  2. Fermentasi Kakao Dalam Kotak
  3. Sekolah Lapang Kakao
  4. Hari Temu Lapang Kakao