Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi

Beberapa Langkah Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Virus Kerdil Rumput dan Kerdil Hampa dan Hama Wereng Batang Coklat

Sumber Gambar: http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=794&Itemid=326

Virus kerdil rumput dan kerdil hampa merupakan salah satu penyakit tanaman padi yang harus dihindari pada areal pertanaman. Virus ini ditularkan melalui vektornya, yaitu: hama wereng batang coklat dan sumber inokulum virus itu sendiri, yaitu: gulma di lapangan. Edukasi untuk petani agar dapat melakukan kegiatan pencegahan sedini mungkin agar tidak menyerang tanaman padi.Petani perlu melakukan tindakan preventif agar tanaman padi yang diusahakan aman dari gangguan hama dan penyakit atau walaupun terserang namun masih dalam ambang batas ekonomi. Tindakan preventif dapat dilakukan dengan melakukan penanaman secara serempak. Para penyuluh perlu memberikan pemahaman kepada petani agar aktivitas penanaman secara bersama-sama dapat dilakukan. Aktivitas lainnya yang perlu dilakukan bila dalam kurun waktu tertentu dilakukan pertanaman padi secara terus-menerus adalah dengan melakukan rotasi tanaman ke tanaman Palawija. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan memutus siklus hama dan penyakit.
Adapun hal lain yang perlu diperhatikan para petani adalah mengurangi sumber infeksi. Inokulum yang terdapat pada lahan pertanian perlu dibersihkan. Sanitasi lahan dan eradikasi wajib dilakukan oleh petani. Tujuannya adalah agar tanaman yang sakit dan gulma sebagai sumber inokluum dapat dihilangkan.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan oleh petani adalah menggunakan varietas tahan hama wereng coklat maupun virus kerdil rumput maupun virus kerdil hampa. Adapun beberapa varietas yang dianjurkan adalah inpari 31, 33, 35, dan 43. Berikut kelebihan dan kekurangan masing-masing varietas.
1. Inpari 31.
Varietas yang memiliki potensi hasil yang tinggi. Hasil panen padi jenis ini dapat mencapai 8,5 ton/ha. Rataan hasil di petani adalah 6 ton/ha. Usia hingga panen 112 hari. Kelebihan lainnya adalah bagi yang suka dengan tekstur nasi pulen, maka varietas ini dapat menjadi pilihan karena kepulenanannya dengan kadar amilosa 21,1 persen. Hal lain yang menjadi keunggulan varietas ini adalah ketahanannya terhadap hama wereng coklat biotipe 1,2, dan 3. Selain tahan terhadap hama, inpari 31 juga memiliki kemampuan bertahan daro serangan penyakit hawar daun bakteri (HDB) tipe 3, tahan tungro lanrang, dan tahan dengan penyakit blas ras 033. Inpari 31 juga dapat dikembangkan pada dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.2. Inpari 33. Varietas yang memiliki potensi hasil yang tinggi. Produktivitas padi dapat mencapai 9,8 ton/ha. Rataan hasil panen pada tingkat petani adalah 6,6 ton/ha. Kadar amilosa cukup tinggi, yaitu 23,4 % serta tekstur nasi sedang. Keunggulan lainnya dari varietas ini adalah kemampuannya tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3. Selain hama, varietas ini juga memiliki kemampuan tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri tipe III dan penyakit blast ras 073. Varietas ini dapat dikembangkan hingga ketinggian 600 m dpl. Namun, varietas ini rentan terhadap virus tungro sehingga pada daerah endemik tidak dapat dikembangkan.3. Inpari 34 Salin Agritan. Padi sawah varietas unggul ini memiliki produktivitas yang tinggi hingga mencapai 8,1 ton/ha. Keunggulan lainnya adalah umur yang genjah, hanya membutuhkan 102 hari. Rataan hasil panen padi menunjukkan 6,0 ton/ha. Kadar amilosa varietas ini, yaitu: 22,08 % dan memiliki ketahanan terhadap hama wereng coklat tipe I. Selain itu, Inpari 34 Salin Agritan tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 173. Varietas ini dapat dikembangkan hingga ketinggian 500 m dpl dan sesuai dengan namanya keunggulannya utamanya terletak pada toleransinya terhadap salinitas.4. Inpari 35 Salin Agritan. Padi sawah dengan potensi hasil 8,3 ton/ha. Keunggulannya adalah umur tanaman yang 106 hari. Varietas ini memiliki tekstur pera dan kadar amilosa 24 %. Keunggulan lainnya dalah ketahanan terhadap hama wereng coklat tipe I dan tahan penyakit blas ras 073. Hal lain yang perlu diperhatikan jika ingin mengembangkannya adalah tidak dianjurkan pada daerah endemik tungro.5. Inpari 43 Agritan GSR. Padi sawah varietas unggul baru memiliki keunggulan diantaranya adalah: (1) postur tanaman tegak, daun bendera panjang dan malai berada di tengah. Hal ini menunjukkan bahwa varietas ini dapat menghindari serangan burung. Kadar amilosa yang rendah (18,19%) dan tekstur nasi pulen menjadi penciri varietas ini. Pada tingkat pengujian, rendemen beras giling menunjukkan cukup tinggi sebesar 70,09%. Keunggulan lainnya adalah ketahanannya terhadap hama wereng coklat cukup baik dan juga tahan dengan penyakit hawar daun bakteri strain III, agak tahan hawar daun bakteri strain IV dan VIII serta tahan terhadap penyakit blas ras 073 dan 133.
Demikian beberapa langkah pencegahan dan pengendalian hama wereng coklat, kerdil rumput maupun kerdil hampa. Semoga bermanfaat.

Sumber: BB Padi. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-aktual/content
Penyusun: Miskat Ramdhani, M. Si. Penyuluh BBP2TP

Tanggal Artikel : 11-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Penyebaran Patogen Pada Biji
  2. Padi Hibrida Varietas Dr 2
  3. Padi Hibrida Varietas Hipa 10
  4. Padi Hibrida Varietas Hipa 11

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani