Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi

Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC)

Sumber Gambar: http://jogjatani.16mb.com/2012/03/wereng-batang-coklat/

Hama Wereng Batang Coklat (WBC) kembali menyerang areal persawahan khususnya wilayah pulau Jawa yang merupakan sentra padi di Indonesia. Hama Wereng Batang Coklat menyerang dengan menghisap cairan tanaman. Selain sebagai hama penyerang, WBC juga menjadi sarana penular penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Serangan hama Wereng Batang Coklat dapat berlangsung sangat cepat sehingga berdampak signifikan. WBC dikategorikan sebagai hama utama tanaman padi karena mampu beradaptasi dengan cepat pada berbagai lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan kemampuannya membentuk biotipe baru yang mampu mengatasi sifat ketahanan tanaman dan resisten terhadap insektisida dalam waktu cukup singkat. Hal inilah yang menyebabkan ledakan populasi yang mampu mengakibatkan penurunan produksi padi nasional secara drastis. Oleh karenanya, perlu langkah pengendalian hama WBC agar produksi padi nasional tidak mengalami penurunan.

WBC menyerang tanaman pada bagian batang atau pelepah daun padi pada semua fase pertumbuha tanaman. Timbulnya serangan hama wereng disebabkan oleh beberapa hal berikut:
1. Kondisi lingkungan yang cocok, baik pada varietas padi rentan maupun iklim lingkungan yang mendukung.
2. Tidak adanya monitoring dan pemantauan populasi secara rutin sehingga menghambat langkah pengendalian.
3. Penanaman varietas padi rentan dengan pola tanam yang tidak teratur dan tidak serempak.
4. Penggunaan insektisida yang tidak bijaksana (tidak memenuhi 6 Tepat, yaitu Tepat jenis, Tepat konsentrasi, Tepat dosis, Tepat volume semprot, Tepat cara, serta Tepat waktu dan sasaran).

Gejala padi yang diserang hama WBC antara lain, daun dan batang berwarna kuning, lalu menjadi coklat dan akhirnya seluruh bagian mongering. Selain itu, WBC juga menularkan penyakit virus kerdil hampa dan kedil rumput. Gejala tanaman yang terkena virus kerdil hampa adalah tanaman menjadi kerdil, bagian daun terpuntir, pendek, kaku dan berlekuk-lekuk, anakan bercabang dan malai hampa. Sedangkan tanaman yang terkena virus kerdil rumput adalah kerdil, beranakan banyak, daun menjadi pendek dan tidak keluar malai.

Pengendalian hama WBC digolongkan menjadi tiga tahapan atau langkah.

A. Tahap Pra-tanam dan Pesemaian
Kegiatan pengendalian pada fase ini meliputi:
a. Persiapan benih yang bermutu, bersertifikat, serta tahan WBC setempat
b. Eradikasi/sanitasi lingkungan dari sisa-sisa tanaman dan singgang yang terserang WBC, kerdil hampa, dan kerdil rumput
c. Pesemaian (tebar benih) setelah keadaan lingkungan bersih dari sumber penularan WBC, kerdil hampa dan kerdil rumput
d. Pengamatan adanya wereng imigran menggunakan lampu perangkap. Bila ada populasi imigran, buat pesemaian 15 hari setelah puncak imigran pertama atau 15 hari setelah puncak imigran kedua
e. Melakukan tahapan secara serempak
f. Pengamatan populasi WBC sejak awal di pesemaian
g. Pengaplikasian insektisida dengan bijaksana berdasarkan hasil monitoring
h. Pemanfaatan pestisida nabati/ musuh alami/ agens hayati dari awal

B. Fase tanaman muda sampai menjelang panen
Kegiatan pada tahap ini meliputi:
a. Penanaman serempak varietas tahan WBC setempat dengan sistem legowo dan menghindari menanam varietas rentan
b. Pengamanan tanaman muda yang ada secara serempak dan bersama-sama
c. Pengamatan intensif terutama terhadap pop wc pada tanaman muda
d. Pengendalian pada saat imigran wereng makroptera yang pertama (generasi nol (G-0, generasi satu (G-1) atau pada fase nimfa keturunan wereng imigran G-0)
e. Pengaplikasian insektisida dengan bijak berdasarkan hasil monitoring
f. Pemanfaatan pestisida nabati/ musuh alami/ agens hayati dari awal
g. Semprot dengan insektisida imidakloprid, fipronil, theametoxam, buprofein, atau insektisida butiran pada tanaman muda secara bijaksana (memenuhi 6 T) saat populasi lebih dari 3 ekor per rumpun pada tanaman berumur kurang dari 40 HST, atau pada saat populasi lebih dari 5 ekor per rumpun pada saat tanaman berumur lebih dari 40 HST
h. Menghindari terlambatnya aplikasi insektisida, yaitu saat populasi hama sudah terlampau tinggiserta menghindari kesalahan memilih insektisida dan teknik aplikasinya
i. Sanitasi selektif/ eradikasi tanaman yang terserang hama WBC berat dan tanaman bergejala virus kerdil rumput dan kerdil hampa

C. Fase pelestarian musuh alami hama WBC
Kegiatan pengendalian hama pada tahap ini antara lain:
a. Menghindari penyemprotan insektisida yang tidak perlu, apabila terpaksa harus menyemprot lakukan dengan bijaksana dan tepat agar tidak membunuh musuh alami hama WBC
b. Melestarikan musuh alami hama WBC antara lain beberapa jenis laba-laba, kumbang Coccinelid, Ophionea, Paederus dan kepik Cyrtorhinus, predator yang hidup di air, parasit telur seperti Anagrus, Oligosita dan Gonatocerus, parasit nimfa dan dewasa antara lain Elenchus danPseudogonatopus, serta jamur pathogen serangga seperti Beauveria dan Metharhizium.


Sumber: Hama Wereng Batang Coklat dan Cara Pengendaliannya. https//www.artikelpadi.com/hama-wereng-batang-cokelat-padi-dan-cara-pengendaliannya
Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh Pertanian BBP2TP

Tanggal Artikel : 11-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Beberapa Langkah Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Virus Kerdil Rumput Dan Kerdil Hampa Dan Hama Wereng Batang Coklat
  2. Padi Hibrida Varietas Dr 2
  3. Padi Hibrida Varietas Hipa 10
  4. Padi Hibrida Varietas Hipa 11