Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Gogo

Menanam Padi di Musim Kemarau

Sumber Gambar: Pribadi

Anomali iklim menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau lebih panjang. Berbagai resiko dihadapi oleh petani dalam musim kemarau panjang yang dikenal dengan istilah El Nino. Hal yang sangat penting diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya penurunan produksi padi. Hal ini sangat mengkhawatirkan bila terjadi sebab akan sangat mempengaruhi pasokan beras dan meningkatnya harga beras di pasaran.Musim kemarau panjang mengakibatkan produksi padi menurun. Lahan sawah tadah hujan akan sangat tergantung dengan air hujan sebagai sumber pengairan. Pemerintah melalui balitbangtan berusaha mencegah terjadinya ini dengan memberikan inovasi baru varietas padi toleran kekeringan. Adapun Balai Besar Penelitian Padi menghasilkan inovasi varietas unggul baru toleran kekeringan.
Varietas unggul baru yang dihasilkan diberi nama sebagai berikut: (1) Inpari 38 tadah hujan agritan; (2) inpari 39 tadah hujan agritan; dan (3) Inpago 11 agritan untuk padi gogo. Pelepasan ketiga varietas ini dilakukan pada tahun 2015. Ketiga jenis padi ini cocok dikembangkan pada lahan sawah tadah hujan. VUB ini memeliki keunggulan tingkat toleransinya yang cukup tinggi pada musim kemarau panjang. Penggunaan ketiga VUB ini bertujuan untuk menghindari pertanaman padi puso sehingga mengakibatkan kerugian pada petani.
Adapun kelebihan dan kekurangan ketiga jenis VUB adalah sebagai berikut:

Inpari 38 tadah hujan Agritan. Padi ini memiliki penciri dengan tinggi tanaman 94 cm dengan umur 115 hari. Varietas ini dapat dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Potensi hasil padi 8,16 ton/ha. Adapun kelebihan varietas ini adalah: (a) agak tahan penyakit hawar daun bakter strain III; (b) tahan penyakit blas ras 073; (c) agak tahan ras 033 dan ras 133. Adapun kelemahan yaitu: (a) rentan HBD strain IV dan VIII; (2) rentan penyakit blas 173; (c) rentan virus tungro; (d) agak rentan terhadap wereng batang coklat (WBC) biotipe 1,2, dan 3.Inpari 39 tadah hujan agritan. Padi ini memiliki penciri tinggi tanaman 98 cm dengan umur 115 hari. Varietas ini dapat dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Potensi hasil padi 8,45 ton/ha. Adapun kelebihan varietas ini adalah: (a) relatif toleran kekeringan; (b) toleran rebah; (c) agak tahan penyakit hawar daun bakteri (HDB) strain III; (d) tahan penyakit blas ras 073, ras 033; (e) agak tahan ras 133 dan 173. Adapun kelemahan varietas ini adalah: (a) agak rentan hama wereng batang coklat (WBC); dan (2) dan rentan virus tungro.Inpago 11 agritan. Padi ini memiliki penciri tinggi tanaman 124 cm dengan umur 111 hari. Varietas ini dapat dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 700 m dpl. Potensi hasil padi 6 ton/ha. Adapun kelebihan varietas ini adalah: (a) relatif toleran kekeringan pada fase vegetatif; (b) toleran rebah; (c) tahan penyakit blas; (d) tahan penyakit hawar daun bakteri (HDB) strain III dan agak tahan strain VIII. Adapun kelemahan varietas ini adalah: (a) agak peka keracunan AI.


Sumber: Berita Puslitbangtan 61 Mei 2016
Penyusun: Miskat Ramdhani. Penyuluh Pertanian BBP2TP

Tanggal Artikel : 11-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Budidaya Padi Gogo Cirata
  2. Konstribusi Varietas Unggul Padi Lahan Kering Untuk Swasembada Padi
  3. Mengenal Beras Hitam Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
  4. Antisipasi Musim Dengan Varietas Unggul Benih Amfibi

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani