Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Kopi >> Budidaya

SEKILAS TENTANG KOPI ROBUSTA

Sumber Gambar: http://bibitbunga.com/blog/perbedaan-kopi-arabika-dan-robusta

Jenis kopi robusta adalah jenis kopi yang banyak beredar di pasaran. Saking banyaknya beredar di pasaran, masyarakat Indonesia pada umumnya taunya kopi itu ya kopi hitam yang pahit alias kopi robusta. Padahal selain kopi robusta ada lagi jenis kopi arabica. Setelah sebelumnya sekilas sudah dibahas tentang kopi arabica, nah sekarang saatnya membahas tentang kopi robusta.
Robusta berasal dari kata 'robust' yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta sebenarnya bukan merupakan spesies. Pasalnya, robusta adalah turunan dari spesies Coffea canephora. Robusta bisa tumbuh di dataran rendah, namun lokasi paling baik untuk membudidayakan jenis kopi ini adalah pada ketinggian 400-800 meter dpl. Suhu optimal pertumbuhan kopi robusta berkisar 24-30oC, dengan curah hujan antara 2.000-3.000 mm per tahun.

Kopi robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis yang basah. Dengan budi daya intensif, tanaman kopi mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Supaya berbuah dengan baik, tanaman membutuhkan waktu kering 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali turun hujan. Tanaman kopi robusta menghendaki tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Tingkat keasaman tanah (pH) yang ideal untuk tanaman ini 5,5-6,5. Budi daya Kopi robusta dianjurkan ditanam di bawah naungan pohon lain.

Karaktersitik tanaman
Cabang reproduksi atau wiwilan pada kopi robusta tumbuh tegak lurus. Buah kopi dihasilkan dari cabang primer yang tumbuh mendatar. Cabang primer ini cukup lentur sehingga membentuk tajuk seperti payung. Bentuk daun membulat seperti telur dengan ujung daun runcing hingga tumpul. Daun-daunnya tumbuh pada batang, cabang dan ranting.

Pada batang dan cabang tumbuhnya tegak lurus dengan susunan daun berselang-seling. Sedangkan pada ranting dan cabang-cabang mendatar, pasangan daun tumbuh pada bidang yang sama. Jenis kopi robusta relatif tahan terhadap serangan penyakit karat daun. Tanaman kopi robusta mulai berbunga pada umur 2 tahun. Bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak terdapat 3-4 kelompok bunga. Bunga biasanya mekar di awal musim kemarau. Berbeda dengan arabika, bunga robusta melakukan penyerbukan secara silang.

Buah kopi yang masih muda berwarna hijau. Setelah matang, warna buah berubah menjadi merah. Ketika matang penuh, buah robusta tetap menempel dengan kuat pada tangkainya. Jangka waktu dari mulai berbunga hingga buah siap panen, berkisar 10-11 bulan. Tanaman kopi robusta memiliki perakaran yang dangkal. Oleh karena itu dalam bertanam kopi robusta dibutuhkan tanah yang subur dan kaya bahan organik. Jenis robusta juga sensitif terhadap kekeringan.

 

Jenis Klon Kopi Robusta
Kopi robusta diturunkan dari beberapa spesies terutama Canephora. Karena alasan inilah, bibit tanaman kopi robusta tidak disebut varietas melainkan disebut klon. Sama dengan varietas arabika, klon unggul robusta di Indonesia dikembangkan oleh Puslit Koka. Berikut beberapa jenis klon robusta yang direkomendasikan untuk dibudidayakan :

- Klon BP308.
Klon ini merupakan tanaman unggul yang tahan terhadap serangan nematoda. Kelebihan klon robusta ini toleran terhadap tanah yang kurang subur. BP308 dianjurkan untuk dijadikan batang bawah, sedangkan batang atasnya disambung dengan klon-klon lain yang disesuaikan dengan agroklimat setempat.
- Klon BP42.
Klon jenis ini memiliki produktivitas 800-1.200 kg/ha/tahun. Perawakannya sedang dengan banyak cabang dan ruasnya pendek. Buah yang dihasilkan besar dan dompolannya rapat.
- Klon SA436.
Memiliki produktivitas yang cukup tinggi, mencapai 1.600-2.800 kg/ha/tahun. Bentuk biji dari klon ini kecil dan ukurannya tidak seragam.
- Klon BP234.
Produktivitasnya sekitar 800-1.200 kg/ha/tahun. Perawakan ramping dengan percabangan yang panjang dan lentur. Butiran buah agak kecil dan ukurannya tidak seragam.

Karakteristik produk
Di pasaran, kopi robusta dijual dengan harga lebih murah dibandingkan dengan jenis arabika. Hal ini menyebabkan disinsentif terhadap petani. Sehingga untuk menghemat biaya produksi, petani kopi robusta cenderung mengabaikan penanganan pasca panen. Pada gilirannya akan membuat mutu kopi yang dihasilkan rendah.
Aroma robusta tidak sekuat arabika, dengan tingkat kekentalan (body) sedang hingga berat dan citarasa pahit. Kandungan kafein robusta lebih besar dua kali lipat daripada jenis arabika. Yaitu sekitar 1,7-4%.

Perdagangan kopi robusta
Sekitar 99% perdagangan kopi dunia adalah jenis robusta dan arabika. Kopi robusta banyak diproduksi oleh negara-negara Asia-Pasific dan Afrika, sedangkan kopi arabika banyak diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan. Penghasil robusta terbesar adalah Vietnam.

Ada sebuah paradoks dalam perkembangan perdagangan robusta. Pada tahun 1950-an, ketika pertama kali diperdagangkan di bursa London, harga robusta relatif sama dengan arabika. Saat itu proporsi pangsa pasar kopi robusta 25-30% dan arabika 70-75%.

Keadaan mulai berubah ketika terjadi kenaikan produksi kopi robusta. Saat ini dimana pangsa pasarnya naik diatas 30%, harganya anjlok di bawah arabika hingga hampir setengahnya. Tentu saja ini sangat mengkhawatirkan mengingat lebih dari 80% produksi kopi Indonesia adalah robusta. (Ibrahim Saragih)
Sumber :
- www.zhuluh.com

Tanggal Artikel : 10-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pemangkasan Pada Tanaman Kopi
  2. Jenis-jenis Kopi
  3. Pemupukan Padatanaman Kopi
  4. Penanaman Kopi