Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Kopi >> Budidaya

PERBANYAKAN TANAMAN KOPI DENGAN BIJI

Sumber Gambar: www.google.com

Keberhasilan budi daya tanaman tidak lepas dari asal muasal bibit atau benihnya. Jika yang ditanam benih yang unggul, tentunya tanaman yang ditanamkan kondisinya sesuai dengan yang diinginkan si petani. Demikian juga dengan tanaman kopi. Kualitas biji kopi yang dihasilkan juga ditentukan oleh asal benih kopi yang ditanam. Oleh sebab itu pilih benih kopi dari tanaman yang sudah diseleksi sehingga sifat unggulnya tidak tercemar. Tidak disarankan mengambil benih dari tanaman kopi yang keunggulannya tidak dapat diduga.
Perbanyakan tanaman kopi secara umum bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara menyemaikan benih atau biji. Sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan cara stek, cangkok, okulasi dan kultur jaringan.
Memperbanyak tanaman kopi secara generatif cukup mudah dan sederhana. Keunggulan teknik ini adalah praktis, mudah dilakukan secara massal, benih mudah untuk didistribusikan dan disimpan. Keunggulan lainnya akar tunjang hasil perbanyakan biji akan tumbuh sempurna sehingga tanaman kopi yang dihasilkan pertumbuhannya lebih kokoh. Kelemahannya adalah sifat tanaman kopi yang dihasilkan kurang seragam dan jangka waktu dari mulai menanam hingga berbuah relatif lebih lama.

Menyeleksi Benih Tanaman Kopi
Benih yang baik bisa didapatkan dengan cara membeli balai penelitian perkebunan kopi yang memiliki koleksi indukan tanaman kopi. Bila tidak memungkinkan kita bisa menyeleksi benih sendiri. Untuk menyeleksi benih kopi dimulai dengan memilih tanaman induk, pilih tanaman yang paling produktif. Tanaman tersebut harus dalam keadaan sehat, tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tanaman induk sebaiknya diambil dari tanaman hasil persilangan pertama.
Dari tanaman tanaman induk yang terpilih, petik buah kopi yang berwarna merah dan telah masak. Buah yang belum masak dengan sempurna akan berisiko tidak tumbuh karena belum mempunyai cadangan nutrisi yang cukup untuk proses perkecambahan. Setelah buah dipetik, lakukan sortasi dengan hanya memilih buah superior yang telah masak sempurna, mulus, tidak cacat, dan berukuran normal.

Penanganan Benih Kopi
Tahap ini dilakukan untuk benih yang diseleksi sendiri. Setelah mendapatkan buah kopi yang memenuhi persyaratan sebagai benih, lakukan penanganan benih sebagai berikut :
- Kupas kulit buah tanpa mengupas kulit tanduk. Caranya buah kopi dimasukkan kedalam kain karung dan celupkan ke dalam air hingga basah semua, kemudian angkat dan diinjak-injak. Kemudian cuci biji tersebut hingga bersih, untuk menghilangkan lendirnya gosok dengan abu.
- Lakukan sortasi terhadap berat, bentuk dan ukuran benih. Untuk menyeleksi berat, rendam dalam air dan buang biji yang mengapung. Untuk menyeleksi bentuk, pilih bentuk buah kopi yanng sempurna, tidak cacat dan bukan biji lanang. Untuk menyeleksi ukuran, pilih ukuran biji yang seragam, tidak terlalu besar atau kecil.
- Kemudian kering anginkan biji-biji tersebut selama 1-2 hari. Hindari sinar matahari secara langsung. Setelah itu rendam dalam fungisida sekitar 5 menit.
- Apabila benih akan disimpan, pilih tempat yang gelap, kering dan sejuk. Penyimpanan yang salah bisa menurunkan kemampuan tumbuh benih kopi. Benih yang baru memiliki kemungkinan tumbuh 90-100%, tetapi jika disimpan sampai 6 bulan lamanya maka kemampuan tumbuhnya akan turun menjadi 60-70%.

Perkecambahan Benih Kopi
Hal pertama yanng harus disiapkan adalah media persemaian. Pilih tempat persemaian yang ternaungi atau di bawah pohon sebagai peneduh. Tempat persemaian bisa dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dan ukuran panjang menyesuaikan. Bedengan dilapisi dengan pasir halus setebal 5-10 cm. Untuk menghindari jamur, taburi media bedengan dengan furadan atau siram dengan fungisida secukupnya.
Benamkan benih kopi ke media bedengan secara berbaris dengan kedalaman 0,5-1 cm. Jarak tanam untuk benih kopi adalah 5 cm antar larik dan 3 cm antar baris dalam larikan (3×5 cm). Benamkan benih kopi dengan bagian punggung menghadap ke atas. Benih kopi bisa ditanam dengan lapisan tanduk atau tanpa lapisan tanduk. Kemudian berikan potongan jerami atau alang-alang sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban media tanam.
Penyiraman media bedengan sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore. Di dataran tinggi yang bersuhu sejuk, benih kopi akan berkecambah pada umur 4-8 minggu. Sedangkan di dataran rendah yang suhunya cukup panas, 3-4 minggu sudah mulai berkecambah.
Kecambah baru bisa dipindahkan apabila sudah mencapai fase kepelan, cirinya telah keluar dua keping daun. Sebelum mencapai fase kepelan akan mengalami fase serdadu, kecambah dengan kepala seperti biji bulat. Pada fase ini kecambah seperti berhenti tumbuh selama satu bulan sebelum keping daun keluar. Biasanya kepelan akan keluar pada umur kecambah 2-3 bulan.

Pemindahan Bibit ke Polybag
Siapkan tempat pembibitan, buat naungan beratapkan paranet satu lapis untuk mencegah terik matahari dan air hujan secara langsung. Kemudian siapkan polybag, isi dengan media tanam terdiri dari pasir, kompos dan tanah dengan perbandingan 1:2:1. Letakkan polybag dalam tempat pembibitan.
Pindahkan kecambah yang sudah pada tahap kepelan ke dalam polybag. Cara memindahkan kecambah adalah dengan mengangkat kepelan beserta tanahnya, bukan mencabut akarnya. Pencabutan dikhawatirkan akan merusak perakaran tanaman kopi yang baru tumbuh. Pada tahap ini juga bisa dilakukan sortasi bibit. Pilih kepelan yang berakar lurus. Akar kepelan yang tidak lurus biasanya akan tumbuh kerdil.

Perawatan Bibit Kopi
Tahap selanjutnya adalah perawatan bibit tanaman kopi. Lakukan penyiraman tanaman sebanyak 1-2 kali sehari, tergantung kelembaban media tanam. Pemupukan susulan minimal dilakukan pada bulan ke-3 dan ke-5. Bibit tanaman kopi bisa ditanam ke areal perkebunan setelah berumur 8-9 bulan.

Sumber : - www.alamtani.com
- www.zhuluh.com

Tanggal Artikel : 10-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Sekilas Tentang Kopi Robusta
  2. Pemangkasan Pada Tanaman Kopi
  3. Jenis-jenis Kopi
  4. Pemupukan Padatanaman Kopi