Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Serealia >> Kedelai >> Hama, Penyakit, Gulma

Beberapa Penyakit Penting Tanaman Kedelai

Sumber Gambar: www.google.com

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) diantaranya adalah hama, bakteri, virus, dan jamur. Selain serangga hama penyebab kerusakan pada tanaman kedelai juga disebabkan oleh serangan penyakit.
Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai bermacam-macam. Penyebabnya adalah virus, bakteri, jamur, atau cendawan. Serangan penyakit pada tanaman kedelai akan mengakibatkan pertumbuhan yanaman terlambat, kerdil, dan menurunnya produksi.
Beberapa penyakit penting yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain karat daun, bercak daun, antranoksa
1. Karat Daun
Penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan Phakopsora Pachyrhizi. Penyakit karat daun bisa menyerang pada saat tanaman kedelai mulai umur 3-4 minggu, dan banyak menyerang pada saat musim penghujan dengan kelebapan tinggi. Pada kondisi daun tanaman basah dalam waktu cukup lama, spora cendawan Phakopsora Pachyrhizi berkembang pesat dan mudah menyebar. Penyebarannya dibantu oleh angin dan juga manusia.
Gejala penyakit
Gejala penyakit karat daun akan terlihat adanya binti-bintik kecil di bawah permukaan daun. Lama-kelamaan bintik-bintik tersebut akan berubah menjadi bercak-bercak berwarna coklat. Serangan penyakit akan mengakibatkan kerontokan daun dan polong hampa. Serangan biasanya dimulai dari daun bawah/daun tua kemudian menyebar ke daun atas/daun muda. Penyebaran penyakit karat daun akan lebih cepat pada saat musim penghujan.
Pengendalian
- Penggunaan varietas yang toleran terhadap penyakit karat daun;
- Sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan tanaman;
- Mengatur jarak tanam, jarak tanam yang terlalu rapat akan mengakibatkan kelembapan;
- Penanaman secara serempak;
- Penyemprotan dengan fungisida.
2. Bercak Daun Target Spot (Corynespora Cassiicola)
Penyakit ini kan terjadi pada kondisi kelembapan tinggi, menyerang batang dan akar terjadi pada awal fase pertumbuhan. Patogen bertahan pada batang, akar, biji, dan di dalam tanah. Patogen bisa bertahan di dalam tanah selama 2 tahun, namun pada musim kering penyakit ini tidak mudah berkembang dan menyebar.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit ini adalah tibulnya bercak-bercak berwarna coklat kemerahan berukuran antara 10-15 mm. bercak tersebut kadang-kadang mengalami sonasi dengan membentuk lingkaran seperti pada papan tembak. Penyakit ini dapat menyerang pada hampir seluruh bagian tanaman, antara lain daun, batang, polong, biji, hipokotil dan akar.
Pengendalian
- Penggunaan varietas yang toleran terhadap penyakit bercak daun target spot;
- Sanitasi dan menjaga kebersihan lingkungan tanaman;
- Mengatur jarak tanam, jarak tanam yang terlalu rapat akan mengakibatkan kelembapan;
- Memusnahkan tanaman yang terinfeksi;
- Penyemprotan dengan fungisida benomil, korotanil atau kaptan.
3. Antraknosa (Collecticum dematium var truncatum dan Collecticum destructivum)
Penyakit antraknosa dapat ditularkan memalui biji dari benih yang diperoleh dari tanaman terinfeksi. Patogen dapat bertahan dalam bentuk miselium pada tanama atau biji yang terinfeksi. Infeksi dan penyebaran penyakit terjadi pada kondisi cuaca lembap dan hangat.
Gejala penyakit
Serangan penyakit antraknosa dapat terjadi pada benih yang baru ditanam, yang mengakibatkan perkecambahan biji terhambat bahkan benih tidak mampu untuk tumbuh. Selain menyerang biji penyakit antraknosa juga menyerang daun, batang, dan polong. Gejala serangan pada daun adalah terjadinya penebalan pada tulang daun bagian bawah permukaan daun dan berwarna kecoklatan. Sedangkan serangan pada batang akan terjadi bintik-bintik hitam menyerupai duri-duri jamur.
Pengendalian
- Penggunaan benih yang toleran dan bebas patogen;
- Memusnahkan tanaman yang teinfeksi;
- Rotasi tanaman dengan tanaman yang bukan sejenis;
- Penyemprotan dengan fungisida benomil, klorotalonil atau kaptan.
4. Busuk Batang
Penyakit busuk batang disebabkan oleh cendawan Phytium Sp. Cendawan menyerang batang tanaman kedelai dan menyebabkan batang berwarna kuning kecoklatan. Batang tanaman yang terinfeksi akan membusuk dan mati.
Pengendalian
- Penggunaan benih unggul yang tahan;
- Pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat;
- Sanitasi dan menjaga kebersihan areal tanam;
- Mengatur drainase yang baik;
- Penyemprotan fungisida score, antracol, dithane, atau cozeb.
Ruslia Atmaja
Sumber : Badanlitbang Pertanian

Tanggal Artikel : 13-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pengendalian Gulma Secara Kimiawi Pada Kedelai
  2. Pengendalian Gulma Secara Mekanis, Biologis Dan Terpilih Pada Kedelai
  3. Embun Tepung Microsphaera Diffusa, Merugikan Pada Tanaman Kedelai
  4. Hama Pengisap Polong Riptortus Liniaris Fabriccius Pada Tanaman Kedelai Di Musim Kemarau