Materi Penyuluhan >> Hortikultura >> Tanaman Buah >> Pisang >> Pengendalian Hama

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PISANG

Sumber Gambar: Google.com

Salah satu kendala dalam budidaya pisang adalah serangan penyakit. Serangan yang paling umum diantaranya layu fusarium, layu bakteri dan kerdil.
Layu fusarium
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Serangan penyakit ini cukup mematikan karena bisa menyebar dalam tempo yang singkat dengan skala luas. Begitu juga pada tanaman pisang, layu fusariun bisa menyerang daun, batang hingga akar. Penularan penyakit ini bisa dengan berbagai media seperti bibit, tanah, air, pupuk kandang atau alat-alat pertanian. Gejala awal serangan layu fusarium pada tanaman pisang berupa menguningnya daun yang diikuti kelayuan pada pelepah. Daun dan pelepah mengalami perubahan warna atau diskolorisasi. Selain daun terjadi juga perubahan warna pada bonggol.
Tanaman pisang yang terserang penyakit ini biasanya akan mengalami kematian. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan lebih lanjut antara lain dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Kemudian tanah bekas tanaman tersebut disiram dengan fungisida.
Adapun kiat-kiat pencegahan penyakit tanaman pisang ini antara lain:
• Menanam varietas tanaman pisang yang tahan penyakit layu fusarium, atau menggunakan bibit hasil kultur jaringan yang bebas penyakit.
• Tidak membawa bibit dari daerah yang pernah atau telah terserang penyakit.
• Penggunaan alat pertanian secara selektif, kalau alat tersebut telah digunakan untuk membongkar tanaman yang sakit sebaiknya dicuci dengan fungisida.
• Perbaikan drainase kebun dan rotasi tanaman bisa membantu mencegah penularan penyakit ini.
• Memanfaatkan musuh alami seperti Trichoderma atau Glicocladium.
Layu bakteri
Penyakit tanaman pisang yang menyebabkan kelayuan bukan hanya diakibatkan oleh cendawan. Bakteri Pseudomonas solaracearum juga bisa menyebabkan layu pada tanaman pisang. Penyakit ini biasanya menampakkan diri setelah tandan pisang keluar.
Pada awalnya daun muda mengalami perubahan warna. Terlihat garis coklat kekuningan ke arah tepi daun, kemudian daun kemudian menguning, coklat hingga akhirnya layu. Ciri yang lebih khusus adanya lendir berbau yang keluar dari buah, tangkai tandan, bonggol dan batang. Lendir tersebut berwarna putih, abu-abu, hingga coklat kemerahan.Bila tanaman terserang penyakit ini sebaiknya musnahkan dengan larutan herbisida mengandung glyphospate 5% sebanyak 5-20 ml. Kemudian fumigasi tanah bekas tanaman yang sakit dengan Methyl Bromide.
Kiat untuk mencegah serangan penyakit tanaman pisang ini antara lain:
• Gunakan bibit yang sehat dan bebas penyakit.
• Jangan memindahkan bibit tanaman dengan tanahnya, terutama bila bibit tersebut berasal dari daerah endemik penyakit.
• Kelola drainase kebun dengan baik.
• Bungkus buah beberapa saat setelah jantung keluar.
• Lakukan rotasi tanaman dengan tanaman padi, jagung, atau rumput-rumputan untuk memutus siklus hidup bakteri di dalam tanah.
Penyakit kerdil pisang
Kerdil pisang merupakan salah satu penyakit tanaman pisang yang cukup sulit diberantas. Penyakit ini disebabkan oleh virus Banana bunchy top virus (BBTV) dan Abaca bunchy top virus (ABTV). Kedua virus tersebut ditularkan oleh kutu daun Pentalonia nigronervosa.
Tanaman yang terserang penyakit ini akan mengalami pertumbuhan yang lambat. Daun tumbuh agak tegak, pendek dan sempit. Kemudian daun menguning dimulai dari tepiannya. Selain itu daun menjadi rapuh dan mudah patah. Virus ini menular dari pohon ke pohon dengan bantuan kutu daun. Jadi, bila populasi kutu daun dikebun pisang meningkat maka penularan penyakit ini akan semakin meluas.
Cara pengendalian penyakit tanaman pisang ini antara lain:
• Menanam bibit yang terbebas dari virus.
• Tanaman yang sakit dibongkar hingga ke bonggolnya dan dibakar, agar tidak ada tunas yang tumbuh kembali.
• Gunakan insektisida untuk mengendalikan hama yang menjadi vektor atau pembawa virus.

Sumber :
1. Semangun H. 2007.Penyakit-penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Edke-2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press..
2. Buku Saku Buah Pisang. 2016. Direktorat Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian RI.
3. Rahma Ayu Priani, dkk. 2010. Deteksi dan Diferensiasi Virus Kerdil Pisang dengan Teknik PCR-RFLP. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, Vol. 16, No. 1, 2010: 1–5.
4. https://alamtani.com/hama-dan-penyakit-tanaman-pisang/

Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id

Tanggal Artikel : 01-09-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait