Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia

“Melek Hukum”, dalam ber Medsos

Sumber Gambar: google.com

Mulutmu.. Harimaumu.., Peribahasa yang memiliki arti hendaknya kita memikirkan segala perkataan yang akan diucapkan sebelum telanjur terucap dapat merugikan diri sendiri ini telah lama kita dengar. Seiring dengan kemajuan teknologi peribahasa tersebut tergantikan oleh Medsosmu, Nerakamu dimana banyak pengguna media sosial (medsos) yang terjerat hukum karena unggahannya.
Media sosial sejatinya dibuat untuk mempermudah berbagi informasi. Sayangnya, justru banyak sekali penyalahgunaan atas penggunaan media sosial. Melalui medsos bisa dengan mudah mengakses kabar terkini dari teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Tak dapat dipungkiri bahwa dalam kemajuan teknologi informasi tidak lepas dari dampak positif dan negatif. Dampak positif kemajuan teknologi informasi khususnya internet, dapat memudahkan dalam mendapatkan informasi, memperoleh pekerjaan, serta meningkatkan bisnis dan promosi, baik secara personal maupun organisasi. Dampak negatif dari internet dapat membuka ruang terjadinya perdagangan gelap, penipuan dan pemalsuan. Belum lagi dengan adanya konten-konten yang merusak moral, seperti pornografi dan SARA serta berita bohong (HOAX).
Media sosial telah menjadi bagian yang tak dapat terelakkan bagi para penggunanya (netizen). Melalui medsos kita dapat berbagi pesan melalui tulisan, audio maupun video. Media sosial pun memiliki aturan atau norma-norma yang harus kita taati bahkan menimbulkan konsekuensi hukum. Media sosial menjadi ruang terbuka, yang bagi siapa saja dapat mengaksesnya. Meskipun terdapat ruang-ruang tertutup, tetapi tetap saja terdapat celah dalam mempublikasikannya. Karena apa yang kita bagikan menjadi konsumsi banyak orang dari segala umur. Akan lebih bijak kalau kita memikirkan kembali apa yang kita bagikan, memperhatikan etika ketika berbagi di media sosial.
Sebagai acuan hukum dalam bertransaksi informasi dan elektronik maka diterbitkan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) No. 11 Tahun 2008. UU ini ITE juga mengatur setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Beberapa penyalahgunaan media sosial yang paling sering terjadi antara lain :
1. Menyebarkan berita bohong/SARA atau menciptakan kebencian;
2. Upload foto tidak senonoh;
3. Berbagi foto korban kecelakaan/korban perang/orang meninggal;
4. Berbagi foto korban perang;
5. Berbagi foto anak kecil merokok;
6. Mengumpat dengan kata-kata kasar untuk meluapkan amarah;
7. Berjudi atau taruhan di media sosial;
8. Membully di media sosial;
9. Pencemaran nama baik;
Agar kita terhindar dari ancaman hukuman UU ITE, tidak ada salahnya bila kita menyimak tips media sosial dengan bijak, berikut ini:
1. Pastikan mengenal secara mendalam dengan siapa berinteraksi, jangan terlalu mudah percaya dengan ajakan orang lain yang baru dikenal.
2. Jangan percaya dengan foto yang ada disalah satu akun sosial media yang tidak dikenali. Banyak pengguna media sosial dengan sengaja menggunakan nama dan foto palsu ( anonim).
3. Meskipun tidak berdekatan atau tidak saling kenal, tetap menjunjung etika, karena apapun yang didiskusikan di medsos semua orang bisa melihat. Bahasa tulis berbeda dengan bahas lisan, sehingga gunakanlah tata bahasa yang baik dan tidak menimbulkan salah pengertian pihak lain.
4. Jangan lupa mencantumkan sumber ketika membuat postingan, perhatikan soal hak cipta saat menyalin maupun menyebarkan tulisan, gambar atau video dari pihak/situs lain agar bisa dipertanggung jawabkan dan tidak ada tuntutan dikemudian hari.
5. Pastikan postingan yang akan diupload di media sosial milik anda tidak terkait SARA, karena jika ada yang tidak setuju dan tersinggung dengan postingan tersebut dengan mudah mereka melaporkan ke pihak berwajib.
6. Tidak memproduksi maupun menyebarkan informasi palsu yang belum jelas sumbernya (HOAX) dan gambar/foto pornoaksi
7. Jangan memberikan data diri dengan mudah di media sosial, hal ini dilakukan karena data diri bisa saja disalahgunakan pihak lain.
8. Gunakan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Path, dan sebagainya untuk berdiskusi tentang hal positif dan gunakanlah secara bijak, serta atur waktu mengakses agar tetap produktif.
Sudah saatnya kita menyikapi perkembangan teknologi dengan bijak. Setiap kemajuan dan perkembangan pasti memiliki sisi positif dan sisi negatif. "Melek Hukum", sangat diperlukan sehingga kita dapat mengantisipasi dampak yang akan terjadi dari apa yang kita perbuat. (Nurlaily).

Tanggal Artikel : 11-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mekanisme Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (kur)
  2. Jagung Hibrida Varietas Bima 8
  3. Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha
  4. Jati Diri Dalam Kepemimpinan