Materi Penyuluhan >> Sumber Daya Manusia

KOMUNITAS “ONLINE” PERTANIAN DI ERA MEDIA SOSIAL

Sumber Gambar: http://mix.co.id/marcomm/brand-communication/community/media-sosial-adalah-komunitas

Kemudahan mengunduh aplikasi di internet mempermudah penggunanya untuk membentuk komunitas online berdasarkan kesamaan kepentingan dan ketertarikan. Komunitas online adalah kumpulan orang (masyarakat) yang melakukan pertukaran informasi dan pengetahuan dengan bantuan Information and Communications Technology (ICT). Komunitas online dapat dibentuk oleh beberapa orang atau anggota dalam jumlah terbatas, namun melakukan konektivitas tidak terbatas melalui pertemuan tidak secara fisik melainkan melalui dunia maya. Walaupun tidak menutup kemungkinan kegiatan ini masih memerlukan pertemuan fisik secara langsung.
Keberadaan komunitas online ada yang bertahan lama atau hanya sementara bergantung pada minat yang mendorong pembentukan komunitas tersebut. Representasi dari aktualisasi diri yang tidak cukup dengan memenuhi kebutuhan primer dan sekunder di dunia nyata menjadi faktor bertahannya komunitas online. Kecenderungan terhadap penggunaan media sosial seperti facebook,twitter, path, mailing list, whatsapp, dan lainnya memperlihatkan bahwa anggota kelompok online tidak tunggal, namun bisa terdiri dari berbagai macam latar belakang.
Perkembangan informasi dan teknologi komunikasi di kota-kota besar di Indonesia dalam dua dekade terakhir mengubah ruang publik tidak hanya di dunia nyata tetapi juga hidup di dunia maya. Munculah fenomena komunitas yang semakin umum dikenal sebagai komunitas jejaring, yang membuat perubahan dalam kegiatan sosial, budaya, ekonomi dan kelembagaan, terutama di perkotaan.
Menurut seorang pakar media sosial, Pontoh (2012) dalam bukunya Conversation Become a Movement, Indonesia adalah satu-satunya "negara maritim kepulauan terbesar di dunia". Ini menentukan perilaku sosial masyarakatnya yang unik yang berbeda dari seluruh dunia". Masyarakat Indonesia memiliki perilaku sangat ramah dan terbiasa saling membantu orang di sekitarnya. Itulah sebabnya masyarakat Indonesia cenderung senang untuk berkumpul. Fenomena ini juga yang timbul di era media sosial sekarang ini, yang membuat pembentukan komunitas online dan mengumpulkan anggotanya untuk bertemu secara fisik sangatlah mudah di Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa aktivitas komunitas online telah membawa konektivitas baru manusia.
Pengguna aktif teknologi komunikasi, menginisiasi dan berbagi ide inovasi, ide solusi masalah global dan nasional yang memberikan manfaat bagi manusia dan kemanusiaan melalui media sosial. Melalui dunia maya seperti media sosial, anggota komunitas saling berinteraksi dan berkomunikasi yang membentuk dialog hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan aktivitas atau gerakannya di dunia nyata.
Tidak terkecuali dibidang pertanian, banyak petani maupun masyarakat umum yang konsen terhadap dunia pertanian membentuk komunitas dengan memanfaatkan media sosial. Sebut saja komunitas petani cabai Indonesia dan forum dan komunitas pertanian Indonesia, komunitas pertanian organik, komunitas petani muda Indonesia, Indonesia Berkebun. Dalam komunitas/forum pertanian, anggota bisa saling tukar wawasan atau informasi agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta kuantitas petani di Indonesia.
Selain tetap dapat berkomunikasi dengan komunitas di setiap waktu, tanpa terhalang waktu dan jarak, kita bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan pelajaran guna memacu kreativitas dan produktivitas. Berkomunitas juga bisa menambah link atau jaringan yang sangat bermanfaat bagi kita dalam banyak hal. Walau bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, namun berkomunitas online juga sering menghadapi kendala. Kendala yang sering muncul disebabkan lebih kepada stabilnya jaringan internet atau sinyal sebagai media penghubung komunikasi. Kadang hal ini menyebabkan salah satu atau sebagian menjadi ketinggalan informasi. Kecanduan bermedia sosial bahkan sampai melupakan waktu, keluarga dan kehidupan nyata menjadi dampak negatif dari media sosial. Namun semua itu, tidak akan terjadi bila komunitas dilakukan secara efisien dan positif serta tidak lepas dari kontrol diri dan berpegang pada prioritas hidup.(Nurlaily).

Sumber :
- Basuki, Yudi, Pradono, Akbar, Roos., and Miharja, Miming. (2012). Online Community: Human Connectivity in a Virtual Space and its Implications to Human Movement.

Bandung. Proceeding of Arte-Polis 4 International Conference;
- Kusuma Wijaya, Sigit. (2012). Urban Farming as an Act for Community Empowerment. Bandung. Proceeding of Arte-Polis 4 International Conference.
- Pontoh, Shafiq. (2012). How Conversation Become a Movement. Jakarta. Provetic.

 

Tanggal Artikel : 07-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. “melek Hukum”, Dalam Ber Medsos
  2. Mekanisme Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (kur)
  3. Jagung Hibrida Varietas Bima 8
  4. Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha