Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan

Penyimpanan dan Standar Mutu Gabah/Beras

Sumber Gambar: google

Penyimpanan Gabah
Penyimpanan merupakan tindakan untuk mempertahankan gabah/beras agar tetap dalam kondisi baik dalam jangka waktu tertentu. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah/beras dapat mengakibatkan terjadinya respirasi, tumbuhnya jamur, serangan serangga, binatang pengerat, dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah /beras. cara penyimpanan gabah/beras dapat dilakukan melalui: 1) sistem curah, yaitu gabah yang sudah kering dicurahkan pada suatu tempat yang dianggap aman dari gangguan hama maupun cuaca; 2) penyimpanan dengan menggunakan kemasan/wadah seperti karung plastik, karung goni, dll
Penyimpanan gabah dengan sistem curah
Penyimpanan gabah dengan sistem curah harus menggunakan silo. Silo merupakan tempat menyimpan gabah/beras dengan kapasitas yang sangat besar. Bentuk dan komponen silo, yaitu: 1) silo biasanya berbentuk silinder atau kotak segi empat yang terbuat dari plat lembaran atau papan; 2) silo dilengkapi dengan sistem aerasi, pengering dan elevator; 3) sistem aerasi terdiri dari kipas-kipas angin aksial dengan lubang saluran pemasukan dan pengeluaran pada dinding silo; 4) pengering terdiri dari sumber pemanas /kompor dan kipaspenghembus; 5) elevator biasanya berbentuk mangkuk yang berjalan terbuat dari sabuk karet atau kulit serta plat lembaran.
Penyimpanan Gabah Dengan Kemasan
Penyimpann gabah dengan kemasan dapat dilakukan dengan menggunakan karung, beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan gabah dengan karung, yaitu !) karung harus dapat melindungi produk dari kerusakan dalam pengangkutan dan atau penyimpanan; 2) bahan kemasan tidak boleh mengakbatkan pencemaran dan tidak membawa organisme pengganggu tanaman;3) bahan kemasan harus kuat dan dapat menahan beban tumpukan, melindun fisik, tahan terhadap goncangan, serta dapat mempertahankan keseragaman.
Pengemasan Beras
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum pengemasan, yaitu: 1) beras hasil gilingan sebaiknya tidak langsung dikemas sampai sisa panas akibat penggilngan hilang; 2) bahan kemasan memperhatikan berat isinya, untuk kemsan lebih dari 10 kg sebaiknya menggunakan karung plastic yang dijahit tutupnya, untuk ukuran berat 5 kg dengan kantong plastic dengan tebal 0,8 mm; 3) bahan kemasan kuat tidak mudah sobek, tidak korosif, tidak mencemari dan kedap udara; 4) label kemasan sebaiknya mencantumkan nama varietas untuk menghindari pemalsuan.
Keuntungan dilakukan pengemasan, yaitu: 1) merupakan unit penanganan yang efesien; 2) merupakan unit penyimpanan yang mudah disimpan dalam gudang; 3) melindungi dari kerusakan mekanik maupun kehilangan kadar air; 4) memungkinkan penggunaan udara termodifikasi; 5) menjaga kebersihan barang selama pengiriman; 6) mengefesienkan proses pengiriman; dan 7) menarik perhatian konsumen
Standar Mutu Gabah
Standar mutu gabah meliputi persyaratan kualitatif dan persyaratan kuantitatif, sbb.
1) Persyaratan kualitatif, meliputi ; (a) bebas hama dan penyakit; (b) bebas bau busuk, asam atau bau-bau lainnya: (c) bebas dari bahan kimia seperti sisa pupuk, insektisida, fungisida dan bahan kimia lainnya; (d) gabah tidak boleh panas
2) Persyaratan kuantitatif mutu gabah sesuai SNI, yaitu : (a) kadar air maksim gabah untuk tingkat kualitas satu sebesar 14, 0%, kualitas dua sebesar 14, 0%; kualitas tiga sebesar 14, 0%; (b) persentasi gabah hampa untuk tingkat kualitas satu sebesar 1, 0%, kualitas dua sebesar 2, 0%; kualitas tiga sebesar 3, 0%; (c) persentasi butir rusak dan butir kuning untuk tingkat kualitas satu sebesar 2, 0%, kualitas dua sebesar 5, 0%; kualitas tiga sebesar 7, 0%; (d) ) persentasi butir mengapur dan gabah muda untuk tingkat kualitas satu sebesar 1, 0%, kualitas dua sebesar 5, 0%; kualitas tiga sebesar 10, 0%; (e) ) persentasi butir merah untuk tingkat kualitas satu sebesar 1, 0%, kualitas dua sebesar 2, 0%; kualitas tiga sebesar 4, 0%: (f) persentasi benda asing untuk tingkat kualitas satu sebesar 0, 0%, kualitas dua sebesar 0,5 %; kualitas tiga sebesar 1, 0%:; (g) persentasi varietas lain untuk tingkat kualitas satu sebesar 2, 0%, kualitas dua sebesar 5,0 %; kualitas tiga sebesar 10, 0%:
Tingkat mutu gabah rendah adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan mutu gabah tingkat satu, dua dan tiga, serta tidak memenuhi persyaratan kalitatif
Standar Mutu Beras
Sesuai dengan SNI, persyaratan mutu beras meliputi persyaratan kualitatif dan persyaratan kuantitatif, sbb.
1) Persyaratan kualitatif, meliputi; (a) bebas hama dan penyakit; (b) bebas bau busuk, asam atau bau-bau lainnya
2) Persyaratan kuantitatif mutu beras giling sesuai SNI 6128:2008, yaitu: (a) persentasi derajat sosoh beras untuk tingkat kualitas satu sebesar 100 %, kualitas dua sebesar 100 %; kualitas tiga sebesar 100 %; kualitas empat sebesar 95 % dan kualitas lima 85 %. (b) persentasi kadar air beras untuk tingkat kualitas satu sebesar 14%, kualitas dua sebesar 14 %; kualitas tiga sebesar 14 %; kualitas empat sebesar 14 % dan kualitas lima 15 %; (c) persentasi beras kepala untuk tingkat kualitas satu sebesar 100 %, kualitas dua sebesar 95 %; kualitas tiga sebesar 84 %; kualitas empat sebesar 73 % dan kualitas lima 60 %; (d) persentasi butir utuh untuk tingkat kualitas satu sebesar 60 %, kualitas dua sebesar 50 %; kualitas tiga sebesar 40 %; kualitas empat sebesar 35 % dan kualitas lima 35 %; (e) persentasi butir patah untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 5 %; kualitas tiga sebesar 15 %; kualitas empat sebesar 25 % dan kualitas lima 35 %; (f) persentasi butir manis untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 1 %; kualitas empat sebesar 2 % dan kualitas lima 5 %; (g) ) persentasi butir merah untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 1 %; kualitas empat sebesar 3 % dan kualitas lima 3 %; (h) persentasi butir kuning/rusak untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 1 %; kualitas empat sebesar 3 % dan kualitas lima 5 %; (i) persentasi butir mengapur untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 1 %; kualitas empat sebesar 3 % dan kualitas lima 5 %; (j) persentasi benda asing untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 0,02 %; kualitas empat sebesar 0,05 % dan kualitas lima 0,2 %; (k) butir gabah/100 gram beras untuk tingkat kualitas satu sebesar 0 %, kualitas dua sebesar 0 %; kualitas tiga sebesar 1,0 %; kualitas empat sebesar 2,0 % dan kualitas lima 3,0 %;

Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian)
Sumber: Direktorat Jenderal Tanaman Pangan , Direktorat Paska Panen Tanaman Pangan, 2011

Sumber gambar:: google

Tanggal Artikel : 06-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Mengatur Pola Tanam
  2. Mengenal Beberapa Jenis Pengaturan Pola Tanam
  3. Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai
  4. Meraih Untung Dari Usahatani Padi-ikan