Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Pembiayaan dan Permodalan

Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Dalam rangka membantu permodalan dan memberdayakan para petani/peternak/pekebun dan pelaku agribisnis pada umumnya, Pemerintah telah meluncurkan berbagai skema kredit program. Salah satu program yang diluncurkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan skema kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diberikan kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak termasuk sektor pertanian.
Skema KUR ini disalurkan oleh Bank maupun Lembaga Keuangan bukan Bank yang ditunjuk, dengan pola subsidi bunga, yang dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah, lembaga penjamin dan perbankan.
Tujuan Program Kredit Usaha Rakyat (Kur), yaitu 1) Meningkatkan dan memperluas penyaluran KUR kepada usaha produktif; 2) Meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah; dan 3) Mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Ketentuan Kredit Usaha Rakyat, sbb:
1) Suku Bunga sebesar 9% efektif per tahun
2) Obyek yang didanai, yaitu Semua kegiatan usaha produktif di sektor pertanian dari hulu, budidaya dan hilir
3) Debitur/peminjam, yaitu individu/perseorangan atau badan hukum yang melakukan usaha produktif mikro, kecil dan menengah di sektor pertanian
4) Plafon Kredit/maksimum kredit, yaiti (a) KUR Mikro sebesar Rp 25.000.000,-
Total akumulasi plafon termasuk suplesi atau perpanjangan maksimal Rp75.000.000,- per penerima KUR; (b) KUR Ritel dengan jumlah diatas Rp. 25.000.000,- dan paling banyak sebesar Rp500.000.000,-. Total akumulasi plafon termasuk suplesi atau perpanjangan maksimum Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah) per debitur.
5) Dalam hal diperlukan perpanjangan, suplesi, atau restrukturisasi kredit modal kerja dan/atau investasi, maka :jangka waktu kredit/pembiayaan modal kerja paling lama 4 tahun (mikro) dan 5 tahun (retail). Jangka waktu kredit/pembiayaan investasi paling lama 7 tahun. (mikro dan retail)
6) Pengikatan Jaminan, yaitu (a) Agunan Pokok berupa kelayakan usaha dan objek yang didanai; (b) Agunan Tambahan untuk KUR Mikro tidak diwajibkan dan tanpa perikatan; (c) Agunan tambahan untuk KUR Retail sesuai penilaian Bank Penyalur.
7) Jangka Waktu peminjaman. yaitu (a) KUR mikro, untuk modal kerja paling lama 3 tahun, untuk investasi paling lama 5 tahun: (b) KUR Retail, unytuk modal kerja paling lama 4 tahun.dan untuk investasi paling lama 5 tahun
Penyalur KUR adalah lembaga keuangan atau koperasi yang telah memenuhi persyaratan sebagai penyalur KUR, yaitu (a) sehat dan berkinerja baik; (b) melakukan kerjasama dengan perusahaan penjamin dalam penyaluran KUR; dan (c) memiliki online system data kur dengan sistem informasi kredit program (SIKP)
Kegiatan usaha produktif di sektor pertanian dari hulu, budidaya dan hilir yang dapat dibiayai melalui KUR, sbb.:
1) Usaha budidaya (onfarm), yaitu (a) Tanaman pangan meliputi serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan. (b) Hortikultura :meliputi buah dan florikultura, sayuran dan tanaman obat.; (c) Perkebunan meliputi : tanaman tahunan dan penyegar, tanaman semusim dan rempah, tumpang sari dengan tanaman pangan dan integrasi dengan ternak; (d) Peternakan :meliputi ruminansia dan non ruminansia.
2) Usaha Hulu, yaitu (a) Pengadaan/perdagangan sarana produksi meluputi pupuk, pestisida, pengadaan benih, bibit, pakan ternak, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian dan lain-lain. (b) Pengadaan alsintan pra panen meliputi : traktor, pompa air, bajak, luku, pacul, mesin pembibitan (seedler), alat tanam biji-bijian (seeder) dan lain-lain.
3) Usaha Hilir, yaitu (a) Pengadaan/pemasaran hasil produksi untuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, dan peternakan; (b) Pengadaan alsintan untuk tanaman pangan, meliputi combine harvester, thresher, corn sheller, rice milling unit, sabit, dryer, pompa air, mesin penyiang padi bermotor, alat tanam biji-bijian, mesin panen, mesin perontok polong, mesin pengupas, kacang tanah; (c) Pengadaan alsintan untuk hortikultura, meliputi : pengolah bawang goreng, pengolah kripik buah (vacuum frying), pengolah selai/dodol, pengolah juice buah-buahan, mesin sortasi buah; (d) Pengadaan alsintan untuk perkebunan meliputi lantai jemur, sangrai kopi, sangrai kakao, pengolah teh, pengolah lada, pengolah kelapa, kepras tebu, mesin tebang tebu/cane harvester, grab loader, mesin pengolah biji jarak; (e) Pengadaan alsintan untuk peternakan meliputi paket inseminasi buatan, mesin tetas, pencacah daging, pemerah susu, pasteurisasi susu, mesin pellet. (f) Usaha budidaya, pengelolaan hasil dan pengadaan/pembiayaan Alsintan.

Penulis : Ir.Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian)
Sumber: : Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertanian. Kementrian Pertanian dan sumber lainnya yang mendukung

Tanggal Artikel : 06-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Uji Coba Asuransi Usahatani Padi (autp)
  2. Manfaat Dan Beberapa Persyarataan Dalam Sistem Resi Gudang (srg)
  3. Asuransi Usahatani Padi Antisipasi Kerugian Petani