Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Pembiayaan dan Permodalan

Asuransi Usahatani Padi Antisipasi Kerugian Petani

Sumber Gambar: http://gambaralam.com/foto-tanaman-padi-di-sawah.html

Undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani (UUP - 3 no 19/2013) menyebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban melindungi usahatani yang dilakukan oleh petani akibat gagal panen dalam bentuk Asuransi Pertanian, Gagal panen tersebut diakibatkan: 1) bencana alam; 2) serangan organisme pengganggu tumbuhan; 3) wabah penyakit hewan menular: 4) dampak perubahan iklim; 5) program Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah; dan 6) jenis risiko-risiko lain diatur dengan peraturan Menteri.
Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya menugaskan badan usaha milik negara dan/atau badan usaha milik daerah di bidang asuransi untuk melaksanakan Asuransi Pertanian dan memfasilitasi peserta asuransi pertanian yang meliputi: 1) kemudahan pendaftaran untuk menjadi peserta; 2) kemudahan akses terhadap perusahaan asuransi; 3) sosialisasi program asuransi terhadap Petani dan perusahaan asuransi; dan/atau 4) bantuan pembayaran premi, yakni 20 % dibayar petani via Poktan dan 80% dibantu Pemerintah

Asuransi Usahatani Padi (AUTP) dengan ketentuan sbb:
1) Tertanggung,
Tertanggung adalah Kelompok Tani (POKTAN) yang terdiri dari anggota, yakni petani yang melakukan kegiatan usahatani sebagai satu kesatuan risiko (anyone risk)
2) Objek Pertanggungan,
Obyek Pertanggungan yaitu Lahan sawah yang digarap para petani (pemilik, penggarap) anggota POKTAN
3) Penanggung
Penanggung, yaitu BUMN/BUMD bidang asuransi umum/kerugian dan Perusahaan Asuransi
4) Polis asuransi,
Setiap POKTAN mendapatkan satu Polis Asuransi dan Ikhtisar polis yang memuat data penutupan
5) Jangka waktu Asuransi
Jangka waktu asuransi, yaitu 1 musim tanam (4 bulan) dimulai sejak tanam hingga panen

6) Harga Pertanggungan
Harga Pertanggungan, yaitu Rp 6.000.000,-/Ha (luas kurang 1 Ha diperhitungkan secara proporsional)
7) Suku Premi Asuransi
Suku Premi Asuransi, yaitu Diperkirakan sebesar Rp 180.000,-/Ha/MT (3% dari pertanggungan Rp. 6 juta).
8) Tanggungan Premi Asuransi
Tanggungan Premi Asuransi, yaitu Pemerintah 80% = Rp 144.000,-/Ha dan Petani 20% = Rp 36.000,-/Ha

9) Risiko yang dijamin, yaitu banjir, kekeringan, OPT tertentu (sesuai dengan jenis OPT setempat)
10) OPT yang dijamin (sesuai dengan jenis OPT setempat), yaitu hama meliputi Tikus, Wereng coklat, Walang sangit, Penggerek batang, Ulat grayak dan lain-lain dan Penyakit meliputi Blast, Tungro, Bercak Coklat, Busuk Batang, Kerdil Hampa. dan lain-lain
11) Syarat Pengajuan Klaim
Syarat Pengajuan Klaim, yaitu (1) Gagal panen akibat banjir, kekeringan atau OPT dengan persentase intensitas kerusakan ? 75 % ; (2) Premi telah dibayar; (3) Kerugian diperiksa POPT-PHP, dan melapor kepada perusahaan asuransi; (4) Perusahaan asuransi memutuskan besarnya kerugian
12) Pembayaran Klaim,
Pembayaran Klaim, yaitu 14 hari sesudah persetujuan jumlah kerugian dan Klaim dibayarkan ke rekening petani/Poktan
Lokasi
Lokasi asuransi usahatani padi dilaksanakan pada sawah irigasi (irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi desa/sederhana) dan lahan rawa pasang surut/lebak yang telah memiliki sistem tata air yang berfungsi) serta lahan sawah tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air (air permukaan dan air tanah). Diprioritaskan pada Wilayah sentra produksi padi dan atau wilayah penyelenggaraan UPSUS padi dan lokasi terletak dalam satu hamparan.
Peserta
? Tanaman padi yang dapat didaftarkan menjadi peserta asuransi harus tanaman padi maksimal berumur 30 hari, penilaian kelayakan menjadi peserta asuransi dilakukan oleh perusahaan asuransi pelaksana.
? Kelompok tani dapat didampingi oleh petugas pertanian dalam mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan formulir yang telah disediakan
? Premi swadaya dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana (penanggung) dan menyerahkan bukti pembayaran kepada asuransi pelaksana.

 

Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian)
Sumber: Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertanian. Kementrian Pertanian dan sumber lainnya yang mendukung
Sumber gambar : http://gambaralam.com/foto-tanaman-padi-di-sawah.html

Tanggal Artikel : 06-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Kredit Usaha Rakyat (kur)
  2. Uji Coba Asuransi Usahatani Padi (autp)
  3. Manfaat Dan Beberapa Persyarataan Dalam Sistem Resi Gudang (srg)