Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Sawah >> Budidaya

Sistem Tanam Padi dan Ikan Dalam Minapadi

Sumber Gambar: dok

Sistem Tanam Padi dan Ikan Dalam Minapadi

Sistem Usahatani Minapadi merupakan pendekatan secara holistik dalam memanfaatkan sumber daya lahan, air, tanaman padi, dan ikan yang efisien dan menguntungkan. Minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi lahan sawah irigasi yang dapat meningkatan pendapatan petani.
Sistem usahatani minapadi sudah lama dikenal dan diterapkan dibeberapa sentra produksi padi di Indonesia. Namun dengan berkembangnya teknologi usahatani padi . terutama penggunaan pestisida dan pupuk kimia, petani mulai meninggalkan minapadi., walaupun demikian di beberapa daerah sentra produksi padi ma¬sih ada yang mempertahankan usahatani padi dengan sistem usahatani minapadi,
Keunggulan Minapadi :
Sistem usahatani minapadi mempunyai beberapa keunggulan, sbb.: 1) Meningkatkan produktivitas lahan, peningkatan produksi padi dan ikan10-20%;; 2) Efisiensi penggunaan pupuk, yaitu kotoran ikan menjadi pupuk dan memperbaiki struktur tanah.. Minapadi dapat menghemat pupuk urea butiran 20-25%, urea tablet 40% dan pupuk PSP 25%;; 3) Efesiensi penggunaaan bibit padi 20%; 4) Efesiensi penggunaan pakan,yaitu sawah menyediakan makanan bagi ikan, padi menyediakan oksigen dan tempat berlindung ikan; 5) Efesiensi penggunaan air, tenaga kerja dan biaya; 6) Menyediakan lapangan kerja baru; 7) Menekan Emisi Gas Methan yang berarti dapat menekan laju pemanasan global;8) Membantu pengendalian gulma, yaitu dengan minapadi pertumbuhan gulma praktis tertekan karena sawah tergenang air sepanjang musim untuk memerlihara ikan, sehingga mengurangi penyiangan. Disamping itu ikan juga dapat mengendalikan gulma; 9) . membantu pengendalian hama penyakit padi, yaitu secara biologis ikan dapat menekan perkembangan hama tanaman padi seperti wereng, hama putih palsu dan penggerek batang; 10) Meningkatkan pendapatan/nilai gizi dan distribusinya; 11) Percepatan perbaikan lingkungan; 12) Sistem usahatani minapadi merupakan salah satu sistem pertanian yang lumintu yaitu sistem pertanian berkelanjutan karena mengarah pada pertanian organik

Persyaratan pengembangan sistem usahatani Minapadi :
Sistem usahatani Minapadi disamping mempunyai keunggulan, juga mempunyai kelemahan yang merupakan persyaratan untuk pengembangan sistem usahatani minapadi, yaitu 1) lahan dengan ketersediaan air terjamin; 2) membutuhkan infrastruktur irigasi yang baik; 3) hamparan sawah yang mudah digenangi dan dikeringkan; 4) penangkaran bibit Ikan di lokasi setempat; 5) kelas kelompok petani utama (feasible dan bankable); 6) jaminan pasar lokal; 7) keamanan.
Model sistem usahatani minapadi
Sistem usahatani minapadi mempunyai beberapa model, yaitu : 1) Mina tumpangsari, ikan dan padi dipelihara bersama di satu petak; 2) Mina Penyelang (Ikan Penyelang), yaitu Ikan ditanam/dipelihara di sawah setelah panen pada musim hujan; Ikan di panen menjelang pengolahan tanah untuk pertanaman padi pada musim kemarau; 3) Mina Palawija (Palawija Ikan) yaitu ikan di tanam di sawah setelah panen padi musim kemarau sampai menjelang pengolahan tanah untuk pertanaman padi musim hujan.
Jenis ikan dan virietas padi
Jenis ikan yang digunakan dalam mina padi ini, yaitu ikan emas, ikan gabus, ikan nila, ikan sepat, udang galah, ikan tawes, ikan patin,ikan lele, ikan gurame dan ikan hias KOI. Varietas padi yang digunakan dalam minapadi adalah varietas padi yang mempunyai perakaran dalam , batang kuat dan tidak mudah rebah, tahan genangan pada awal pertumbuhan, daun tegak, tahan hama dan penyakit dan produksi tinggi
Pengangkutan benih ikan dengan keramba dan sistem tanamnya
Benih ikan yang akan diangkut dipuasakan (diberok) 1-2 hari sebelum diangkut. pengangkutan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, waktu tempuh tidak lebih dari 4 jam.
Sebelum benih ikan ditebar, tambahkan air dari petakan sawah ke dalam keramba dengan pelan-pelan untuk menyesuaikan temperatur air agar tidak terjadi stress. kemudian benih ikan ditebar dengan hati-hati.
Pengangkutan benih ikan dengan Kantong Plastik dan sistem tanamnya
Kantong plastik diisi dengan air 1/3 bagian, masukan benih ikan dan gas asam, kemudian diikat. Sebelum benih ikan ditebar, kantong yang berisi ikan direndam dalam air sawah selama 10-15 menit. Setelah itu tambahkan air sawah ke dalam kantong plastik supaya ikan beradapsi dengan air sawah kemudian benih ikan dilepas ke sawah perlahan-lahan.
Waktu penebaran ikan/tanam ikan dan hal-hal lainnya yang harus diperhatikan
Dalam penanaman Ikan perlu diperhatikan hal-hal sbb: 1) Penebaran ikan dilakukan lebih kurang 4 hari setelah penanaman padi (untuk model mina tumpangsari sari); 2) Pemberian pakan ikan dapat berupa dedak sebanyak 2-4 kg/ha/hari ; 3) Penanggulangan predator : ular, burung, musang ; 4) Penggunaan pupuk dan pengendalian hama yang tidak membahayakan ikan

Padat Tebar Bibit Ikan
Kepadatan tebar bibit ikan tergantung pada besarnya bibit dan model sistem minapadi yang diterapkan, sbb.
1) Sistem Mina Tumpangsari: a) Ukuran Tebar 15-25 g; b) Padat Tebar 2500-3000 ekor/ha; c) Produksi 100-200 kg/ha; d) Periode Tanam 60 hari
2) Sistem Mina Penyelang ; a) Ukuran Tebar 15-25 g; b) Padat Tebar 2500-3000 ekor/ha; c) Produksi 70-100 kg/ha; d) Periode Tanam 30-40 hari
3) Sistem Mina Palawija : a) Ukuran Tebar 30- 50g; b) Padat Tebar 1000-3000 ekor/ha; c) Produksi 300-600 kg/ha; d) Periode Tanam 60-70 hari

Panen Ikan,
Panen ikan dapat dilakukan setiap saat dan dipilih ikan yang sesuai dengan kebutuhan, Ikan dapat dipanen pada umur 2-3 bulan setelah tanam, tergantung ketersediaan air dan pola tanam. Waktu pemanenan ikan sebaiknya pagi atau sore hari

Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian)
Sumber: Badan Litbang Pertanian dan sumber lainnya

 

 

 

Tanggal Artikel : 06-08-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Budidaya Padi Disawah Bukaan Baru
  2. Menanam Padi Di Lahan Gambut
  3. Mengenal Budidaya Padi Organik Sistim Sri
  4. Teknologi Zero Waste Mendukung Pengembangan Padi Organik