Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Kelapa Sawit >> Budidaya

INFORMASI SINGKAT PROSES PENGOLAHAN SAWIT (Elaesis guenensis)

Sumber Gambar:

Kelapa sawit merupakan tanaman penting karena manfaatnya juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi sehingga kelapa sawit menjadi komoditas unggulan dan dalam kebijakan kementerian pertanian kelapa sawit dimasukkan dalam salah satu komoditi startegis. Kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan (minyak goreng), sebagai bahan dasar utama energi alternative (bio energi) yang nilai kalorinya tidak kalah dengan energy fosil (minyak bumi dan batubara) selain itu limbah kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan sebagai bahan pembuatan pupukorganik. Mengingat manfaat yang cukup besar dalam kehidupan, sehingga perlu disampaikan bagaimana tahapan yang harus dilewati tandan buah segar (TBS) untuk pengolahan sawit sehingga minyak sawit dapat bermanfaat.
.
1. Penimbangan di jembatan timbang
Untuk mempercepat dan mempermudah pengukuran berat TBS digunakan jembatan timbang yang sudah tekomputerisasi. Prosesnya yaitu truk yang bermuatan TBS akan melewati jembatan timbang an berhenti sesaat kurang lebih 5 menit, kemudian secara otomatis berat TBS dapat dicatat. Dari pencatatan ini akan diterima data berat awal dan berat akhir truk, selisih dari berat awal truk dengan berat akhir setelah muatan TBS dibongkar dan disortir ini merupakan berat TBS yang diterima pabrik;

2. Penyortiran
TBS yang sudah masuk ke dalam pabrik dicek tingkat kematangannya. Kemudian setelah disortir akan dimasukkan ketempat penimbunansementara untuk selanjutnya akan diteruskan ke stasiun perebusan. Perlu diinformasikan bahwa ada pengaruh antara tingkat kematangan buah sawit dengan rendemen minyak dan kadar asam lemak bebas yang dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Buah mentah persentase rendemen minyak.nya 14-18% dengan persentas kadar asam lemak bebas sebesar 1,6 – 2,8%;
b. Buah setengah matang persentase rendemen minyak.nya 19-25% dengan persentas kadar asam lemak bebas sebesar 1,7 –3,3%;
c. Buah matang persentase rendemen minyak.nya 24-30% dengan persentas kadar asam lemak bebas sebesar 1,8 – 4,4%;
d. Buah lewat matang persentase rendemen minyak.nya 28-31% dengan persentas kadar asam lemak bebas sebesar 3,8 – 6,1%;

3. Proses perebusan
TBS yang sudah disortir kemudian dimasukkan ke lori untuk selanjutnya dibawa ketempat perebusan (sterilizer). Perebusan ditujukan untuk: mengurangi peningkatan asamlemak bebas, mempermudah proses pembrodolan pada threser, menurunkan kadar air dan melunakkan daging buah, sehingga daging buah mudah lepas dari biji. Tujuan proses perebusan tersebut saling berkaitan dan berurutan hasilnya. Bila tujuan pertama dan kedua bisa terpenuhi dipastikan tujuan berikutnya juga terpenuhi.
Selama perebusan akan kehilangan minyak sawit sekitar 7%. Proses perebusan menggunakan uap yang berasal dari hasil boiler. Tekanan uap panas yang masuk ke sterilizer 2,8-3,02 kg.cm dengan suhu 140ºC dengan waktu perebusan selama 90 menit;

4. Proses penebah
Proses ini untuk dimaksudkan untuk memisahkan buah sawit dari janjangannya dengan melakukan pengangkatan TBS kebudian dibanting sehingga akan diperoleh janjangan yang kosong.

5. Poses pengempaan atau pengepresan
Proses ini diawali dengan mengambil minyak dari buah kelapa sawit. Prosesnya dengan cara dilumat dan dikempa dengan alat pengempa/pengepres.

6. Proses pemurnian minyak
Dari proses pengempaan/pengepresan tersebut akan diperoleh minyakkasar atau crude oil dan ampas yang berupa serat-serat. Selanjutnya crude oil akan diproses lebih lanjut untukpemurnian minyak sawit.

 

Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : 1) Yunan Iman Nurhakim, 2014, Perkebunan Kelapa Sawit Cepat Panen; 2) Dihimpun dari beberapa sumber
Sumber gambar: https//www.google.co.id/search..../.....

Tanggal Artikel : 22-12-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Pembibitan Utama Kelapa Sawit
  2. Pemeliharaan Penutup Tanah Pada Kelapa Sawit Yang Belum Menghasilkan
  3. Memelihara Kelapa Sawit Belum Menghasilkan Dengan Penunasan Dan Kastrasi
  4. Pemeliharaan Kelapa Sawit Tanaman Belum Menghasilkan (tbm)