Materi Penyuluhan >> Perkebunan >> Tanaman Tahunan >> Kelapa Sawit >> Budidaya

MENGENAL JENIS DAN VARIETAS KELAPA SAWIT (Elaesis guenensis)

Sumber Gambar:

Perkembangan produksi kelapa sawit Indonesia baik dalam bentuk Crude Palm Oil (CPO) maupun Palm Kernel Oil (PKO) terus mengalami peningkatan tiap tahun seiring dengan permintaan CPO dan PKO dunia yang semakin meningkat pula. Peningkatan permintaan ini disebabkanbebagai macam factor antara lain kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan industri pangan juga telah berkembangnya energy alternative di beberapa negara yang disebabkan karena makin berkuangnya bahan energy yang berasal dari fosil.

Sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia produksi CPO dan PKO Indonesia telah mengalahkan Negara-negara produsen kelapa sawit lainnya seperti Mlaysia danThailand. Agar produksi kelapa sawit tetap tinggi dan berkualitas, diperlukan benih sawit yang baik dan berkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut diperlu diperkenalkan jenis varietas kelapa sawit.

1. Berdasarkan tingkat ketebalan daging buah, tempurung biji dan rendemen kandungan minyak, varietas kelapa sawit dibedakan menjadi tiga dengan ciri masing-masing sebagai berikut:
a. Dura, yaitu mempunyai tempurung tebal (2-8 mm), daging buah relative tipis, kernel (daging biji) besar dengan rendemen kandungan minyaknya rendah (16-18%), dalam persilangan, dipakai sebagai pohon induk betina;
b. Pisifera, yaitu mempunyai tempurung sangat tipis, daging buah tebal,daging biji tipis,inti hanya dilapisi serabut, rendemen kandungan minyaknya rendah. Varietas dalam persilangan, dipakai sebagai pohon induk jantan
c. Tenera merupakan persilangan antara varietas Dura dan Psifera, mempunyai tempurung tipis, ada serabut disekeliling tempurung, daging buah sangat tebal,tandan buah lebih banyak dengan ukuran kecil, dengan rendemen kandungan minyak tinggi (22-24%).

2. Berdasarkan warnakulit buahnya, dibedakan menjadi tiga varietas yaitu Nigrescens, Virecens dan Albenscens, masing-masing dengan cirri warna sebagai berikut:
a. Nigrescens, warna buah muda ungu kehitaman sedang warna buah saat masak jingga kehitam-hitaman;
b. Virecens, warna buah muda hijau sedang warna buah saat masak Jingga kemerahan, tetapi ujung buah tetap hijau
c. Albenscens, warna buah muda keputih-putihan sedang warna buah saat masak Kekuning-kuningan dan ujungnya ungu kehitaman

3. Berdasarkan keunggulan sifat tanaman
Varietas unggul kelapa sawit dihasilkan melalui persilangan antara tetua yang mempunyai sifat-sifat tanaman yang baik. Tetua yang digunakan dalam proses persilangan adalah varietas Dura (sebagai induk betina) dan Psifera (sebagai induk jantan). Hasil persilangan tersebut telah menghasilkan varietas dengan kualitas yang lebih baik yaitu:
1. Varietas hasil pengembangan Dura Deli yang digunakan sebagai induk betina dan menghasilkan varietas Dura Deli Marihat, Dura Deli D Sinumbah, Dura Dumpy Pabalu dan Dura Deli G Bayu;
2. Varietas hasil pengembangan Pisifera yang digunakan sebagai pokok induk jantan yang menghasilkan varietas Pisifera DSinumbah, Pisifera Marihat,Pisfera SP 540 T, Pisfera La Me dan Pisfera Yangabi.
3. Varietas unggul kelapa sawit yang tersedia di PPKS yaitu: a) D X P PPKS 540; b) D X P PPKS 718; c) D X P PPKS 239; d) D X P Simalungun; e) D X P Langkat; f) D X La Me; g) D X P Avros; h) D XP Yangabi.



Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : 1) Yunan Iman Nurhakim, 2014, Perkebunan Kelapa Sawit Cepat Panen; 2) Fauzi Yan dkk, 2012. Kelapa Sawit, Jakarta, Penebar Swadaya; 3) Dihimpun dari beberapa sumber
Sumber gambar: https//www.google.co.id/search..../.....

Tanggal Artikel : 22-12-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Informasi Singkat Proses Pengolahan Sawit (elaesis Guenensis)
  2. Pengendalian Hama Terpadu Pada Kelapa Sawit
  3. Identifikasi Penyakit Utama Kelapa Sawit Secara Sederhana
  4. Mengenali Hama Utama Kelapa Sawit