Materi Penyuluhan >> Peternakan >> Ayam Buras >> Bibit

AYAM HIBRIDA PEDAGING

Sumber Gambar: www,google.com

Tingkat kesadaran konsumen akan pentingnya gizi pangan hewani terus mengalami peningkatan. Hal ini tentunya juga harus diimbangi dengan ketersediaan bahan baku pangan hewani salah satu pilihan alternatifnya ayam pedaging. Selama ini kebutuhan ayam pedaging dipenuhi dari ayam buras, ayam ras pedaging dan ayam afkir hasil seleksi ayam ras petelur yang tidak memenuhi persyaratan sebagai ayam petelur atau dari ayam petelur yang sudah tidak lagi menguntungkan dalam menghasilkan produksi telur.
Upaya untuk meningkatkan produksi daging ayam dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi di bidang peternakan salah satu hasilnya adalah ayam pedaging hibrida yang dihasilkan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Jawa Tengah. Dan konon kabarnya cita rasa ayam pedaging hibrida tidak jauh berbeda dengan cita rasa dan tingkat kekenyalan daging ayam buras. Ayam pedaging hibrida merupakan hasil persilangan dari ayam pejantan buras dengan ayam ras petelur.
Hasil dari laporan kajian yang dituliskan oleh Gunawan dan Sartika serta Iskandar dan Resnawati menjelaskan perkembangan pertumbuhan ayam pedaging hibrida sangat cepat dalam waktu 12 minggu atau 2,5 bulan ayam pedaging hibrida dapat mencapai bobot badan sampai 1,2 kg. Sebagai pembanding berat badan ayam buras 1,2 kg umumnya dicapai pada pemeliharaan ayam buras umur 16 minggu atau 4 bulan. Artinya ada perbedaan selisih bulan lebih cepat dan bila diperhitungkan dengan biaya operasional pada budidaya ayam pedaging hibrida akan lebih menguntungkan.

Masa Panen Ayam Pedaging Hibrida
Masa panen ayam pedaging hibrida disesuaikan dengan permintaan selera konsumen. Sebagai patokan selera minat konsumen pada daging ayam buras pada saat ayam buras periode kemanggang dengan cita rasanya yang lezat. Ayam kemanggang pada ayam buras umumnya berat ayam mencapai 0,9 - 1,2 kg dengan waktu pemeliharaan umur ayam 4 bulan. Dengan mengacu pada permintaan daging ayam buras dengan bobot badan 0,9 - 1,2 kg budidaya ayam pedaging hibrida hanya dilakukan sampai pemeliharaan umur 10 – 12 minggu atau 2,5 bulan.
Agar bisa menikmati keuntungan panen ayam pedaging hibrida masa panen harus diperhitungkan tepat waktu disesuaikan dengan permintaan berat badan yang diminati konsumen. Bila panen melebihi atau krang dari berat badan ayam pedaging hibrida yang diminati konsumen, secara otomatis petani pengelola ayam pedaging hibrida akan mengalami kerugian. Kerugian yang harus ditanggung petani pengelola ayam pedaging hibrida jika panen tidak dilakukan tepat waktu 1) nilai jual ayam pedaging hibrida akan jatuh rupiahnya alias turun harga alias harga nilai rupiah menjadi murah, 2) pengeluaran biaya pakan ayam pedaging hibrida akan membengkak jumlah rupiahnya.
Kerugian pengelolaan usaha ayam pedaging hibrida bukan hanya dipengaruhi oleh masa panen yang tidak epat waktu saja tetapi juga dapat disebabkan oleh kesalahan penanganan penangkapan ayam pedaging .pada waktu panen. Bila pada waktu penangkapan ayam sampai terjadi benturan dapat dipastikan akan terjadi pengaruh pada kwalitas daging ayam pedaging..Penangkapan ayam pedaging yang salah dapat menimbulkan kememaran dan patah tulang pada ayam pedaging hibrida akibatnya setelah pemotongan ayam dan setelah dibersihkan penampilan daging ayam akan berubah warna biru.kehitaman Penampilan warna biru kehitaman inilah yang akan berpengaruh pada kwalitas daging dan tentunya juga akan berdampak pada nilai rupiah yang akan diterima petani ternak pengelola ayam pedaging hibrida.
Agar tidak terjadi kerugian akibat salah penanganan cara penangkapan ayam pedaging Perlu diperhatikan cara penangkapan yang dibenarkan sebagaimana berikut :
1. Lakukan pengumpulan ayam kedalam satu ruangan yang sempit agat memudahkan untuk penangkapan ayam
2. Penangkapan ayam dapat dilakukan dengan cara memegang kakin ayam terlebih dahulu kemudian bagian sayap ayam
3. Masukkan ayam kedalam box pengakutan ayam

Pemasaran Ayam Pedaging Hibrida
Citarasa ayam pedaging hibrida konon kabarnya mempunyai citarasa yang tidak jauh berbeda dengan ayam kampung. Dan itu artinya dapat dipastikan peluang pemasaran ayam pedaging hibrida masih terbuka. Pemasaran ayam pedaging hibrida dapat dilakukan dengan penjualan ayam hidup atau penjualan karkas ayam yaitu penjualan ayam setelah dipotong dan dibuang kepala dan kaki ayam..
Penjualan ayam pedaging ayam hidup atau kemasan karkas dapat dilakukan dengan penjualan langsung pada pihak pihak yang membutuhkan ayam pedaging diantaranya rumah makan, resto, pedagung kuliner yang berbahan baku ayam pedaging, pasar tradisional dan ibu ibu rumah tangga yang ada disekitar lingkungan lokasi kandang ayam. pedaging hibrida. Selaian penjualan ayam pedaging langsung pada konsumen juga dapat dilakukan penjualan ayam melalaui pengepul ayam atau distributor yang akan berhubungan langsung dengan konsumen. Hanya saja perlu diingat penjualan ayam pedaging mellauipengepul atau distrubitor dapat dipastikan hasil keuntuingan yang diterima petani akan jauhberkurang nilai rupiahnya.
Nani Priwanti Soeharto -- PP PPMKP Ciawi
Sumber : Ir Bambang Cahyono, Ir Budi Samadi, Cara Mudah Beternak Ayam Hibrida dan Crossbred untuk Hewan Potong, Pustaka Mina Jakarta 2007

 

Tanggal Artikel : 09-11-2016

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Memilih Bibit Ayam
  2. Bibit Ayam Buras
  3. Peremajaan Ayam Buras Petelur
  4. Alternatif Pilihan Budidaya Ayam Buras