Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Pasang Surut

Mengoptimalkan Lahan Rawa Lebak untuk Usahatani Padi

Sumber Gambar: http://cybex.pertanian.go.id/

Pemanfaatan lahan rawa merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mencapai swasembada pangan. Lahan rawa sebagian besar terdapat di empat pulau besar di luar Jawa, yaitu Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua, serta sebagian kecil di Pulau Sulawesi. Lahan rawa lebak merupakan salahsatu sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian tanaman pangan khususnya padi. Namun demikian pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Kendala utama pengembangan usahatani lahan rawa lebak adalah genangan maupun kekeringan yang belum dapat diprediksi. Selain tata air yang masih belum dikuasai, kendala lain adalah gangguan hama dan penyakit, faktor sosial ekonomi. Kendala tersebut dapat diatasi dengan penerapan teknologi yang tepat guna, di antaranya adalah penggunaan varietas unggul yang adaptif dan teknologi penataan lahan.
Keberhasilan budidaya padi di lahan rawa lebak sangat tergantung pada iklim, khususnya pada pola curah hujan, karena pada umumnya lahan rawa lebak sering mengalami kebanjiran. Kejadian banjir seringkali sulit diprediksi. Oleh karena itu, dalam budidaya padi di lahan rawa lebak, penentuan waktu tanam yang tepat sangat penting agar tanaman terhindar dari genangan.
Pada saat curah hujan tinggi penurunan air terjadi secara lambat. Pada musim ini, keterlambatan tanam beresiko saat panen akan terjadi genangan air yang tinggi. Antisipasinya, diperlukan penggunaan varietas yang berumur pendek, agar pada saat panen belum terjadi genangan air.

 

Sistem dan Pola Tanam Padi
Di lahan rawa lebak, sistem tanam padi sangat tergantung pada keadaan musim dan ketinggian genangan. Pola tanamnya dapat mengacu pada pola musim atau waktu genangan. Petani di Kalimantan menggunalan istilah Watun I, Watun II, Watun III untuk masing-masing daerah lebak dangkal, tengahan dan dalam.
Dikatakan lebak dangkal, bila genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan. Lebak tengahan, bila genangan airnya antara 50 – 100 cm selama 3-6 bulan. Dan Lebak dalam, jika genangan airnya lebih dari 100 cm selama lebih dari 6 bulan.
• Watun I atau derah lebak dangkal, ada lima alternatif pola tanam, yaitu:
a. Padi gogo rancah - padi rancah gogo
b. Padi gogo rancah – padi rancah gogo – palawija
c. Padi gogo rancah – padi rancah gogo – hortikultura
d. Padi rancah gogo – palawija
e. Padi rancah gogo – hortikultura


• Watun II atau derah lebak tengah, ada tiga alternatif pola tanam, yaitu:
a. Padi gogo rancah - padi rancah gogo
b. Padi rancah gogo – palawija
c. Padi rancah gogo – hortikultura

• Watun III atau derah lebak dalam dengan lama tergenang 2-3 bulan, ada tiga alternatif pola tanam, yaitu:
a. Padi – bera
b. Palawija - bera
c. Hortikultura – bera

• Watun IV atau derah lebak dalam dengan lama tergenang diatas 3 bulan, ada empat alternatif pola tanam, yaitu:
a. Padi – palawija/ hortikultura umur kurang dari 2 bulan
b. Tumpeng sisip jagung + kacang hijau
c. Jagung + sayuran berumur pendek
d. Hortikultura ditanam lebar + sayuran berumur pendek

 

Teknologi Budidaya Padi
Beragam teknologi pertanian untuk mengoptimalkan lahan rawa telah dikembangkan Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian dan berbagai Universitas. Teknologi tersebut diantaranya berbagai varietas unggul adaptif, pengelolaan lahan dan air, pengelolaan bahan amiliorasi dan pemupukan sesuai status hara tanah dan tipologi lahan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pengelolaan panen dan pasca panen.
Varietas yang telah beradaptasi baik pada lahan rawa lebak, sesuai dengan selera konsumen dan berdaya hasil tinggi diantaranya adalah varietas IR42, Kapuas, Lematang, Cisanggarung da Cisadane. Dan saat ini telah banyak dihasilkan varietas unggul untuk lahan rawa, yang termasuk dalam kelompok varietas INPARA atau inbrida padi rawa, diantaranya: Inpara 1, Inpara 2, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpara 8 Agritan, dan Inpara 9 Agritan.
Pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) merupakan paket teknologi yang direkomendasikan untuk pengembangan usahatani padi di lahan rawa.

 

Sumber:
Badan Litbang Pertanian. 2013. Pengembangan Varietas Unggul Bari Padi di Lahan Rawa Lebak. Dimuat pada Tabloid Sinar Tani edisi 26 Juni -2 Juli 2013, Nomor 3513 Tahun XLIII.
Sudana, Wayan. 2005. Potensi dan prospek lahan rawa sebagai sumber produksi pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 3 (2): 141-151.

 

Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Email: ume_humaedah@yahoo.com

Tanggal Artikel : 11-06-2015

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Teknis Persemaian Padi Di Lahan Rawa / Lebak
  2. Penggunaan Varietas Padi Toleran Rendaman Akibat Banjir
  3. Pemupukan Padi Sawah Di Lahan Rawa Dengan Menggunakan Perangkat Uji Tanah
  4. Pemberian Bahan Organik Di Lahan Rawa Menurunkan Gas Metana Dan Karbondioksida