Materi Penyuluhan >> Tanaman Pangan >> Padi >> Padi Pasang Surut

PEMBUAT SISTEM LAHAN SURJAN UNTUK USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT

Sumber Gambar: BPP Kalsel

PASANG SURUT
Mengingat bahwa lahan pasang surut merupakan lahan sub-oftimal yang selama ini penanganannya tidak mudah, ini disebabkan karena kondisi tanah lahan pasang surut yang belum banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian secara oftimal. Sebelum memanfatkan lahan pasang surut, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu beberapa hal kondisi lahannya antara lain kondisi permukaan tanah, tebal tipisnya tanah, luapan air pasang, pH tanah dan lainya. Lahan pasang surut supaya dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian maka perlu dilakukan pengelolaan dengan cara sistem surja, hal ini bertujuan untuk mendapatkan lahan tersebut dapat diusahakan sebagai lahan pertanian baik itu untuk tanaman padi maupun tanaman-tanaman lainnya.
Cara pembuatan surjan
Lahan pasang surut dapat dibuat sistem surjan bila lahan sudah dalam keadaan kosong atau sudah habis panen. Selanjutnya lahan pasang surut yang akan diusahakan sebagai lahan baru maka perlu terlebih dahulu mengenal beberapa tipe lahan, kemudian baru dilakukan penentuan cara pemanfaatan lahan sistem surjan yang tepat untuk lahan pertanian. Mengingat tipe lahan pasanga surut yang dapat diusahakan sebagai lahan pertanian secara oftimal adalah pada tive luapan lahan A dan B. Pada tive lahan A dan B yang akan dibuat sistem surja yaitu dengan cara diawali dengan memulai menancapkan sebatang kayu pada titik-titik ukuran yang telah ditentukan, kemudian memasang dan menarik tali secara tegak lurus ke batas titik terakhir dilahan tersebut sesuai dengan tive lahan yang akan dibuat sistem surjan. Setelah tali dipasang sesuai dengan ukurannya dan telah ditarik lurus pada berbagai tive lahan A dan B maka kemudian dilakukan pengedukan tanah menggunakan peralatan seperti mesin pengeruk tanah dan mesin perata tanah.
Perlakuan contoh sitem surjan pada Lahan Tive A
Pembuatan sistem surja pada lahan tive A yang biasa dilakukan petani dalam pembuatan surjan dilahan rawa pasang surut yaitu dengan ukuran lebar 2m -3m, panjang 5m-10m surjan dan tinggi 70cm – 80 cm surjan yang diukur dari luapan titik atas pada waktu air pasang besar dan ukuran tersebut memang tidak harga mati tapi bisa pleksibel ukurannya serta dapat disesuaikan dengan kemampuan pelaksanaan petaninya yang memiliki lahan pertanian tersebut. Pelaksanaannya pembuatan surjan tive A yaitu dengan cara mengeduk tanah disekitar garis gulutan selebar 3m untuk digundukan/surjan hingga membentuk pematang/surjan yang sesuai ukuran tive A tersebut dan berselang seling dengan jarak gundukan antara 5m-10m dan diatur hingga berakhir hingga panjang batas kepemilikan lahan. Adapun jarak surjan gulugan 1 dengan guludan lainnya biasanya berjarak antara 8m – 12m itupun juga fleksibel jaraknya tergantung dengan kemampuan dari pelaksana petaninya.
Perlakuan contoh sitem surjan pada Lahan Tive B
Pembuatan surjan pada lahan pasang surut tive B dilakukan secara langsung dengan ukuran tak jauh beda dengan perlakuan pada tive A hanya pada tive B pembuatan guludan surjan dapat dilakukan langsung dibuat hingga akhir batas dari kepemilikan lahan.

Dan untuk tive C memang belum ada yang melakukan perlakukan sistem surjan karena luapan air pasang surutnya baik pasang besar maupun kecil tidak dapat menggenangi lahan pertanian tersebut.
Waktu yang tepat untuk pengelolaan sistem surjan
Lahan pasang surut sebaiknya pengelolaan sistem surjan setelah lahan sudah dalam keadaan kosong (tidak bergulma dan tidak banyak lagi bekas tangkal-tangkal kayu) atau sudah habis panen, waktu yang tepat sebaiknya pada musim kemarau dan pada waktu pasang kecil atau pada bulan oktober - september. Caranya pelaksanaannya yaitu dengan mengangkat tanah top soil sebagai bahan gundukan dengan ukuran lebar cangkulan kurang lebih 2m-3m dari batas kiri dan kanan lahan gundukan yang telah ditentukan.
Banyaknya surjan (lahan darat)
Banyaknya surjan dalam satu hektar yang biasa dilakukan oleh petani yaitu sekitar 4 – 5 surjan dan bila menginginkan surjannya lebih banyak juga dapat dilakukan hingga mencapai 8-10 surjan dan bila terlalu rapat surjanya lahan sawah akan menjadi lebih rendah.
Penataan batas lahan saluran keliling/guludan (Tabukan)
Penataan batas lahan saluran keliling kepemilikan tanah dilakukan bersamaan dengan pembuatan saluran irigasi dengan lebar 1m – kedalaman 1m dan tabukan keliling dengan lebar 1m-1,5 m x tinggi sekitar 70cm – 80 cm sepanjang keliling kepemilikan lahan. Selanjutnya penataan saluran air keliling ini juga sebagai saluran irigasi dan sekali gus juga untuk digunakan sebagai garis pembatas kepemilikan lahan dari satu petani ke petani yang lain dan tidak diperbolehkan untuk ditanami.
Keperuntukan sistem surjan antara lain adalah;
1. Untuk lahan guludan ( tabukan) digunakan untuk tanaman sayuran, kedelai jagung dan jeruk
2. Untuk lahan bawah/sawahnya yang terkena air pasang di pergunakan untuk tanaman padi.
3. Luar surjan sekitar 500 ha di wilayah terantang
Biaya pembuatan surjan dalam satu hektar.
Biaya yang digunakan untuk membuat sistem surjan lahan pertanian padi dalam satu hektar antara lain adalah
Satu surjan dengan ukuran lebar antara 3-4 meter panjang sekitar 150 m membutuhkan tenaga sebanyak 80 HOK, sedangkan satu HOK dibayarkan sekitar Rp 50.000,- jadi satu surjan = 80 x Rp 50.000,- = Rp 4.000.000,- dan untuk satu hektar lahan untuk padi surjan yang dibutuhkan sekitar empat(4) surjan jadi untuk satu hektar = 4 x Rp 4.000.000 = Rp 16.000.000,-
Dan bila bagian surjan sudah ditanami jeruk kebutuhan biaya pembuatannya berkisar antar 8 x 80 HOK x Rp 50.000 = Rp 32.000.000,-/ha
Ditulis : Dalmadi
Sumber bacaan Teknologi Pasca Panen Jagung BPTP Kalsel
Sumber gambar : BPP Kalsel

Tanggal Artikel : 15-04-2015

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait
  1. Varietas Unggul Baru Padi Lahan Rawa
  2. Mengoptimalkan Lahan Rawa Lebak Untuk Usahatani Padi
  3. Teknis Persemaian Padi Di Lahan Rawa / Lebak
  4. Penggunaan Varietas Padi Toleran Rendaman Akibat Banjir