Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PENGELOLAAN BENIH IKAN DALAM BUDIDAYA MINA PADI

Sumber Gambar:

Budidaya mina padi merupakan budidaya ikan dan padi dalam satu hamparan sawah. Mina padi dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan, dengan begitu kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi serta kesejahteraan petani dapat meningkat.
Pengelolaan benih ikan sangat penting dalam penerapan usahatani minapadi. Dalam pengembangan budidaya mina padi, benih ikan yang akan ditebar sebaiknya merupakan benih ikan yang bersertifikat atau mempunyai surat keterangan sehat dari Balai Benih/ Instansi lembaga yang memproduksi benih (pemerintah/wasta). Ukuran benih ikan yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi baik secara teknis, ekonomis dan budaya masyarakat setempat. Ukuran dan padat penebaran benih ikan dalam budidaya minapadi meliputi:
1. Golongan benih Kebul dengan ukuran ikan 0,5 – 1,0 cm dengan padat penebaran 40.000 – 60.000 ekor/ha.
2. Golongan benih putihan dengan ukuran ikan 1,0-3,0 cm dengan berat 0,5-1,0 gram/ekor dengan padat penebaran 10.000 – 12.500 ekor/ha.
3. Golongan belo dengan ukuran ikan 3,0-5,0 cm dengan berat 3,0-5,0 gram/ekor dengan padat penebaran 5.000 – 10.000 ekor/ha.
4. Golongan ngaramo dengan ukuran ikan 5,0-8,0 cm dengan berat 8,0-10,0 gram/ekor dengan padat penebaran 3.000 – 5.000 ekor/ha.
5. Golongan ngaduaramo dengan ukuran ikan 8,0-10,0 cm dengan berat 15,0-20,0 gram/ekor dengan padat penebaran 2.500 – 3.000 ekor/ha.
6. Golongan nelu dengan ukuran ikan 10,0 cm dengan berat 20,0-25,0 gram/ekor dengan padat penebaran 2.000 – 2.500 ekor/ha.
Waktu penebaran benih ikan di sawah dataran rendah berbeda dengan sawah dataran sedang. Sawah dataran rendah, benih ikan ditebar 5-7 hari setelah tanam padi, sedangkan di sawah dataran sedang benih ikan disebar 10-12 hari setelah tanam padi. Sawah perlu digenangi air minimum satu minggu sebelum benih ikan ditebar. Penebaran benih ikan dilakukan di dalam saluran/kamali pada waktu pagi hari. Untuk mencegah adanya serangan hama dan penyakit tanaman padi, perlu dilakukan penyemprotan menggunakan obat obatan yang dianjurkan dengan dosis yang tepat. Pada saat penyemprotan, ikan-ikan ditampung dahulu di tempat penampungan kurang lebih 10 hari dan dilepaskan kembali ke sawah sesudahnya.
Hal yang cukup kritis dalam pengelolaan benih ikan diantaranya adalah cara pengangkutan benih ikan. Pengangkutan benih ikan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sistem keramba dan sistem kantong plastik. Dalam sistem keramba, benih ikan yang akan diangkut disucihamakan/seed treatment dan dipuasakan (diberok) 1-2 hari sebelum diangkut. Pengangkutan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari waktu tempuh tidak lebih dari 4 jam. Sebelum benih ikan ditebar, perlu dilakukan penambahan air dari petakan sawah ke dalam keramba dengan pelan-pelan untuk menyesuaikan temperatur air agar tidak terjadi stress. Sistem kantong plastik, pengisian kantong plastik dilakukan dengan air 1/3 bagian. Sebelum benih ikan ditebar, kantong yang berisi ikan direndam dalam air sawah selama 10-15 menit. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan temperatur. Setelah itu tambahkan air sawah ke dalam kantong plastik supaya ikan beradaptasi dengan air sawah kemudian benih ikan dilepas ke sawah pelan-pelan.
Untuk memasukkan dan mengatur air agar tidak meluap dari petakan, perlu dipasang pipa pemasukan dan pelimpasan air yang dapat dibuat dari bambu atau paralon. Pipa pelimpas dipasang dengan ketinggian kira-kira 25 cm dari permukaan tanah. Untuk mencegah keluar-masuknya ikan dan pemangsa ikan ke petakan sebaiknya dipasang saringan dipangkal pipa. Ketinggian air yang baik untuk pertumbuhan ikan berkisar antara 15-30 cm.
Lama pemeliharaan ikan pada sistem mina padi tergatung pada ukuran benih dan besarnya ikan yang hendak dipanen. Lama pemeliharaan benih dari yang berukuran kebul sampai berukuran belo adalah 15-20 hari, dari belo menjadi ngaramo sekitar 25-30 hari, dan dari ngaramo menjadi ikan konsumsi sekitar 40-55 hari. Pada mina padi sistem tanam pindah biasa saat panen ikan yang tepat adalah 45-50 hari setelah tanam ikan. Untuk menjaga pertumbuhan ikan, maka perlu ditambahkan makanan dari dedak, yaitu gilingan lembut kulit padi sejumlah 2-4 kg/ha setiap hari. Jumlah pakan yang biasa digunakan dalam pemeliharaan ikan sebanyak 4-5% dari total berat ikan yang dipelihara atau 3-4% pada bulan-bulan kedua dan ketiga.
Panen ikan dibedakan menjadi dua berdasarkan tujuan dan ukuran ikan yang akan dipanen yaitu pendederan dan pembesaran. Pendederan dalam usaha minapadi, dapat dilakukan untuk mendapatkan benih ikan berukuran 3-5 cm atau 5-8 cm. Penebaran benih ikan ukuran 1-3 cm, dilakukan 5 hari setelah padi ditanam dan dipanen pada saat penyiangan padi pertama akan diperoleh benih ikan berukuran 3-5 cm, tetapi jika dilakukan setelah penyiangan kedua akan diperoleh benih ikan berukuran 5-8 cm.
Untuk pembesaran, pemeliharaan ikan hingga ukuran konsumsi, dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu: benih ikan ukuran 5-8 cm, ditebarkan 1.000-1.500 ekor/hektar. Penebaran dilakukan setelah penyiangan pertama. Panen ikan dilakukan saat akan panen padi. Sedangkan untuk benih ikan yang berukuran 8-12 cm, ditebarkan lebih kurang 1.000 ekor/hektar. Penebaran dilakukan setelah penyiangan kedua dan dipanen saat akan panen padi dengan lama pemeliharaan 50 hari.
Pengelolaan benih ikan dalam budidaya mina padi sesuai kondisi spesifik lokasi secara teknis, ekonomis dan budaya masyarakat setempat sangat penting, karena selain tidak mengurangi hasil padi, juga dapat menghasilkan ikan, sehingga tingkat kesejahteraan petani dapat meningkat.
Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan)
Sumber:
Ditjen Tanaman Pangan. 2016.Petunjuk Teknis Pengembangan Budidaya Mina Padi Tahun 2016. Jakarta.
Suriapermana. 1990. Cara Tanam Padi Sistem Legowo Mendukung Usahatani di Desa Bojong, Cikembar, Sukabumi.
http://www.daengaswar.com/2012/10/budidaya-ikan-sistem-mina-padi.html
https://www.scribd.com/doc/307398396/Buku-Panduan-Teknik-Minapadi-Untuk-Petani

Tanggal Artikel Diupload : 20-12-2018
Tanggal Cetak : 16-01-2019

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386